7 Cara Mendapatkan Uang dari Menulis

Sebelum kita membahas mengenai cara mendapatkan uang dari menulis, pernahkah kamu mendengar sebuah pernyataan dari seorang tokoh bahwa pekerjaan paling menyenangkan itu adalah hobi yang dibayar?

Pernyataan tersebut benar belaka, saya rasa tidak ada yang berniat membantah hal tersebut, pun jikalau ada silakan protes pada Ridwan Kamil–gubernur Jawa Barat–yang telah mempopulerkan pernyataan itu 🙂

Terlepas dari setuju atau tidaknya anda, saya yakin setiap pembaca yang datang ke ajopiaman.com memiliki, setidaknya, satu hobi.

Mungkin saja kamu mencintai aktifitas menulis seperti saya mencintainya, atau paling tidak pernah terbesit keinginan di hatimu untuk belajar menulis. Jika benar demikian, pupuklah kecintaan itu, sebab pada masanya sebuah cinta pasti akan berbuah.

Salah satu buah nan ranum dari kecintaan akan menulis adalah menghasilkan uang dari hobi menulis itu. Setelah ini, saya ingin mengajak anda untuk berbincang-bincang tentang cara mendapatkan uang dari hobi menulis itu, mari kita simak.

Cara Mendapatkan Uang dengan Menulis

#1 Menulis buku

Cara mendapatkan uang dari menulis pertama adalah dengan menulis buku, cara ini tergolong cara yang paling banyak diminati.

Polanya adalah kamu menulis sebuah naskah buku lengkap kemudian dikirimkan kepada penerbit. Ketika buku tersebut naik cetak dan dijual di pasaran, anda akan mendapatkan komisi sekian persen dari setiap buku yang berhasil terjual.

Kisaran royalti buku sekitar 5-15% dari harga jual per-eksemplarnya, jika bukumu dicetak dengan menggunakan sistem royalti. Dalam industri percetakan buku ada dua metode/kontrak yang digunakan oleh penerbit terhadap penulis, yaitu sistem royalti dan sistem beli putus.

Sistem royalti sebagaimana penjelasan sebelumnya, sedangkan sistem beli putus adalah sistem dimana naskahmu dibeli sekali bayar dan kamu tidak akan mendapatkan royalti dari penjualan buku setelahnya.

Perkiraan uang yang bisa kamu dapat

Harga standar buku umumnya sekitar Rp. 40.000 dan royalti buku kita asumsikan 10%, jika bukumu terjual sebanyak 1.000 eksemplar maka kamu akan mendapatkan uang sebanyak Rp. 4.000 x 1.000 rupiah yaitu Rp. 4.000.000. Untuk buku beli putus harganya beragam tergantung penerbit terkait.

Kelebihan

Kamu hanya menulis sekali, sisanya adalah tugas marketing atau pemasaran. Semakin bagus kamu memasarkan bukumu maka akan semakin banyak buku tersebut terjual, serta semakin banyak pula royalti yang kamu dapat.

Kekurangan

Menembus percetakan tidak mudah dan persaingan antar penerbit dalam menjual buku juga ketat.

#2 Mengirimkan karya ke media

Jika menurutmu menulis satu buku utuh terlalu sulit, kamu bisa mendapatkan uang dari menulis dengan  “menjual” karya tulismu dalam bentuk terpisah. Hal yang saya maksud adalah mengirimkan satu per satu karya ke media, jikalau karya tersebut dimuat maka kamu akan mendapatkan honor. Besaran honor untuk masing-masing media berbeda, tergantung seberapa besar media tersebut. Media di sini bisa berupa media cetak ataupun elektronik.

Karya tulis yang dapat kamu kirimkan bisa berupa karya sastra seperti cerpen, cerbung dan puisi, bisa pulai karya non-fiksi seperti opini, artikel, esai dan berita. Sehingga kamu bisa mendapatkan uang dari menulis puisi dan karya lainnya.

Perkiraan uang yang bisa kamu dapat

Untuk sebuah tulisan seperti cerpen umumnya diberi honor minimum sebesar Rp. 100.000 per cerpen, namun frekuensi pemuatan hanya 1 kali dalam satu minggu. Oleh karena itu, kamuharus menulis cerpen yang banyak dan dikirimkan ke berbagai media. Jika kita asumsikan cerpenmu dimuat 2 buah dalam seminggu maka kamu akan mendapatkan sekitar Rp. 800.000 dalam sebulan. Angka ini tergolong lumayan sebagai penghasilan tambahan.

Jika kamu ingin bayaran yang lebih besar untuk cerpenmu maka kirimlah pada media-media besar, misalnya koran Kompas, satu cerpen akan dihargai lebih dari Rp. 1 juta (hanya saja kamu akan bersaing dengan sastrawan-sastrawan senior nasional).

Lantas, bagaimana dengan opini atau artikel? Bayaran standar untuk opini/artikel biasanya adalah Rp. 50.000 rupiah dan dimuat 1 kali dalam sehari, semakin banyak tulisanmu dimuat maka akan semakin banyak uang yang kamu hasilkan.

Kelebihan

Uang yang kamu dapatkan jelas nominalnya.

Kekurangan

Kamu harus menulis banyak tulisan untuk mendapatkan banyak uang. Kecenderungan media berbeda-beda sehingga kamu harus lebih dahulu mengenali karakter mereka.

#3 Menjadi editor

Jika kamu adalah seseorang yang sudah malang melintang di dunia kepenulisan dan memiliki pengetahuan tentang ejaan serta kaidah-kaidah menulis, maka pekerjaan editor cocok untuk kamu geluti. Sebagaimana namanya, tugas utama editor adalah mengedit tulisan yang telah digarap oleh penulis. Memperbaiki struktur yang tidak benar, bagian-bagian yang masih dangkal dan segala macam. Umumnya editor bekerja di sebuah perusahaan penerbitan atau dengan model freelance atau pekerja lepas.

Perkiraan uang yang bisa kamu dapat

Saya tidak bisa memperkirakan uang yang didapat oleh editor, hanya saja jika kamu bekerja pada penerbit maka kamu akan digaji bulanan, jika sebagai editor lepas maka besaran bayarannya sesuai kesepakatan dengan klien.

Kelebihan

Digaji secara tetap.

Kekurangan

Tidak semua orang bisa menjadi editor, selain karena butuh pengetahuan yang cukup pekerjaan mengedit karya orang cenderung membosankan (ya gimana lagi, namanya juga demi sesuap nasi, hehe).

#4 Ghostwriter

Penulis hantu? Hiii, apaan sih itu? Ghostwriter adalah sebutan bagi penulis gelap (katakanlah begitu) yang menulis naskah untuk orang lain. Naskah yang mereka tulis kemudian dijual kepada klien tanpa hak cipta. Klien mereka berhak mengklaim tulisan tersebut sebagai tulisan mereka. Praktek ghostwriter kerap terjadi antara penulis dengan tokoh publik. Mereka-mereka yang ingin menulis buku (atau karya lainnya) namun tidak ada waktu luang atau tidak pandai menulis sehingga menggunakan jasa penulis bayaran.

Perkiraan uang yang bisa kamu dapat

Jangan tanya, proyek menulis bayaran begini biasanya melibatkan uang yang banyak daripada 3 cara sebelumnya, tergantung siapa klien mereka.

Kelebihan

Bayaran yang banyak dan sesuai kesepakatan.

Kekurangan

Penulis tidak memiliki hak cipta dan hukum dari praktek ghostwriter ini masih dipertanyakan halal atau tidaknya. (Mungkin ada yang bisa kasih penjelasan yang lebih di kolom komentar)

#5 Penulis naskah

Tahukah kamu, bahwa dalam sebuah tim produksi film, iklan, drama atau pertunjukkan lainnya selalu ada orang yang bertugas sebagai penulis naskahnya. Penulisan naskah ini memiliki cara dan teknik tersendiri. Drama-drama yang pernah kamu tonton, semua dialognya berasal dari naskah hasil karya seorang (atau tim) penulis. Begitu pula dengan naskah iklan, baik iklan elektronik maupun iklan teks, ditulis oleh penulis iklan yang kerap disebut sebagai copywriter.

Perkiraan uang yang bisa kamu dapat

Satu naskah bisa berharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung kepada siapa kamu bekerja.

Kelebihan

Bayaran yang besar.

Kekurangan

Butuh kemampuan khusus dan otoritas (pengakuan atas kemampuan) agar bisa dipercayai calon klien.

#6 Penulis konten

Berkembang pesatnya dunia digital atau internet menciptakan sebuah lapangan pekerjaan baru bagi orang-orang yang hobi menulis. Salah satu cara mendapatkan uang dari menulis adalah dengan menjadi penulis konten. Konten di sini difokuskan kepada konten tulisan untuk keperluan mengisi situs-situs serta portal berita.

Untuk mendapatkan proyek menulis konten kamu bisa bergabung dengan agensi-agensi jasa penulisan konten/artikel yang banyak tersebar di internet atau bisa juga dengan mencari proyek pada beberapa portal pekerja lepas. Konten yang ditulis dapat berupa konten berbahasa Indonesia maupun bahasa Inggris dengan tema tertentu.

Selain bergabung dengan agensi, kamu bisa menemukan proyek menulis konten pada portal-portal di bawah ini:
Freelancer.co.id
Projects.co.id

Pilihan lainnya adalah menawarkan sendiri jasa kamu di blog pribadi atau jaringan media sosialmu.

Perkiraan uang yang bisa kamu dapat

Bayaran untuk satu konten beragam, namun paling tidak kamu bisa mendapatkan uang dari menulis konten sebesar Rp. 15.000 untuk satu konten/artikel yang kamu tulis dalam 500 kata (sekitar 1,5-2 halaman A4). Jika dalam sehari kamu bisa menulis 10 konten maka kamu bisa mendapatkan setidaknya Rp. 150.000 per hari atau Rp. 4,5 juta per bulan. Jumlah yang cukup fantastis bukan untuk hobi yang dibayar 🙂

Sebagai tambahan, untuk artikel berbahasa Inggris bisa bernilai $50 atau setara dengan Rp. 700.000-an per artikelnya!

Kelebihan

Besaran bayaran sesuai kesepakatan dan dapat dibayar di depan atau ketika penyerahan konten (ada uang ada barang).

Kekurangan

Tidak semua tema bisa kamu tulis sehingga butuh riset yang cukup dalam.

#7 Menulis di website atau blog kamu sendiri

Cara mendapatkan uang dari menulis terakhir adalah menulis di blog kamu sendiri. Hanya saja, perlu perjuangan yang tidak sebentar dan tidak mudah hingga kamu bisa menghasilkan. Cara membuat website atau blog yang kamu tulis bisa menghasilkan uang pun beragam, dimulai dari memasang iklan, menjual produk, mengikuti lomba blog, membuka kursus hingga menerima tawaran review dari perusahaan atau pemiliki produk tertentu.

Perkiraan uang yang bisa kamu dapat

No comment! 🙂 Semua tergantung kamu. Saya pribadi alhamdulillah sudah pernah memenangkan beberapa lomba blog dan berhasil meraup jutaan rupiah.

Kelebihan

Kamu tidak menulis untuk orang lain sehingga tidak ada beban apa-apa dalam menulis.

Kekurangan

Investasi yang banyak baik itu waktu, tenaga ataupun biaya. Namun, jika kamu berhasil membangun website/blog yang populer dan berkelas uang bisa datang pada kamu tanpa hentinya.

Itulah 7 cara mendapatkan uang dari menulis yang dapat saya bagikan ke ruang bacamu. Apakah kamu tertarik untuk menghasilkan uang dari hobi menulis? Dua pesan saya sebelum tulisan ini ditutup: 1) semua metode di atas mempunyai 1 kendala yang sama yaitu persaingan! 2) jangan jadikan “mendapatkan uang” sebagai satu-satunya motivasi dalam menulis, kamu harus menemukan alasan unggul lainnya dalam menulis.

Baca juga: Tutorial Menggunakan Mendeley, Software Daftar Pustaka Gratis

Kita tutup dengan 2 premis: 1) semua hobi itu dapat diuangkan, 2) mengerjakan hobi itu menyenangkan. Kesimpulannya adalah menghasilkan uang dari hobi itu menyenangkan. Tetaplah pupuk hobimu (apapun itu, selama baik ya), jika kamu memang hobi menulis, Insyaa Allah di blog ini akan saya tulis lebih banyak lagi topik tentang ini dan seputar hobi lainnya. Selamat mencoba dan salam semangat![]

34 pemikiran pada “7 Cara Mendapatkan Uang dari Menulis”

  1. Hmm ini menarik bgt, mas. Tapi tentu butuh konsistensi yaaa. Yang paling menarik itu tuh penulis konten bahasa inggris… receh keliatannya di dolar, tapi pas diconvert ke rupiah jadi hampir sejutah. Wew.

    Balas
  2. Sejujurnya saya udah pernah nyoba semua yang ditulis. Yang paling sedikit pengalaman tuh jadi editor. Kurang pede deh, saya. Tapi dari semua itu paling seru adalah nulis di blog. Kaya bikin album untuk diri sendiri gitu deh. Kalau nulis buku harus sabar, nunggu dikurasi penerbit lalu terbit beneran. Kalau opini di detik.com kita dibayar 500 ribu loh. Lumayan, banget kan?

    Balas
  3. saya sudah mencoba utk menulis dari blog sendiri. Lumayan utk bayar domain hosting.
    Kalo jd content writter di project.co.id tega2 sih harganya. wkwkwk. jd ga ambil

    Balas
  4. Dari 1-7 (kecuali no.3) saya sudah melakoninya semuanya. Saya gak pernah jadi editor, tapi saya jadi proofreader.
    Kalo sekarang saya udah gak nulis buku dan gak jadi ghost writer karena butuh waktu banyak buat nulis.
    Jarang kirim ke media juga (banyak koran dan majalah yg gulung tikar, hiks), sekarang banyak nulis blog, konten, dan naskah televisi aja.

    Balas
  5. Dari 1-7, sudah pernah menjalani semuanya. Kalo no. 3 gak jadi editor sih, tapi jadi proofreader.
    Tapi sekarang udah gak nulis buku dan jadi ghost writer (butuh banyak waktu),
    Jarang kirim di media karena banyak media yg kolom cerpennya tutup, hiks
    Sekarang masih nulis blog, konten, dan naskah TV.
    Kalo konsisten, menulis bisa jadi jalan rezeki 🙂

    Balas
  6. Satu lagi bang Fadli, yang cukup wow adalah menulis jurnal. Memang tidak terlalu sering saya lakukan, namun ketika dibayar perlembar 150 ribu dan satu jurnal saya dibayar 1.900 ribu, itu cukup bikin ketagihan..
    Hehe, padahal niat awal menulis jurnal di kampus hanya untuk diri saya. saya sedang merangkum banyak buku yang mau saya jadikan acuan untuk mendidik anak..

    Balas
  7. Mengirim naskah ke media yang menghargai penulis saja. Femina, Kompas, Mojok, dan masih banyak lagi. Setidaknya mendekati angka 1 juta per naskah. Tapi perlu riset dulu, seperti apa gaya tulisan yang disukai di sana. Jangan modal kirim saja.

    Balas
  8. Info yang sangat bermanfaat. Kalau saya selain menulis itu dibayar, menulis juga pekerjaan yang tidak perlu keluar rumah alias tetap bisa ngerjain pekerjaan rumah dan mengurus anak😄

    Balas
  9. aku selalu ingat apa yang dipesankan oleh ayah mertua ke aku dan suami, kalo melakukan pekerjaan kesampingkan dulu soal duitnya berapa, suatu saat akan melebihi kok gitu katanya hehe. Aku masih belum berhasil buat nerbitin buku nih

    Balas
  10. Saya masih berusaha untuk bisa konsisten di nomor 7. Udah lama daftar di freelancer, tapi kebanyakan penulisan artikel yang ditawarkan dalam bahasa Inggris, jadinya belum pernah nge bid deh.

    Balas
  11. Saya pernah membuat jasa tulis konten mas, tapi lama-lama tidak kuat dengan req konten yang diberikan customer.
    di Indonesia masih kurang di hargai masalah penulisan. Price rata-rata masih dibawah standart. Saat ini lebih menekuni placement aja, cukup lumayan ada harganya.

    Balas
  12. Aku pernah jadi ghost writer seru seh…. Tapi sayangnya gak ada nama kita tercatat hahaha… Namun kelebihannya, lumayan bayarannya ya.. aku belum pernah nyoba kirim cerpen ke majalah online. Patut dicoba

    Balas
  13. No 3, pernah sekali. Mabok euy baca tulisan orang. Belum lagi yang susah dimengerti dan kalimatnya muter-muter. No 4, belum pernah. Pernah ikut kayak pelatihannya gitu sebagai ghost writer. Terus dikasih tugas nulis biografi seseorang. Aku mundur, engga bias menjiwai euy. Apalagi sang tokoh mulai berkarier sebagai politikus. Lhah ngerti apa aku tentang politik.
    Banyak sebetulnya mendapatkan uang dari menulis…Tinggal rajin-rajin aja menulisnya…

    Balas
  14. Setuju sih sama postingan ini. Karena aku pernah merasakan semua yang disebutin di atas. Kecuali yang bagian editor. Jadi ingat dulu pertama kali tembus majalah HAI, seneng banget. Majalah nasional coy, yang dibeli banyak orang, kan bahagia kita. Wkwkw

    Balas
  15. Betul, pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar eheheh. Aku yang nulis di situs sendiri nih, kadang-kadang nulis konten di tempat lain juga. Kalau nulis buku belum pernah selesai. Mau mulai ngirim ke media belum pede hahaha *lha gimana aku ini.

    Balas
  16. 7 point dalam tulisan ini, jadi profesi aku sejak 2010 hingga sekarang. Jadi hidup murni dari menulis. Ditambah sekarang jadi blogger yang masih berhubungan erat dengan kegiatan menulis. Yang penting tekun ya dan terus belajar meningkatkan kualitas, nanti penghasilan akan datang sendiri. Fokusnya jangan dibalik

    Balas
  17. Hmmmmmmmm,kalau saya bagaimana ya?. Jadi bingung sendiri. Menulis buku sudah pernah (buku referensi dan bookchapter tapi indie), jurnal sudah pernah, review jurnal baru-baru ini, editor masih tahap proses, di blog gratisan sudah, tapi semua 100% tanpa dibayar. Jadi, melihat kawan-kawan yang menulis tapi dibayar ngiler membacanya (kepingin juga). Mungkin akan coba di poin 2,4-7 dengan menerapkan “fokus yang tidak dibalik” bermanfaat untuk orang lain. Terimakasih untuk infonya.

    Balas
    • Siap Mas, mudah-mudahan ketemu mana yang cocok. Tujuan utama tetap memberi manfaat dengan tulisan. Lagipula kalau kemampuan menulis bisa mendatangkan penghasilan itu juga bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga kan 😀

      Balas

Tinggalkan komentar

error: