Sebelum kita membahas mengenai cara mendapatkan uang dari menulis, pernahkah kamu mendengar sebuah pernyataan dari seorang tokoh bahwa pekerjaan paling menyenangkan itu adalah hobi yang dibayar?

Pernyataan tersebut benar belaka, saya rasa tidak ada yang berniat membantah hal tersebut, pun jikalau ada silakan protes pada Ridwan Kamil–gubernur Jawa Barat–yang telah mempopulerkan pernyataan itu 🙂

Terlepas dari setuju atau tidaknya anda, saya yakin setiap pembaca yang datang ke ajopiaman.com memiliki, setidaknya, satu hobi.

Mungkin saja kamu mencintai aktifitas menulis seperti saya mencintainya, atau paling tidak pernah terbesit keinginan di hatimu untuk belajar menulis. Jika benar demikian, pupuklah kecintaan itu, sebab pada masanya sebuah cinta pasti akan berbuah.

Salah satu buah nan ranum dari kecintaan akan menulis adalah menghasilkan uang dari hobi menulis itu. Setelah ini, saya ingin mengajak anda untuk berbincang-bincang tentang cara mendapatkan uang dari hobi menulis itu, mari kita simak.

Cara Mendapatkan Uang dengan Menulis

#1 Menulis buku

Cara mendapatkan uang dari menulis pertama adalah dengan menulis buku, cara ini tergolong cara yang paling banyak diminati.

Polanya adalah kamu menulis sebuah naskah buku lengkap kemudian dikirimkan kepada penerbit. Ketika buku tersebut naik cetak dan dijual di pasaran, anda akan mendapatkan komisi sekian persen dari setiap buku yang berhasil terjual.

Kisaran royalti buku sekitar 5-15% dari harga jual per-eksemplarnya, jika bukumu dicetak dengan menggunakan sistem royalti. Dalam industri percetakan buku ada dua metode/kontrak yang digunakan oleh penerbit terhadap penulis, yaitu sistem royalti dan sistem beli putus.

Sistem royalti sebagaimana penjelasan sebelumnya, sedangkan sistem beli putus adalah sistem dimana naskahmu dibeli sekali bayar dan kamu tidak akan mendapatkan royalti dari penjualan buku setelahnya.

Perkiraan uang yang bisa kamu dapat

Harga standar buku umumnya sekitar Rp. 40.000 dan royalti buku kita asumsikan 10%, jika bukumu terjual sebanyak 1.000 eksemplar maka kamu akan mendapatkan uang sebanyak Rp. 4.000 x 1.000 rupiah yaitu Rp. 4.000.000. Untuk buku beli putus harganya beragam tergantung penerbit terkait.

Kelebihan

Kamu hanya menulis sekali, sisanya adalah tugas marketing atau pemasaran. Semakin bagus kamu memasarkan bukumu maka akan semakin banyak buku tersebut terjual, serta semakin banyak pula royalti yang kamu dapat.

Kekurangan

Menembus percetakan tidak mudah dan persaingan antar penerbit dalam menjual buku juga ketat.

#2 Mengirimkan karya ke media

Jika menurutmu menulis satu buku utuh terlalu sulit, kamu bisa mendapatkan uang dari menulis dengan  “menjual” karya tulismu dalam bentuk terpisah. Hal yang saya maksud adalah mengirimkan satu per satu karya ke media, jikalau karya tersebut dimuat maka kamu akan mendapatkan honor. Besaran honor untuk masing-masing media berbeda, tergantung seberapa besar media tersebut. Media di sini bisa berupa media cetak ataupun elektronik.

Karya tulis yang dapat kamu kirimkan bisa berupa karya sastra seperti cerpen, cerbung dan puisi, bisa pulai karya non-fiksi seperti opini, artikel, esai dan berita. Sehingga kamu bisa mendapatkan uang dari menulis puisi dan karya lainnya.

Perkiraan uang yang bisa kamu dapat

Untuk sebuah tulisan seperti cerpen umumnya diberi honor minimum sebesar Rp. 100.000 per cerpen, namun frekuensi pemuatan hanya 1 kali dalam satu minggu. Oleh karena itu, kamuharus menulis cerpen yang banyak dan dikirimkan ke berbagai media. Jika kita asumsikan cerpenmu dimuat 2 buah dalam seminggu maka kamu akan mendapatkan sekitar Rp. 800.000 dalam sebulan. Angka ini tergolong lumayan sebagai penghasilan tambahan.

Jika kamu ingin bayaran yang lebih besar untuk cerpenmu maka kirimlah pada media-media besar, misalnya koran Kompas, satu cerpen akan dihargai lebih dari Rp. 1 juta (hanya saja kamu akan bersaing dengan sastrawan-sastrawan senior nasional).

Lantas, bagaimana dengan opini atau artikel? Bayaran standar untuk opini/artikel biasanya adalah Rp. 50.000 rupiah dan dimuat 1 kali dalam sehari, semakin banyak tulisanmu dimuat maka akan semakin banyak uang yang kamu hasilkan.

Kelebihan

Uang yang kamu dapatkan jelas nominalnya.

Kekurangan

Kamu harus menulis banyak tulisan untuk mendapatkan banyak uang. Kecenderungan media berbeda-beda sehingga kamu harus lebih dahulu mengenali karakter mereka.

#3 Menjadi editor

Jika kamu adalah seseorang yang sudah malang melintang di dunia kepenulisan dan memiliki pengetahuan tentang ejaan serta kaidah-kaidah menulis, maka pekerjaan editor cocok untuk kamu geluti. Sebagaimana namanya, tugas utama editor adalah mengedit tulisan yang telah digarap oleh penulis. Memperbaiki struktur yang tidak benar, bagian-bagian yang masih dangkal dan segala macam. Umumnya editor bekerja di sebuah perusahaan penerbitan atau dengan model freelance atau pekerja lepas.

Perkiraan uang yang bisa kamu dapat

Saya tidak bisa memperkirakan uang yang didapat oleh editor, hanya saja jika kamu bekerja pada penerbit maka kamu akan digaji bulanan, jika sebagai editor lepas maka besaran bayarannya sesuai kesepakatan dengan klien.

Kelebihan

Digaji secara tetap.

Kekurangan

Tidak semua orang bisa menjadi editor, selain karena butuh pengetahuan yang cukup pekerjaan mengedit karya orang cenderung membosankan (ya gimana lagi, namanya juga demi sesuap nasi, hehe).

#4 Ghostwriter

Penulis hantu? Hiii, apaan sih itu? Ghostwriter adalah sebutan bagi penulis gelap (katakanlah begitu) yang menulis naskah untuk orang lain. Naskah yang mereka tulis kemudian dijual kepada klien tanpa hak cipta. Klien mereka berhak mengklaim tulisan tersebut sebagai tulisan mereka. Praktek ghostwriter kerap terjadi antara penulis dengan tokoh publik. Mereka-mereka yang ingin menulis buku (atau karya lainnya) namun tidak ada waktu luang atau tidak pandai menulis sehingga menggunakan jasa penulis bayaran.

Perkiraan uang yang bisa kamu dapat

Jangan tanya, proyek menulis bayaran begini biasanya melibatkan uang yang banyak daripada 3 cara sebelumnya, tergantung siapa klien mereka.

Kelebihan

Bayaran yang banyak dan sesuai kesepakatan.

Kekurangan

Penulis tidak memiliki hak cipta dan hukum dari praktek ghostwriter ini masih dipertanyakan halal atau tidaknya. (Mungkin ada yang bisa kasih penjelasan yang lebih di kolom komentar)

#5 Penulis naskah

Tahukah kamu, bahwa dalam sebuah tim produksi film, iklan, drama atau pertunjukkan lainnya selalu ada orang yang bertugas sebagai penulis naskahnya. Penulisan naskah ini memiliki cara dan teknik tersendiri. Drama-drama yang pernah kamu tonton, semua dialognya berasal dari naskah hasil karya seorang (atau tim) penulis. Begitu pula dengan naskah iklan, baik iklan elektronik maupun iklan teks, ditulis oleh penulis iklan yang kerap disebut sebagai copywriter.

Perkiraan uang yang bisa kamu dapat

Satu naskah bisa berharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung kepada siapa kamu bekerja.

Kelebihan

Bayaran yang besar.

Kekurangan

Butuh kemampuan khusus dan otoritas (pengakuan atas kemampuan) agar bisa dipercayai calon klien.

#6 Penulis konten

Berkembang pesatnya dunia digital atau internet menciptakan sebuah lapangan pekerjaan baru bagi orang-orang yang hobi menulis. Salah satu cara mendapatkan uang dari menulis adalah dengan menjadi penulis konten. Konten di sini difokuskan kepada konten tulisan untuk keperluan mengisi situs-situs serta portal berita.

Untuk mendapatkan proyek menulis konten kamu bisa bergabung dengan agensi-agensi jasa penulisan konten/artikel yang banyak tersebar di internet atau bisa juga dengan mencari proyek pada beberapa portal pekerja lepas. Konten yang ditulis dapat berupa konten berbahasa Indonesia maupun bahasa Inggris dengan tema tertentu.

Selain bergabung dengan agensi, kamu bisa menemukan proyek menulis konten pada portal-portal di bawah ini:
Freelancer.co.id
Projects.co.id

Pilihan lainnya adalah menawarkan sendiri jasa kamu di blog pribadi atau jaringan media sosialmu.

Perkiraan uang yang bisa kamu dapat

Bayaran untuk satu konten beragam, namun paling tidak kamu bisa mendapatkan uang dari menulis konten sebesar Rp. 15.000 untuk satu konten/artikel yang kamu tulis dalam 500 kata (sekitar 1,5-2 halaman A4). Jika dalam sehari kamu bisa menulis 10 konten maka kamu bisa mendapatkan setidaknya Rp. 150.000 per hari atau Rp. 4,5 juta per bulan. Jumlah yang cukup fantastis bukan untuk hobi yang dibayar 🙂

Sebagai tambahan, untuk artikel berbahasa Inggris bisa bernilai $50 atau setara dengan Rp. 700.000-an per artikelnya!

Kelebihan

Besaran bayaran sesuai kesepakatan dan dapat dibayar di depan atau ketika penyerahan konten (ada uang ada barang).

Kekurangan

Tidak semua tema bisa kamu tulis sehingga butuh riset yang cukup dalam.

#7 Menulis di website atau blog kamu sendiri

Cara mendapatkan uang dari menulis terakhir adalah menulis di blog kamu sendiri. Hanya saja, perlu perjuangan yang tidak sebentar dan tidak mudah hingga kamu bisa menghasilkan. Cara membuat website atau blog yang kamu tulis bisa menghasilkan uang pun beragam, dimulai dari memasang iklan, menjual produk, mengikuti lomba blog, membuka kursus hingga menerima tawaran review dari perusahaan atau pemiliki produk tertentu.

Perkiraan uang yang bisa kamu dapat

No comment! 🙂 Semua tergantung kamu. Saya pribadi alhamdulillah sudah pernah memenangkan beberapa lomba blog dan berhasil meraup jutaan rupiah.

Kelebihan

Kamu tidak menulis untuk orang lain sehingga tidak ada beban apa-apa dalam menulis.

Kekurangan

Investasi yang banyak baik itu waktu, tenaga ataupun biaya. Namun, jika kamu berhasil membangun website/blog yang populer dan berkelas uang bisa datang pada kamu tanpa hentinya.

Itulah 7 cara mendapatkan uang dari menulis yang dapat saya bagikan ke ruang bacamu. Apakah kamu tertarik untuk menghasilkan uang dari hobi menulis? Dua pesan saya sebelum tulisan ini ditutup: 1) semua metode di atas mempunyai 1 kendala yang sama yaitu persaingan! 2) jangan jadikan “mendapatkan uang” sebagai satu-satunya motivasi dalam menulis, kamu harus menemukan alasan unggul lainnya dalam menulis.

Baca juga: Tutorial Menggunakan Mendeley, Software Daftar Pustaka Gratis

Kita tutup dengan 2 premis: 1) semua hobi itu dapat diuangkan, 2) mengerjakan hobi itu menyenangkan. Kesimpulannya adalah menghasilkan uang dari hobi itu menyenangkan. Tetaplah pupuk hobimu (apapun itu, selama baik ya), jika kamu memang hobi menulis, Insyaa Allah di blog ini akan saya tulis lebih banyak lagi topik tentang ini dan seputar hobi lainnya. Selamat mencoba dan salam semangat![]