Raih Bahagia Bersama Ramadhan dengan Salurkan Ziswaf ke Rumah Zakat

Ramadhan sudah semakin dekat, adalah lumrah bagi seorang muslim untuk berbahagia menyambut bulan mulia ini. Bagaimana tidak, di bulan Ramadhan, pintu ampunan dan rahmat dibuka lebar-lebar. Ramadhan menjadi momentum dan kesempatan bagi umat Islam untuk mereset dosa-dosa yang telah diperbuat dan meraih derajat takwa di hadapan Allah, Sang Pencipta dunia dan alam semesta.

Sebagaimana bulan-bulan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pun berbagai kalangan hingga lembaga bersuka cita menyambut datangnya bulan yang suci ini. Yah, meskipun kita masih akan menjalani ibadah Ramadhan di tengah pandemi, itu bukanlah sebuah alasan untuk tidak memaksimalkan potensi. Itu jualah yang dilakukan oleh Rumah Zakat yang mencoba mengakselerasi persatuan dan tolong-menolong antar umat Islam dengan berbagai program Ramadhan.

Cerita dari Konferensi Pers #BahagiaBersamaRamadhan Rumah Zakat

Selasa (23/3) lalu, saya berkesempatan hadir sebagai salah seorang awak media di Konferensi Pers Rumah Zakat terkait program unggulan mereka tahun ini. Program itu dinamai Bahagia Bersama Ramadhan. Aih, sungguh cerdas mereka memilih nama, tak hanya menjadi sebuah identitas untuk branding, nama program ini juga kental dengan sebuah ajakan bahwa Ramadhan 1442H ini kita harus bahagia meski pandemi masih melanda!

Acara konferensi pers yang dilakukan secara daring melalui media Zoom Meeting ini dihadiri oleh perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tentu saja pihak Rumah Zakat itu sendiri. MUI sendiri diwakili oleh Guntur Subagja Mahardika. Beliau menyampaikan hal-hal menarik untuk disimak dan tentu saja untuk dituliskan.

Pak Guntur menyampaikan bahwa ada kontraksi yang terjadi pada perekonomian Indonesia pasca masuknya virus Covid-19. “Kondisi ekonomi mengalami kontraksi, -2% di 2020, dulu mencapai -5% di semester pertama dilanda Covid.” terang beliau.

Ada yang menarik dari pemaparannya, yaitu ketahanan Indonesia terhadap dampak ekonomi dari pandemi. Indonesia berhasil bertahan tidak lain karena masyarakat kita secara fundamental punya kemampuan untuk mandiri dan kemampuan saling mendukung dan berbagi. Tidak hanya masyarakat secara langsung, lembaga sosial harus turut serta membantu masyarakat miskin, terutama yang terdampak Covid. Pasalnya, meskipun laju ekonomi bisa ditahan agar tidak jatuh bebas, jumlah masyarakat miskin bertambah juga.

Melihat kondisi pandemi dan ekonomi, MUI mengeluarkan fatwa tentang diperbolehkannya zakat untuk menanggulangi Covid. Fatwa ini dikeluarkan pada tahun lalu, tepatnya fatwa No. 23 Tahun 2020 [baca dokumen], dan masih berlaku hingga sekarang. Pak Guntur mengajak masyarakat untuk menyetorkan zakat mal lebih awal jika telah sampai nishab menimbang sangat dibutuhkannya dana zakat untuk membantu umat Islam yang terdampak pandemi.

Selain itu, beliau juga menghimbau masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga zakat seperti Rumah Zakat. Hal ini agar zakatnya tersalurkan secara merata dan bertanggung jawab. Lembaga amil zakat yang kredibel tentu bisa menjangkau para mustahik yang tidak terjangkau langsung oleh muzakki.

 

#BahagiaBersamaRamadhan: Program Unggulan Rumah Zakat di Ramadhan 1442 H

Saya mematut layar, mendengarkan untaian kata yang disampaikan oleh para pembicara, salah satunya adalah CEO Rumah Zakat, Nur Efendi. Pak Nur Efendi menyampaikan bahwa di Ramadhan tahun ini Rumah Zakat sendiri menargetkan untuk membantu 1 juta penerima manfaat terdampak pandemi. Itu jua lah agaknya yang melatarbelakangi munculnya gerakan #BahagiaBersamaRamadhan.

Target tersebut direncanakan untuk dicapai melalui beberapa program unggulan dan istimewa yaitu Berbagi Buka Puasa, Kado Lebaran Yatim, Bingkisan Lebaran Keluarga, Syiar Qur’an, Ramadhan Bebas Hutang, dan Janda Berdaya. Rumah Zakat memilih beberapa program tersebut karena memang dinilai sebagai program yang cocok untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak pandemi di masa resesi.

Hanya saja, program-program tersebut akan berjalan dengan maksimal andai kata ada bantuan dan kerja sama dari para muzakki yang tersebar di seluruh Indonesia. Rumah Zakat, menurut hemat saya, sudah berani menjemput bola dengan meluncurkan aplikasi pendukung gaya hidup umat Islam beberapa waktu yang lalu. Aplikasi itu bernama Digital Islamic Lifestyle (DIS).

Tak Hanya Teman Ibadah, DIS Juga Bikin Berdonasi Lebih Mudah

Ketika acara berlangsung, pembaca acara menyampaikan bahwa ada aplikasi pendukung gaya hidup muslim yang dibuat oleh Rumah Zakat, aplikasi itu bernama Digital Islamic Lifestyle. Kami, para undangan, diajak untuk mengunduh dan mencobanya di Google Play Store. Saya juga tentu coba dong. Aplikasi tersebut berfaedah sekali menurut saya.

Bagaimana tidak, di dalam aplikasi DIS terdapat beragam fitur yang bisa menemani umat muslim beribadah. Fitur-fitur itu seperti Dzikir & Doa, Al Qur’an Digital, Waktu Sholat, Arah Kiblat, Kajian Ramadhan, dan Donasi ZISWAF. Tidak hanya menemani ibadah harian, aplikasi DIS juga bisa dipakai untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui Rumah Zakat. Keren banget, kan? Bisa berdonasi hanya dengan sentuhan jari.

Di sesi diskusi, ada dua pertanyaan dari teman-teman blogger dan media tentang aplikasi ini. Pertama, ada yang bertanya tentang bagaimana pelaporan donasi jika ada yang mengirim via aplikasi. Pak Nur Efendi menjawab bahwa donatur akan mendapatkan notifikasi. Selain itu, laporan perkembangan donasi masyarakat juga akan diberikan. Kedua, teman blogger juga bertanya apakah aplikasinya tetap akan berfungsi setelah Ramadhan nanti. CEO Rumah Zakat menjawab bahwa aplikasi tetap akan berjalan setelah itu.

Motivasi Rumah Zakat menghadirkan aplikasi ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memudahkan masyarakat memberikan donasi tanpa harus mengunjungi kantor Rumah Zakat dan bertemu langsung dengan petugas. Namun tentu saja belum semua orang yang familiar dengan teknologi digital.

Saya pun lantas bertanya, apakah di lapangan terutama di cabang Rumah Zakat di daerah tetap ada petugas yang membuka booth atau mengunjungi rumah door-to-door. Pimpinan Rumah Zakat menjawab bahwa hal itu tetap akan dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jika masyarakat menelpon dan meminta zakatnya dijemput, maka petugas Rumah Zakat akan datang ke rumah. Begitu pun dengan booth di lokasi umum kemungkinan tetap akan diadakan tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

Kumpulan tangkapan layar dari aplikasi DIS

Sepetik Kesimpulan dari Saya

Setelah semua kalimat di atas tadi, bagaimana menurutmu? Tertarik untuk berdonasi sekarang juga?

Itulah hanyalah sedikit cerita dari saya yang berkesempatan hadir di agenda konferensi pers program Bahagia Bersama Ramadhan dari Rumah Zakat pada Selasa tanggal 23 Maret 2021 ini. Kalau dituliskan semuanya, akan sangat panjang. Tapi terlepas dari itu, nyatanya ZISWAF merupakan metode syar’i yang luar biasa dalam membuat umat Islam bantu-membantu antara satu dengan lainnya.

Setiap kita memang tidak dilahirkan dengan takdir yang sama. Ada orang yang ditakdirkan berlebih di segi harta dan ada juga yang kurang. Namun meskipun begitu, Islam mengajarkan kita bahwa ada hak dari saudara kita yang membutuhkan di dalam rezeki yang kita dapatkan. Itulah pentingnya berbagi melalui zakat, infak, sedekah, wakaf. Bukan hanya untuk membersihkan harta, tetapi juga menyucikan jiwa dan hati dari keterikatan dengan harta dan perkara dunia lainnya.

Yuk, niatkan dan laksanakan zakat, infak, sedekah dan wakaf selagi bisa. Kamu tidak perlu bingung untuk memilih lembaga yang bisa membantu donasimu sampai dengan baik pada penerima, sebab Rumah Zakat selalu setiap menanti donasi dari kita untuk disalurkan pada saudara-saudara kita yang membutuhkan di luar sana.[]

Tinggalkan komentar

error: