Kawinkan AMD dan NVIDIA, ASUS Rilis VivoBook Pro F570, Worth It Gak Sih?

Jika dianalogikan ke kehidupan nyata, AMD dan NVIDIA ini ibarat Real Madrid FC dan Barcelona FC. Keduanya saling bersaing memenangkan pasar di sektor kartu grafis untuk PC dan laptop. Di kebanyakan laptop dengan prosesor AMD, selalu disematkan kartu grafis ATI Radeon yang memang produk AMD juga. Sedangkan NVIDIA, dengan GeForce-nya, lebih sering berkawan dengan perangkat dengan prosesor besutan pabrikan lainnya. Tapi sekarang itu hanyalah lagu lama, sebab ASUS telah mencetak sejarah dengan “mengawinkan” produk dari kedua merek itu dalam ASUS VivoBook Pro F570.

Saya jadi teringat waktu beli laptop beberapa tahun lalu. Setelah notebook yang saya pakai sebelumnya dihibahkan kepada adik yang baru saja masuk kampus, saya harus mencari laptop baru untuk mengakomodasi pekerjaan-pekerjaan saya.

Satu pertimbangan utama bagi saya dalam memilih laptop adalah prosesor yang digunakan. Setidaknya ada dua prosesor yang merajai pasar PC dan laptop sekarang ini, salah satunya adalah AMD. Ketika itu saya bingung, mau pilih laptop dengan prosesor AMD atau yang satunya lagi. Akhirnya saya putuskan untuk membeli laptop yang disematkan AMD di dalamnya karena dua hal mayor: harganya yang lebih murah dan kemampuannya dalam sektor grafis.

Saya memilih prosesor AMD karena harganya yang murah dan kemampuannya di sektor grafis dikenal sangat baik.

Di banding prosesor lain, AMD dikenal lebih baik dalam tampilan grafik. Laptop dengan AMD lebih digemari oleh pengguna yang gemar menjalankan program berorientasi grafis seperti game hingga berbagai software desain. Sementara di sektor harga, prosesor AMD lebih terjangkau sehingga dapat menekan harga jual dari laptopnya.

Selain pertimbangan jenis prosesor yang digunakan serta harga, masih banyak parameter lainnya yang bisa kita pertimbangkan sebelum memilih laptop untuk menemani kesibukan kita. Nah, parameter penting lainnya itu adalah RAM, kartu grafis, penyimpanan, daya tahan baterai dan lainnya. Ini penting loh, jangan sampai karena kalau kita salah pilih laptop, tujuan awal ingin membantu meningkatkan produktivitas eh malah tidak maksimal.

 

Intip ASUS VivoBook Pro F570 yang “Kawinkan” AMD dengan NVIDIA

 

Sebagai vendor PC dan laptop yang besar, ASUS terus berbenah dengan membuat inovasi-inovasi baru pada produk-produknya. Belum lama ini ASUS rilis laptop tertipis di dunia di sektor layar 13, 14 dan 15 inch lewat seri ZenBook UX333, UX433 dan UX533. Selain ketiga kakak beradik itu, ASUS juga rilis laptop anyar di segmen mainstream yang bisa dibilang “fenomenal” yaitu VivoBook Pro F570. Saya bilang ini fenomenal, karena ASUS labrak sebuah “tabu” di industri per-laptop-an dengan menyatukan AMD dan NVIDIA di satu perangkat.

Pertanyaannya, seberapa gahar sih VivoBook Pro F570 ini? Atau barangkali gaharnya sebatas rilis di media doang? Kalau begitu, kita coba intip laptop anyar ini. Kita coba lihat beberapa parameter yang saya tampilkan dalam infografis tadi.

Namun sebelum itu, kita lihat dulu lah tampilan fisik VivoBook Pro F570 ini lewat slider di bawah ini.

 

Komentar saya? Cantik!

Penggunaan warna hitam, reaper black, dipadu dengan aksen berwarna lightning blue memberi kesan modern dan futuristik. Bodi laptop yang didesain dengan metal brush finish memberi kesan kokoh dan bergaya. Dan, satu hal yang saya suka dari laptop ASUS adalah penempatan logo yang pas di tengah, tambah ciamik dengan desain gaya metalik!

Meskipun demikian, cantiknya sebuah perangkat tidak cukup dari tampilan luar saja, bukan? Ibarat seseorang, inner beauty itu juga sangat penting, bahkan jauh lebih penting dari luarannya saja. So, mari kita lihat ke dalamnya.

ASUS VivoBook Pro F570 disemati dengan prosesor AMD Ryzen 5 Mobile. Prosesor ini dapat bekerja pada clock speed 2,0 GHz pada kondisi normal dan dapat dipercepat hingga 3,6 GHz dengan cache memory 6MB. Penyematan AMD Ryzen 5 akan membantu memberikan user experience yang baik terutama ketika dipakai multi-tasking untuk pekerjaan menyunting video, streaming kualitas 4K hingga bermain game. Selain Ryzen 5, juga ada pilihan lainnya dari ASUS VivoBook Pro F570 yaitu Ryzen 7 dengan clockspeed hingga 3,8 GHz. Prosesor besutan AMD, terutama R-series, selama ini memang terkenal mampu mengakomodasi tampilan grafis beresolusi tinggi. Hal ini akan sangat membantu bagi pengguna yang memiliki pekerjaan dengan ketergantungan tinggi pada laptop. Seperti saya misalnya, atau mungkin juga anda.

Selain prosesor, komponen lain yang dapat menunjang performa dari suatu laptop adalah kapasitas dari Random Access Memory (RAM) yang disematkan kepadanya. ASUS VivoBook Pro F570 sudah dibekali dengan RAM 8GB dengan tipe DDR generasi ke-4 (DDR4) dengan transfer rate 2400 MHz. Kapasitas RAM segitu, menurut hemat saya, sudah cukup untuk mengeksekusi program-program berat dan mengakomodasi multi-tasking. Namun, jikalau pengguna merasa kapasitas segitu masih kurang, bisa kok di-upgrade hingga 16GB.

Performa sebuah laptop akan semakin mentereng ketika dibekali dengan kartu grafis. Hal yang menarik dari ASUS VivoBook Pro F570 ini bukan soal dia sudah dibekali kartu grafis, namun karena ia menyematkan GPU keluaran NVIDIA bergandengan dengan CPU-nya AMD–hal yang tidak pernah dilakukan vendor laptop lainnya. Penyematan NVIDIA GeForce GTX 1050 dengan 4GB GDDR5 VRAM menambah gahar performa laptop ini. Sehingga bukan berlebihan jika ASUS VivoBook Pro F570 dikatakan sebagai laptop mainstream yang unggul dalam performa. Bisa dibilang laptop mainstream rasa gaming lah.

Untuk media penyimpanan, ASUS VivoBook Pro F570 menggunakan HDD tipe SATA dengan kapasitas 1TB (terabyte) pada versi dengan AMD Ryzen 5. Pada versi Ryzen 7, media penyimpanan yang digunakan adalah hybrid dari HDD 1TB dengan SSD 256GB yang akan membuat ruang penyimpanan lebih besar dan transfer data menjadi jauh lebih cepat. Kapasitas 1TB cukuplah untuk menyimpan berbagai berkas penting dan memasang program yang berat. Namun bagaimana pun pengguna harus piawai mengelola penggunaan penyimpanan, jangan sesaki hard drive anda dengan film berkapasitas 4K agar kebagian tempat berkas-berkas lainnya.

Bagi orang yang memiliki mobilitas yang tinggi, laptop sangat sering dibawa ke mana-mana. Oleh karena itu, daya tahan baterai menjadi parameter pertimbangan yang tak kalah penting. Seorang blogger misalnya, ia akan jeli untuk memilih laptop yang tidak “rakus” energi–atau paling tidak laptop yang punya “tumbler” ukuran besar. ASUS VivoBook Pro F570 dibekali baterai 3-cell dengan kapasitas 48 WHrs yang cukup besar dari laptop mainstream kebanyakan. “Tumbler” yang disematkan pada laptop ini cukup besar dan kuat untuk mengakomodasi aktivitas yang lama.

Saya kadang suka kesal sama laptop, ketika dia dipakai di ruangan yang cukup riuh. Meskipun volumenya sudah diatur hingga maksimal, suaranya juga masih samar. Alias gak mentereng. Setuju atau tidak, bagi saya kualitas audio yang dihasilkan oleh laptop itu penting. Bayangkan, ketika sebuah laptop sudah mampu menampilkan kualitas layar terbaik namun suara yang dihasilkannya apa adanya, jelas itu tidak akan memberikan pengalaman pengguna yang baik.

Nah, ASUS sendiri termasuk produsen laptop yang aware dengan kualitas audio. ASUS VivoBook Pro F570 dengan sistem audio yang mereka kembangkan sendiri, yaitu ASUS SonicMaster stereo audio system. Audio laptop ini sangat baik sehingga menjadi keunggulannya, lebih jauhnya akan saya jelaskan nanti.

Kepercayaan pengguna akan produk dari suatu merek juga dipengaruhi oleh keamanan dan garansi yang diberikan terhadap produk itu. Sedari saya masih S1 dulu, tahun 2010, ASUS menjadi brand laptop favorit teman-teman saya di kontrakan dan di kampus. Mereka suka ASUS karena desainnya yang menarik dan bodi laptop yang kompak.

For your information, untuk VivoBook Pro F570 ini, ASUS memberikan garansi global 2x lipat dari garansi yang diberikan untuk laptop pada umumnya. Dengan garansi resmi 2 tahun pengguna tidak perlu cemas jika menemukan kendala terkait perangkat VivoBook Pro F570. Selain itu, service center ASUS juga sudah tersebar di seluruh Indonesia. Dan keunggulan lainnya di sektor keamanan adalah keberadaan fingerprint sensor di sudut kanan atas touchpad-nya.

Parameter terakhir dalam memilih laptop adalah harga. Tidak dapat dipungkiri bahwa harga sangat menentukan keputusan pembeli untuk memilih suatu produk laptop. Laptop yang murah memang bersahabat di kantong, namun performa dan fitur yang ditawarkan juga seadanya. ASUS VivoBook Pro F570 sendiri dibanderol mulai dari Rp 11.799.000. Harga yang wajar untuk performa dan fitur yang ditawarkan.

Selain itu, laptop ini juga sudah dibekali dengan sistem operasi Windows 10 Home 64-bit original sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli lisensi sistem operasi.

Dari semua pertimbangan di atas, ASUS VivoBook Pro F570 “worth it” untuk dimiliki sebagai laptop yang dapat menunjang produktivitas kita. Berikut saya lampirkan tabel spesifikasi dari ASUS VivoBook Pro F570 ini.

Main Spec.ASUS VivoBook Pro F570ZD
CPUAMD Ryzen™ 5 2500U Mobile Processor (4C/8T, 6MB cache, up to 3.6GHz)
AMD Ryzen™ 7 2700U Mobile Processor (4C/8T, 6MB cache, up to 3.8GHz)
Operating SystemWindows 10 Home 64-bit
Memory8GB DDR4 2400MHz SDRAM (onboard) with SO-DIMM socket up to 16GB
StorageSATA 1TB 5400RPM 2.5' HDD
SATA 1TB 5400RPM 2.5' HDD + SATA3 256G M.2 SSD
Display15.6” Full HD 1920x1080p 16:9, Anti-glare, ultra slim 200nits with 45% NTSC
GraphicsIntegrated AMD Radeon Vega 8 / AMD Radeon RX Vega 10 Graphics
Nvidia GeForce GTX 1050 with 4GB GDDR5 VRAM
Input/Output1x Type-C USB3.1 port, 1x USB 3.1, 2x USB 2.0, 1x audio combo jack, 1x HDMI, 1x MicroSD Card Reader, 1x RJ-45 LAN
CameraHD Web Camera
ConnectivityDual-band 802.11ac Wi-Fi, Bluetooth 4.2
AudioASUS SonicMaster stereo audio system with surround-sound,
Array microphone with Cortana voice-recognition support
Battery3 -Cell 48 Wh Battery
Dimension37.4 x 25.6 x 2.19 cm (WxDxH)
Weight1.96 kg with battery
ColorsReaper Black with Lightening Blue edges
PriceStart from Rp11.799.000
Warranty2 tahun garansi global

 

Keunggulan ASUS VivoBook Pro F570 yang Buat Saya Tertarik

 

Di bagian sebelumnya kita sudah mengintip look dari ASUS VivoBook Pro F570 beserta spesifikasi teknisnya. To be honest, saya sudah berusaha untuk menulis review ini seobjektif mungkin. Namun di bagian ini saya ingin menuliskan apa saja keunggulan laptop besutan ASUS ini yang bikin saya kepincut alias tertarik. Well, bukan berarti pada bagian ini saya menulis dengan subjektif loh ya. Pembaca sekalian boleh bersepakat dengan saya atau tidak tentang keunggulan ASUS VivoBook Pro F570 ini, namun review ini tidak lengkap jika saya tidak menuliskannya.

Nah, ini lah beberapa keunggulan ASUS VivoBook Pro F570 dari kacamata saya–hal yang membuat laptop ini worth it banget untuk dimiliki.

Kehadiran prosesor AMD Ryzen series (R5 dan R7) dipadu dengan kartu grafis NVIDIA GeForce GTX 1050 menjadi ASUS VivoBook Pro F570 yang nyatanya adalah laptop mainstream serasa laptop gaming. Performa laptop ini sangat baik untuk visual tanpa cela. Dapur pacu yang baik akan membuat laptop ini tetap aman dan nyaman meski dipakai multi-tasking. Dipakai buat kerja, OK. Dipakai buat hiburan, OK. Dan kalau saya pakai buat mengunduh banyak file kalau kebetulan dapat jaringan WiFi gratis, di kampus atau di mana gitu, OK juga. Maklum mahasiswa, he he. Ada konektivitas ultra cepat dengan adanya Wi-Fi 802.11ac dual-band untuk kecepatan 6x lebih cepat dari 802.11n! Wow!

Saya pribadi tertarik dengan ASUS VivoBook Pro F570 karena teknologi audionya yang sangat baik. Dibekali ASUS SonicMaster yang didukung oleh prosesor, pengguna akan merasakan pengalaman mendengar audio yang jernih dan luar biasa. ASUS SonicMaster ini sendiri adalah teknologi yang dikembangan bersama oleh tim ASUS Golden Ear, jadi sudah melewati proses panjang riset dan pengembangan. Sebagai seorang mahasiswa doktoral saya tahu betul kalau riset itu tidak gampang, jadi ASUS SonicMaster ini bisa dikatakan terobosan yang tidak sembarang. Lebih jauh, untuk perangkat lunak audionya laptop ini dipasangkan ASUS AudioWizard yang membuat pengguna bisa mengontrol penuh campuran audionya sehingga pengguna akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa.

Sewaktu memilih calon istri dulu, alhamdulillah sekarang sudah sah, saya memperhatikan penampilannya. Look atau penampilan ini penting karena berkaitan dengan first sight atau pandangan pertama. Rasanya kita semua familiar dengan frasa “cinta pada pandangan pertama”. Ciee. Itu memang tipikal manusia pada umumnya kali ya, tertarik pada apa yang menarik di mata. Dalam memilih pasangan atau apapun, termasuk dalam memilih laptop.

Penampilan ASUS VivoBook Pro F570 buat saya jatuh hati pada pandangan pertama. Tampilan sporty-nya itu loh yang membangkitkan rasa ingin memiliki. Bodi berwarna reaper black dengan aksen lightning blue menambahkan kesan modern dan futuristik. Cocok dengan kalangan milenial yang punya ketergantungan yang tinggi dengan laptop. Dengan bobot hanya 1,9 kg menjadikan ASUS VivoBook Pro F570 salah satu laptop berperforma tinggi yang paling ringan di kelasnya.

Ada sebuah sensor sidik jari (fingerprint) di sudut kanan atas dari touchpad ASUS VivoBook Pro F570 ini loh. Kadang ada ya teman yang suka tanpa izin pakai laptop, mana memakainya untuk hal-hal trivial pula. Belum lagi kalau dipakai untuk hal yang tidak-tidak, bisa runyam urusannya. Dengan adanya sensor sidik jari, ASUS VivoBook Pro F570 terlindungi dari tangan-tangan iseng atau tidak bertanggung jawab. Sensor ini didukung oleh Windows Hello dari Windows 10 Home asli yang sudah terpasang di ASUS VivoBook Pro F570. Login sudah pasti jadi cepat dan aman.

Baterai yang disematkan pada ASUS VivoBook Pro F570 memiliki kapasitas yang besar yaitu 48 WHrs. Baterai yang besar, di laptop pada umumnya, membutuhkan waktu pengisian ulang (charging) yang lama. Namun, ASUS VivoBook Pro F570 memiliki kelebihan pada fitur fast charging, dapat diisi hingga 60 persen hanya dalam 49 menit.

Jika di rata-ratakan, paling tidak saya membutuhkan waktu 6-8 jam per hari di depan laptop. Rutinitas sebagai mahasiswa semester akhir program doktoral memaksa saya harus standby di depan laptop untuk membuat laporan disertasi. Belum lagi menulis jurnal ilmiah berbahasa Inggris–yang menulis 1 paragraf saja menghabiskan waktu hingga 1 jam! Di samping sebagai mahasiswa, saya juga seorang blogger yang kalau menyiapkan 1 konten berkualitas saja butuh waktu 3-7 hari. “Kedekatan” dengan laptop yang seperti itu, katankanlah begitu, seringkali menzalimi mata saya. Mata lelah dan perih sudah biasa.

Faktor itu jugalah yang membuat saya kepincut dengan ASUS VivoBook Pro F570 yang memiliki fitur pengaturan mode tampilan. Ada 4 mode loh yang dapat dipilih saat menggunakan laptop ini: Normal, Vivid, Eye Care dan  Manual, yang dapat diakses dengan satu klik. Jadi kita bisa menyesuaikan layar dengan kebutuhan. Kalau dipakai lama untuk menulis dokumen bisa pakai mode “eye care“. Kalau ingin tampilan layar yang mentereng tinggal ubah ke mode “vivid“. Atau bisa sesuaikan sendiri dengan mode “manual”.

Berbagai mode tampilan ASUS VivoBook Pro F570 (sumber: www.asus.com)

Warna yang ditampilkan layar ASUS VivoBook Pro F570 juga lebih kaya, lebih dalam dan akurat untuk semua jenis konten dengan teknologi ASUS Splendid. Ditambah teknologi ASUS Tru2Life Video yang dapat mengoptimalkan piksel dalam bingkai video untuk meningkatkan ketajaman dan kontras hingga 150%.

Saya sangat tertarik, bagaimana dengan anda?

Penutup

 

Bagi saya memilih laptop itu tidak bisa sembarang, ia sama pentingnya dengan memilih pasangan. Pasalnya kebutuhan akan laptop yang tinggi, sudah pasti ia akan menjadi teman sehari-hari. Teman yang baik tentu teman yang asyik, bukan? Dan teman yang asyik itu adalah teman yang bisa dibawa ke mana-mana. Punya performa yang tinggi. Aman dan nyaman untuk membersamai atau dibersamai. Bisa mendukung kesibukan kita. Dan mampu menghibur kita saat sedang penat dan jenuh dari pekerjaan.

ASUS VivoBook Pro F570 punya semua potensi untuk menjadi “teman baik” bagi pengguna laptop di Indonesia. Jadi kesimpulannya, ASUS VivoBook Pro F570 worth it untuk dimiliki![]

Bagikan Yuk!

Author: Fadli Hafizulhaq

Seorang kandidat doktor yang berasal dari kampung kecil di pinggiran pantai Sumatera Barat. Gemar menulis semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar. Blog ini adalah catatan virtualnya yang mungkin saja penting atau tidak. Email: hafizulhaq.fadli@gmail.com

6 Replies to “Kawinkan AMD dan NVIDIA, ASUS Rilis VivoBook Pro F570, Worth It Gak Sih?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *