Atas Nama Bulan Yang Dicemburui Engkau


Antologi 59 puisi Ramadhan (satu puisi punya saya)

Judul : Atas Nama Bulan yang Dicemburui Engkau
Penulis : Elaine Firdausza dkk
Pemerhati Aksara : Bayu
Pelukis Sampul : Idrus Bin Harun 
Desain Sampul : Bayu Hidayat
Tata Letak : Ahmed Ghosen Al-Qohtany
Halaman : x + 129
Penerbit : AG Publishing, 2011
ISBN : 978-1-105-12780-9
HARGA: Rp. 32.900,- (Belum Termasuk Ongkir)

Seluruh Royalti Disumbangkan untuk kemanusiaan.


Endorsment!!!

“Sejuk tapi penuh semangat. Bernilai sastra tapi ringan dibaca.Mengajak bermuhasabah sekaligus menggugah gairah. Membacanya serasa berada pada suasana ramadhan yang penuh berkah. Salut kepada para penulis!” (Fadlan Al-Ikhwani. Penulis Buku Don’t Cry: Ketika Cinta Tak Dapat Memiliki.)

“Banyak cara mengekspresikan perasaan, dan puisi adalah cara terindah. Ramadhan itu indah, karenanya tepat menjadi media tumbuhnya segala yang indah. Bila engkau ingin mengetahui seberapa indah hatimu, tengoklah keindahan hati saudaramu saat ia melalui Ramadhan, dan membaca antologi puisi didalam ini adalah cara mudah untuk menengok hati mereka, sekaligus menajamkan rasa untuk keindahan sekecil apapun ia. Bukankah Allah itu indah dan mencintai keindahan?” (Hasib Amrullah­. Pengasuh Pondok Pesantren Modern Gontor.)

“Sejarah membuktikan bahwa Islam merupakan salah satu sumber penting puisi Melayu – Indonesia. Buku ini juga adalah bukti keinginan dan ikhtiar untuk menggali sumber sumber keislaman bagi puisi Indonesia tetap hidup. Keinginandan ikhtiar ini tentu saja membangkitkan harapan akan adanya sumbangan penting bagi puisi Indonesia hari ini dan yang akan datang.” (Jamal D Rahman. Penyair, Pemimpin redaksi majalah Horison, dan Jurnal Sajak.)

“Dalam buku ini para penyair dengan syairnya masing-masing akan melayari mata, hati, dan pikiran Anda. Mereka menyuguhkan permainan kata dan makna yang luar biasa. Bukan sekadar mengejar gelar penyair, melainkan meneruskan kerja kepenyairan itu sendiri untuk membaca hidup dan menulis hidup. Selamat membaca, sebab buku ini layak untuk Anda baca.” (Lian Kagura. Penulis, dan pegiat sastra di Institut Merdeka dan Majelis Sastra Bandung.)

“Puisi religius? Kalau istilah itu diakui, tentu paling pas untuk menyebut puisi-puisi yang ada dalam antologi ini. Ya, puisi-puisi yang ada di sini adalah puisi-puisi kontemplatif dari penyair-penyair muslim yang mencoba mengekspresikan pemahaman terhadap faith, keyakinan. Maka, bagi kita yang muslim, menikmati puisi-puisi ini seolah menyelam dalam samudera keniscayaan ideal maupun faktual.” (Wardjito Soeharso. Pegiat penulismuda Indonesia.)

“Sebuah antologi yang meng-abrasi statemen masyarakat, bahwa puisi hanya layak untuk mereka yang sedang galau dalam ‘CINTA’. Dari puisi-puisi yang terangkum di dalamnya menunjukkan bahwa sastra mampu berkembang dalam perigi religi! Terus berkarya serta aplikasikan dalam nyata.” (Izel Muhammad. Sie Infokom PPI Yaman.)

untuk pemesanan ketik :
ANB#NAMA_LENGKAP#ALAMAT LENGKAP#JuMLAH#No. telp

ke 08197964001

Bagikan Yuk!

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *