Nyatanya memang waktu dapat mengubah banyak hal. Ia dapat membuat sesuatu yang tak ada menjadi ada, dan yang jauh menjadi dekat. Waktu pun dapat menggeser tren atau kegemaran, mempengaruhi tatanan, hingga memutakhirkan teknologi. Mungkin hanya kasih ibu saja yang tak mampu diubah waktu dan sedikit hal lainnya selain itu. Salah satu dari yang lain itu adalah semangat Jakarta untuk terus berkembang.

Besarnya semangat Jakarta untuk terus berbenah dan berkembang bisa kita lihat dari upayanya mengatasi salah satu masalah terbesarnya, yaitu kemacetan. Dari waktu ke waktu, Jakarta terus mengajak masyarakat untuk beralih ke transportasi umum dengan mengembangkan moda transportasi baru. Salah satu dari transportasi baru itu adalah LRT. Namun pertanyaannya, apa sih sebenarnya LRT itu?

LRT adalah singkatan dari Light Rail Transit atau dalam istilah Indonesianya adalah Lintas Rel Terpadu. Sederhananya, LRT adalah kereta api ringan yang telah banyak digunakan di berbagai negara sebagai salah satu moda transportasi di kota-kota besar. Di Jakarta sendiri, moda transportasi ini lebih dikenal dengan LRTJ atau LRT Jakarta yang dikelola oleh PT. LRT Jakarta yang merupakan bagian dari grup PT. Jakarta Propertindo (Jakpro).

 

Ini Lho Sederet Keunggulan LRT Jakarta

 

Satu hal yang iconic dari LRT Jakarta itu adalah keretanya yang mungil dan lucu. Ya, sama lucunya dengan kamu. Ups. Back to topic. Perpaduan warna merah dan putih memberikan kesan Indonesia banget pada kereta ringan ini. Namun meskipun ringan, kereta ini punya banyak keunggulan lho. Apalagi setelah dikelola secara profesional oleh pihak operator. Berikut beberapa keunggulan dari LRT Jakarta yang wajib kamu ketahui.

 

#1 Mampu bergerak lincah di tengah kota

Sebagai kereta api ringan nan kecil dan mungil, LRT Jakarta tentu dapat bergerak lincah di tengah kota dengan kecepatan maksimum 90 km/jam. Daya angkut penumpang pun cukup besar yaitu 270 orang per trainset. Rute yang tersedia saat ini memiliki panjang 5,8 km dengan 1 depo dan 6 stasiun. Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh ke 6 stasiun kurang lebih hanya 13 menit, sedangkan waktu tempuh dari stasiun satu ke lainnya hanya 2,5 menit. Statistik ini membuat LRT Jakarta cocok dengan slogannya yaitu Moving People Connecting Communities.

Selain itu, lincahnya LRT akan menghemat lebih banyak waktu dibanding menggunakan kendaraan pribadi, bukan?

 

#2 Moda transportasi yang ramah lingkungan

LRT dapat dibilang sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan. Pertama karena LRT digerakkan oleh listrik sebagai sumber tenaga utamanya–dengan kata lain LRT tidak menghasilkan emisi. Kedua, dengan beralih menggunakan LRT maka akan mengurangi volume kendaraan pribadi di lalu lintas Jakarta. Hal tersebut tentu akan mengurangi polusi udara karena emisi kendaraan pribadi, bukan? Ketiga, pihak LRT Jakarta memang memiliki perhatian khusus terhadap lingkungan. Buktinya adalah membuat depo dan stasiun yang memiliki banyak pepohonan dan menggunakan teknologi dengan konsep ramah lingkungan dalam pembangunannya.

 

#3 Layanan transportasi yang aman, nyaman dan terpercaya

Untuk sektor keamanan, LRT Jakarta dibekali sistem articulated bogie, yang merupakan teknologi canggih yang membuat kereta dapat melaju dengan aman dan stabil. Teknologi ini memungkinkan kereta dapat mengikuti jalur trek kereta bahkan pada tikungan tajam dengan radius hingga 40 m lho. Selain itu LRT Jakarta juga dibekali teknologi Variable Voltage Variable Frequency (VVVF) sebagai sumber daya pengoperasiannya. Teknologi ini dapat mengatur kecepatan motor serta torsi sehingga LRT Jakarta dapat melaju nyaris tanpa getaran. Nah, dengan kelebihan tersebut, LRT Jakarta sangat terpercaya, bukan?

 

#4 Stasiun dengan fasilitas lengkap

Selain unit kereta, pihak LRT Jakarta juga menawarkan stasiun yang aman dan nyaman bagi penumpang. Pintu stasiun dibuat dengan platform screen door, pintu ini membatasi peron dan kereta untuk mencegah penumpang terjatuh ke rel kereta. Untuk memudahkan mobilitas calon penumpang, stasiun LRT Jakarta dilengkapi dengan lift dan eskalator. Mushalla untuk menunaikan salat. Keamanan yang terbuka selama 24/4 alias tidak pernah tutup. Toilet yang disediakan lengkap bahkan ada yang khusus buat sahabat disabilitas. Selain itu masih banyak fasilitas kece lainnya seperti area ritel, nursery room buat emak-emak ngurusin anaknya, pos kesehatan dan CCTV 24 jam di berbagai sudut stasiun. Plus, unit PID (Passenger Information Display) agar penumpang dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan.

 

#5 Terintegrasi dengan moda transportasi umum lainnya

LRT memberikan warna baru dalam pertransportasian di ibu kota. Apalagi jika kelak dibangun rute-rute LRT yang lainnya untuk mengakomodasi kebutuhan dari masyarakat ibu kota. Meskipun saat ini rutenya masih terbatas, namun penumpang tidak perlu khawatir, sebab LRT Jakarta sudah memiliki integrasi dengan moda transportasi umum lainnya yaitu Transjakarta via Jak Lingko. Jadi kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta setelah turun dari LRT.

 

LRT Jakarta, Penggawa Era Baru Transportasi Publik Ibu Kota

 

Hingga saat ini, sate fase pembangunan LRT Jakarta telah selesai, sementara fase lainnya akan dilanjutkan secara berkala. Pada fase pertama ini telah dibangun 6 stasiun dengan 1 depo yang berada di satu jalur sepanjang 5,8 km. Enam stasiun itu di antaranya Stasiun Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome. Sedangkan depo LRT Jakarta terletak di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Depo LRT Jakarta dibangun di atas lahan dengan luas sekitar 100 ribu meter persegi. Depo ini merupakan tempat istirahatnya kereta LRT yang dapat menampung hingga 196 unit kereta (98 trainset LRV) dan dilengkapi dengan fasilitas canggih untuk pemeriksaan dan perawatan kereta.

For your information nih sahabat pembaca, saat ini telah tersedia 16 unit kereta (8 trainset) dari produsen Hyundai Rotem Korea Selatan. Dengan kapasitas angkut maksimum per trainset sebanyak 270 orang, LRT Jakarta dapat mengangkut 66.150 – 76.140 orang per harinya dengan jumlah perjalanan 245 – 282 trip per hari. Jika dikalkulasikan, LRT Jakarta mampu mengantarkan hingga 2.284.200 penumpang dalam satu bulan. Dengan demikian, setidaknya bisa mengurangi 27.410.200 karbon emisi dari kendaraan pribadi setiap tahunnya di kota Jakarta. Pengurangan emisi karbon di langit Jakarta akan semakin besar ketika pembangunan LRT Jakarta dilanjutkan ke fase berikutnya kelak.

Dengan segala kelebihannya bukan berlebihan jika kita sebut LRT Jakarta sebagai salah satu penggawa dalam era baru transportasi publik ibu kota. Kehadiran LRT Jakarta diharapkan dapat mengurangi kemacetan kota sekaligus membuat udara menjadi lebih sehat untuk dihirup.

Foto didapat dari akun Instagram @lrtjkt

 

Yuk Cintai Jakarta dengan Naik LRT

 

Jika ada yang menanyakan tentang “apa hal yang teringat olehmu ketika mendengar nama Jakarta?”, satu dari sekian jawaban mungkin adalah macet. Macet memang menjadi fenomena yang melekat pada kota Jakarta. Fenomena itu jugalah yang mendorong Pemprov Jakarta memberikan perhatian khusus pada pengembangan berbagai moda transportasi publik.

Berbicara tentang moda transportasi publik itu, LRT Jakarta menjadi salah satu yang hadir di era baru transportasi Jakarta. Menimbang berbagai keuntungan atau kelebihan yang dimiliki oleh LRT Jakarta, moda transportasi ini layak disebut sebagai penggawa yang diharapkan dapat menjadi solusi kemacetan kota Jakarta. Sehingga tidak berlebihan jika kita sebut menaiki LRT adalah salah satu cara yang baik untuk mencintai kota Jakarta.

Jadi, kapan kamu mau naik LRT Jakarta?[]