Cerita Saya Menghasilkan Uang di Tengah Pandemi dengan Pemasaran Digital

Dibanding dengan adik saya yang memang lulusan Sistem Informasi, saya hanyalah lulusan S1 Teknik Mesin, tapi nasib membawa saya pada kesibukan berbisnis digital dan menerapkan ilmu-ilmu digital marketing. Ya, bermula dari hobi dan ternyata bisa diuangkan. Tak tanggung-tanggung, uang dari bisnis sambilan ini bahkan lebih banyak dari penghasilan saya dari bekerja di kampus.

Hmm, saya tidak akan membahas tentang potensi atau luasnya pasar yang bisa dijangkau pemasaran digital. Sebab Anda sendiri bahkan sudah merasakannya. Pertanyaan saya sederhana, berapa jam dalam sehari Anda terkoneksi dengan internet? Lebih-lebih saat ini, di tengah pandemi ini, bisnis online semakin menjamur. Dan saya jadi semakin bersyukur, sebab semakin banyak orderan terhadap jasa landing page saya.

Memulai Bisnis Digital di Pertengahan Februari

Saya bersyukur memiliki dan mengasah hobi yang bisa diuangkan. Awalnya, saya hanya seseorang yang hobi menulis, tapi saya berusaha meningkatkan kemampuan dengan belajar blogging, desain grafis hingga desain web. Nah, kemampuan-kemampuan multimedia itulah yang saya gunakan untuk bertahan di tengah pandemi.

Sejak pertengahan Februari lalu, saya mulai membuka jasa pembuatan landing page. Awalnya saya nekat saja, berbekal kemampuan menulis copywriting dan menggunakan page builder, saya mencoba mempromosikan usaha saya.

Sasaran pertama adalah grup WhatsApp (WAG) yang saya ikuti. Kebetulan saya ikut sebuah WAG komunitas pebisnis, lantas saya promosikan jasa saya di situ. Tidak tanggung-tanggung, saya berikan DISKON 50% dari harga jasa, setelah berhari-hari promosi tapi ternyata yang minat hanya 1 orang saja.

Ceritanya nawarin jasa ke WAG

Entah memang mereka tidak tertarik dengan DISKON atau mereka tidak berminat pada landing page–itu berarti mereka tidak paham pentingnya landing page dalam digital marketing.

Saya pikir-pikir lagi, mungkin saja mungkin mereka “belum percaya” dengan jasa saya yang minim portofolio. Bukan minim lagi, malah tidak ada sama sekali! Well, untunglah saya menyadari itu, saya kerjakan 1 pesanan yang mauk itu hingga selesai dan si klien puas dengan pekerjaan saya.

Setelah itu, tanpa diminta. Klien tersebut mempromosikan jasa saya di WAG yang sama. Ada sih satu-dua yang kontak tapi tidak berakhir klosing. Alias nanya doang. Kecewa? Ya, jelas. Tapi namanya juga bisnis, pasti ada perjuangannya. Hingga beberapa waktu setelah itu, klien yang tadi pesan landing page lagi.

Waktu itu sudah masuk pandemi, yang bersangkutan meminta saya membuatkan landing page untuk hand sanitizer, hazmat dan lainnya. Totalnya 4 buah landing page. Saya tetap kerjakan itu, tapi tidak percaya diri. Alhasil saya hanya meminta biaya jasa Rp. 50.000 per landing page. Sungguh teruk sekali!

Tapi ya, saya ingat lagi. Minimal hasilnya bisa jadi portofolio. Dan benar saja, usaha saya tidak percuma, sebab mulai Juni 2020 pesan banyak yang datang.

Well, dengan rendah hati saya coba menyimpulkan. Dalam digital marketing, trust itu sangat penting. Membangun kepercayaan orang lain terhadap produk/jasa kita adalah tugas yang cukup berat namun harus ditempuh. Orang bisa jasa membuat-buat testimoni palsu atau klaim sudah mengerjakan banyak project, tapi kalau tidak ada portofolio sama saja bohong.

Pasca itu, saya perbaharui landing page penawaran jasa saya dengan memasukkan portofolio serta mengubah copywriting kemudian nekat untuk mencoba promosi berbayar.

Menjangkau Ceruk Pasar dengan Promosi Berbayar

Malah disemangati oleh customer haha

Saya ingat kesalahpahaman saya pada promosi Google pada saat itu. Melalui berbagai iklan, mereka bilang pengguna baru bisa dapat saldo Google Ads sebanyak maksimal Rp. 450.000. Awalnya saya kira itu dapat diawal, eh ternyata baru dapatnya setelah menghabiskan uang dengan iklan sejumlah yang sama. Nanggung karena sudah nyemplung, saya teruskan beriklan sampai dapat saldo/kredit penuh.

Tapi memang Search Engine Marketing ini benar-benar powerful, satu persatu klien masuk dari iklan saya di Google.

Di awal-awal, ada seorang pemilik bengkel di Salatiga mencari jasa pembuatan landing page untuk bengkelnya. Karena saya merasa masih belum punya portofolio yang cukup, saya berikan harga DISKON 50%. Itupun setelah saya terkesan “tidak percaya diri” saat melakukan negoisasi. Tapi saya bersyukur banget klien itu baik dan malah menyemangati saya. Duh, terima kasih kakak yang di Salatiga.

Singkat cerita, setelah saya menyelesaikan orderannya, saya edit lagi tuh copywriting. Tidak lupa saya minta testimoni klien pertama dan klien dari Salatiga tadi. Saya pasang tuh di web bisnis saya LamanKu.id (psstt, boleh intip kok, kali aja mau pesan jasa saya haha).

Alhamdulillah, adanya testimoni menguatkan copywriting jasa saya dan klien pun berdatangan karenanya.

Oh ya, sampai sejauh ini teman-teman sadar tidak kalau dari tadi saya menulis tebal dan kapital kata DISKON. Ini memang strategi yang powerful banget dalam promosi online atau digital marketing lho. Kalau misalkan Anda ada yang ingin berbisnis di internet juga, dan baru akan memulainya. Memberikan harga murah di awal untuk mengumpulkan testimoni adalah strategi yang layak untuk dicoba.

Belajar otodidak memang butuh modal banyak

Sebagai contoh, kasih harga launching yang jauh lebih murah dari harga normal. Memang di awal-awal itu kita belum bisa menciptakan kepercayaan dari calon pelanggan dengan baik, tapi harga yang murah bisa menangani itu.

Selanjutnya, setelah rasanya semuanya cukup, Anda bisa memilih strategi digital marketing mana yang cocok. Entah itu Social Media Marketing (SMM), Seacrh Engine Marketing (SEM), Search Engine Optimization (SEO) dan sebagainya.

“Apa lagi itu?”

Kalau saya jelaskan dalam bentuk paragraf kayaknya akan panjang, saya jelaskan lewat infografis di bawah saja ya. Dan, TUNGGU DULU, tulisan ini belum berakhir. Bagian yang tak kalah penting ada di bawah.

Tapi Sayang, Digital Marketing Itu Susah-susah Gampang

Setelah menyelesaikan orderan landing page, beberapa klien saya bertanya : “Mas, ada jasa iklannya sekalian gak?”. Banyak di antara mereka yang ingin beriklan di Facebook ataupun Google tapi tidak pandai menggunakannya. Lantas, karena memang saya masih single fighter di bisnis ini. Bayangkan saja, saya owner, admin, desainer dan copywriter sekaligus!

Saya bilang : “Maaf saat ini belum ada karena saya masih kewalahan dengan banyaknya orderan landing page yang masuk!”. Saya kira mereka kecewa, tapi memang saya belum bisa memenuhi itu. Pada akhirnya klien saya hanya berkata : “Kalau sudah ada kasih tahu saya ya!”.

Well, berkaca dari itu, banyak orang yang ingin sukses dalam pemasaran digital tapi memang tak cukup waktu untuk berinvestasi di situ. Tapi ternyata waktu bukan satu-satunya yang dibutuhkan untuk sukses mempelajari digital marketing karena digital marketing ini susah-susah gampang.

Garis bawahi ya, susah-susah gampang bukan gampang-gampang susah! Lebih banyak susahnya, tapi bisa menjadi gampang kalau Anda bisa memenuhi beberapa syarat di bawah ini :

1. Niat yang kuat

Tentu saja dalam melakukan apapun Anda butuhu niat yang kuat. Soal digital marketing ini, ia adalah dunia yang sangat luas. Saking luasnya, orang yang pertama kali mengenalnya mungkin bingung mau belajar yang mana dulu. Oleh karena itu, Anda perlu niat yang kuat di awal lalu memutuskan mana yang Anda butuhkan untuk dipelajari terlebih dahulu.

2. Berani berinvestasi

Seringkali digital marketing atau pemasaran digital membutuhkan modal untuk menjalankannya. Artinya, Anda tidak bisa mengandalkan tenaga Anda saja. Oke, mungkin bagi sebagian orang bisa, tapi sayangnya itu membutuhkan tenaga ekstra. Sebagai contoh, saat ingin menerapkan Search Engine Optimization (SEO), Anda butuh berbulan-bulan agar bisa tampil baik di kata kunci tertentu. Nah, kalau ingin cepat, Anda bisa gunakan Search Engine Marketing (SEM) tapi ya itu, bayar. Ya, bayarnya ya bayar investasi. Meskipun pada akhirnya belum menghasilkan konversi, minimal Anda dapat ilmu.

3. Tidak jemu baca dan analisis data

Data adalah segalanya di dunia digital seperti sekarang ini. Saking pentingnya data, muncul ilmu baru yang disebut Data Science. For Your Information, data science itu termasuk sulit dipelajari tapi bukan berarti tidak bisa. Yang paling sulit menurut saya adalah bertahan agar tidak “mabuk” saat membaca dan menganalisis data!

4. Mau menjadi marketer yang kreatif

Pun jika Anda memiliki modal untuk membayar iklan, belum tentu iklan Anda akan optimal. Seorang digital marketer harus kreatif dan pandai mengkampanyekan iklan. Baik dari segi copywriting, desain banner dan sebagainya. Ada juga strategi lain yang cukup bikin mumet kepala, namanya retargeting. Gampangnya bagaimana menampilkan iklan kita pada orang yang sudah mengunjungi website atau landing page kita.

5. Berguru pada yang sudah pengalaman

Setelah membaca 4 poin di atas, mungkin Anda berpikir : “ternyata gak gampang ya”. Tidak juga, seperti yang saya katakan tadi kalau pemasaran digital itu susah-susah gampang. Masih ada kata “gampang”-nya toh? Tapi benar kok, bisa jadi lebih mudah kalau Anda mau berguru pada yang sudah berpengalaman. Dengan demikian, Anda bisa menghemat lebih banyak waktu dan punya sumber terpercaya.

Nah, poin terakhir ini menurut saya “golden ticket”-nya. Anda bisa belajar secara otodidak, tapi mungkin butuh waktu yang cukup panjang sampai Anda menemukan sesuatu. Menciptakan sense itu bukan hal yang mudah, bukan? Karenanya, ketika Anda memiliki mentor atau coach, Anda bisa memotong jalan dan memilih jalur cepat.

Nah, kabar baiknya, belajar digital marketing saat ini sangat mudah karena ada Codeva Academy yang siap mengajarkan kita tentang digital marketing from zero to hero.

Codeva Academy, Tempat Belajar Skill Digital yang Dibutuhkan Saat Ini

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa setiap ilmu pasti ada bagian sulitnya, meskipun demikian bukan berarti ia tidak bisa dipelajari. Selain itu, dalam belajar perlu juga tuh mencari guru yang tepat dan memang punya kemampuan di bidang yang mereka ajarkan. Khusus untuk digital marketing, Anda bisa mempelajarinya bersama Codeva Academy.

Codeva sendiri bisa dibilang sebuah lembaga training yang mendedikasikan diri mereka untuk pendidikan di bidang kemampuan digital. Codeva sudah berdiri semenjak tahun 2015 dan telah melatih lebih dari 2500 profesional untuk dapat terampil di era digital. Adapun training yang mereka berikan, menurut hemat saya, benar-benar skill yang dibutuhkan di era sekarang.

Sebut saja Full Stack Web Developer, saya pribadi meskipun lulusan teknik mesin, pengen tuh belajar programming. Pernah sekali saya beli kumpulan ebook harganya ratusan ribu tapi mumet mempelajarinya, memang lebih enak belajar sama ahlinya dan dibimbing langsung oleh tutor. Contohnya dengan ikut program Full Stack Web Developer–pengen banget biar gak cuma sebatas bisa develop WordPress saja sayanya. Nah, selain Full Stack Web Developer, ada lagi dua program lainnya yaitu Digital Marketing dan Data Science. Ketiga skill ini sangat berkaitan satu dengan lainnya, dan tentu saja sangat diburu oleh industri kekinian.

Bayangkan saja, saya yang bukan lulusan informatika saja bisa mendulang uang di tengah pandemi dari bisnis dan pemasaran digital, bagaimana jika saya atau Anda punya kemampuan digital yang mumpuni? Bukan tidak mungkin Anda bisa menjual cilok sampai ke luar negeri. Eh, jangan salah sangka, saya bukan menuduh Anda jualan cilok, tapi itu hanya contoh. Lagian apa salahnya jual cilok… dengan online sampai diekspor pula. Hmm.

Entah cilok, cimol, onde-onde atau apapun itu bisa dijual dan dipromosikan di dunia digital dengan digital marketing asal kita tahu caranya. Lagipula belajar digital marketing sekarang tidak perlu susah-susah karena Codeva punya kelas Digital Marketing dengan kurikulum yang lengkap. Bukan kata saya, tapi kata pelajar atau orang yang sudah pernah ikut kelasnya Codeva. Jika berkenan, Anda bisa menyimak video yang akan saya sematkan di bawah nanti.

Tapi sebelum itu, yakin mau melewatkan kesempatan baik untuk belajar digital marketing dan skill yang dibutuhkan saat ini? Lebih-lebih di saat pandemi, digital marketing adalah kunci kesuksesan bisnis saat ini. Jika tidak ingin melewatkan kesempatan besar untuk sukses itu, Anda bisa mulai kepoin Codeva Academy, pilih kelas mana saja yang Anda suka karena belajar tidak akan pernah sia-sia. Peluang sukses di dunia digital itu terbuka lebar, kata saya yang baru saja mencelupkan diri ke dalamnya. Ingin meraih hal yang sama atau malah melampauinya? Coba deh asah kemampuan bersama Codeva.[]

P.S. Anda bisa menemukan Codeva Academy di alamat di bawah ini. Terima kasih telah membaca tulisan saya 🙂

 

Tinggalkan komentar

error: