Keseharian Saya dan Laptop

Hal yang paling tidak mengenakkan bagi saya, tapi harus dijalani juga, adalah membawa laptop kemana-mana. Saat pulang kampung ke rumah orang tua. Saat mengunjungi rumah mertua. Bahkan saat pergi ke luar kota untuk menghadiri kondangan juga. Pernah suatu ketika, di atas mobil yang tengah melaju kencang, saya buka juga laptop itu. Sang Profesor menghubungi untuk mengerjakan tugas ini dan itu. Meski menggerutu dan gondok luar biasa, hari libur pun tak lepas dari tugas, saya kerjakan juga itu semua. Pokoknya, kemana pun saya pergi, di dalam ransel laptop itu harus ada.

Saya adalah seorang mahasiswa tahun akhir program doktoral yang masih berumur hampir 27 tahun. Saya adalah satu dari ratusan sarjana unggul yang di Indonesia yang diberi “mandat” oleh negara untuk mendapatkan gelar doktor (DR) dengan segera. Katakanlah ini program percepatan, sehingga apa-apa mesti cepat. Perputaran tugas yang cepat. Berbagai task harus dilaksanakan dalam waktu yang cepat. Sehingga saya harus bersama dengan gawai dan perangkat hampir di setiap tempat, laptop adalah salah satunya.

Membawa laptop ke mana-mana itu bukanlah perkara yang mudah. Jika Anda menjadi saya, mungkin Anda akan mengeluh soal punggung yang sakit akibat ransel yang berat. Yah, laptop kebanyakan identik dengan kata “berat”–kecuali notebook/netbook yang ringan tapi dengan performa seadanya. Masalah yang saya hadapi bukan hanya soal laptop yang berat, tetapi juga laptop yang tebal. Tebalnya laptop membuat ransel saya semakin bengkak. Bengkaknya ransel membuat saya susah. Saat dibawa ke mesjid tidak tahu mau disimpan di mana. Di taruh di depan shaf, jaraknya tak cukup. Di letakkan di atas sajadah, saya jadi tak bisa sujud.

Ribet ya? Memang. Perkara tebal dan berat laptop mungkin tampak sederhana, tapi bisa meyulitkan aktivitas keseharian kita juga. Hingga saya mendapatkan informasi tentang laptop ASUS seri ZenBook terbaru. Trio laptop tertipis di kelas 13, 14 dan 15 inci yaitu ZenBook UX333 (13), UX433 (14) dan UX533 (15). Tebalnya hanya 15,9 – 17,9 mm atau serat dengan 0,6 – 0,7 inci. Bobotnya juga ringan yaitu 1,19 kg (UX333 dan UX433) dan 1,67 kg (UX533). Selain itu banyak keunggulan ketiga kakak beradik ini yang membuat saya kewalahan jika harus menyorot semuanya. Ada beberapa hal yang menarik bagi saya–dan mungkin juga Anda. Apa saja itu? Mari disimak.

Si Manis yang Super Tipis dan Stylish

Selain berprofesi sebagai seorang mahasiswa, saya juga nyambi jadi seorang narablog dan desainer grafis. Hal itu menambah “mesra” hubungan saya dengan laptop. Sebagai salah satu dari kaum milenial keterbutuhan dengan gawai adalah suatu yang mutlak. Oleh karena itu, ZenBook 13, 14 dan 15 yang tipis dan ringkas adalah laptop yang suitable banget dengan kaum milenial yang sibuk dan memiliki mobilitas yang tinggi. Ketebalan ZenBook 13 dan 14 hanya 16,9 dan 15,9 mm; sedangkan untuk varian ZenBook 15 tebalnya hanya 17,9 mm dengan layar besar 15 inci. Hal ini menjadikan tiga laptop ASUS ini sebagai “The World’s Smallest 13, 14, 15 Inch Laptop“.

Tak hanya super tipis, ZenBook 13, 14 dan 15 juga memiliki bobot yang ringan sehingga gampang dibawa ke mana-mana. Bobot ZenBook 13 dan 14 hanya 1,19 kg sedang ZenBook 15 memiliki bobot 1,67 kg. Bobot ketiga laptop ini jauh lebih tipis dari laptop kebanyakan yang memiliki bobot hingga 3 kg. Ditambah dengan ukuran body yang lebih kecil dari kertas A4 buat laptop ini tidak bikin sesak tas atau ransel kita.

Tipis dan ringan saja tidaklah cukup untuk membuat saya kepincut tiga kakak beradik yang manis ini. Desain dan materialnya jua lah yang membuat ASUS ZenBook 13, 14, 15 menonjol di antara teman sekelasnya yang lain. Ketiga laptop ini memiliki desain yang ultraportable dengan bodi yang ultracompact dan ultralight. Meskipun ketiga laptop ini adalah keluaran baru namun ASUS masih mempertahankan gaya laptop ASUS lawas, yaitu bahan logam pada kavernya. Hal ini menguatkan citra kompak pada laptop ini. Citra yang tak sebatas citra karena faktanya memang ZenBook 13, 14, 15 super kompak dengan standarisasi militer MIL-STD 810G.

Jadi ketika pengguna lagi pusing-pusingnya karena beban kerja yang luar biasa, atau sedang bertengkar dengan orang tercinta, terus tersenggol tiga kakak beradik ZenBook yang manis ini. Jangan khawatir, mereka tahan banting ketika dijatuhkan, tahan getaran dan mampu bertahan di kondisi lingkungan tidak wajar. Tapi, eitss, jangan sengaja dibanting juga. Laptop semanis dan stylish ini, masa tega dibanting?

Dapur Pacu yang Mumpuni

Tuhan itu Maha Adil. Dia menciptakan siang untuk kita bekerja, dan malam untuk kita beristirahat. Meskipun memang ada beberapa dari kita yang bekerja secara self-employment, remote working atau freelancer harus kuat bangun malam untuk mengerjakan proyek yang kejar tayang. Tapi yang jelas, apapun pekerjaan kita, kita tidak bekerja terus-terusan. Kita butuh waktu rehat. Dan tidur adalah pilihan terbaik jika memang pekerjaan itu telah selesai, namun jika belum saya ataupun Anda mungkin bisa menikmati tayangan hiburan atau memainkan game di waktu rehat.

ZenBook 13, 14 dan 15 didukung oleh prosesor terbaru Intel Core generasi ke-8 yaitu Core i5 dan Core i7. Ketiga kakak beradik ini juga dibekali dengan kapasitas RAM yang besar yaitu 8 – 16 GB. Ketersediaan kapasitas RAM yang besar dibersamai dengan teknologi media penyimpan data yang sudah menggunakan SSD dengan kapasitas hingga 512 GB. Dapur pacu yang mumpuni tersebut tidak akan membuat kita menunggu terlalu lama, ketika laptop digunakan untuk pekerjaan yang kompleks atau multitasking. Aman dan lancar untuk mengerjakan dokumen, mengumpulkan data, menjalankan software penyunting foto, video serta bermain game untuk mengisi waktu luang.

Lebih Tahan Lama dengan Kapasitas Baterai yang Besar

Ketika membawa-bawa laptop berpergian ke luar, bagi saya dan mungkin juga Anda, yang menjadi masalah bukan cuma bobot dan dimensi saja tetapi juga daya tahan baterainya. Laptop tentu tidak sama dengan ponsel yang bisa “disuap” dengan powerbank, ketika berada di luar Anda memang harus mencari tempat yang menyediakan colokan listrik untuk isi ulang. Oleh karena itu, memiliki laptop dengan kapasitas baterai yang besar adalah suatu kebutuhan. Terlebih jika Anda adalah orang yang sibuk, kian kemari menjemput rezeki. Seorang freelancer misalnya. Remote worker, self-employer, atau sosiopreneur hingga punggawa startup business. Jadwal tidak bisa fleksi. Harus berjalan sesuai rencana sebab waktu adalah segalanya. ZenBook bersaudara ini sangat cocok untuk Anda.

Untuk saya pribadi, persoalan daya tahan baterai adalah parameter yang krusial. Desain yang bagus dan tipis itu oke. Dapur pacu yang mumpuni itu juga oke. Tapi kalau baterainya cuma tahan sekejap saja, jadi tidak oke. ZenBook 13 dan 14 menjadi menarik karena baterai yang disematkan Li-polymer  3-cell battery 50 Wh yang mampu bertahan hingga 14 jam. Sedangkan untuk ZenBook 15 dibekali Li-polymer  4-cell battery 75 Wh. Dengan baterai yang tahan lama, pekerjaan dapat diselesaikan dengan sempurna tanpa tergesa-gesa.

Beragam Keunggulan Lainnya yang Bikin Ngidam Pengen Punya

Setiap orang punya parameter penilaian masing-masing untuk meminang laptop idaman. Jika saya cukup dengan penjelasan di atas, Anda belum tentu sama. ZenBook 13, 14, 15 menjadi lebih worthy to have dengan spesifikasi gahar lainnya.

Bagian keyboard dan touchpad misalnya. ZenBook terbaru dilengkapi dengan keyboard backlit ukuran penuh yang memberikan pengalaman lebih baik dalam mengetik bahkan ketika berpergian–tetap enak meski mengetik di dalam mobil ya. Engsel ErgoLift pada ZenBook juga memudahkan laptop ini dimiringkan pada sudut yang sempurna. Kekerenan ZenBook 13 dan 14 bertambah lagi dengan Numpad yang bisa muncul dengan menekan tombol kecil pada touchpad-nya.

Dari sektor layar, ketiga laptop manis ini dibekali dengan layar Full HD 1920 x 1080 piksel untuk ZenBook 13 dan 14, serta 3820 x 2160 piksel untuk ZenBook 15. Resolusi layar full HD ini akan menampilkan gambar secara tajam dan jernih.

Dengan seabrek keunggulan yang bikin ngiler dari ASUS ZenBook 13, 14 dan 15, saya sih ngidam banget. Laptop ini layak menjadi idaman karena bodinya yang ramping, stylish dan kompak. Diperkuat dengan dapur pacu yang mumpuni serta daya tahan baterai yang panjang. Ketiga kakak beradik ini cocok untuk menjadi teman keseharian kita yang sibuk dan memiliki mobilitas yang tinggi.

Kalau saya sih “yes”, bagaimana dengan Anda?[]

Spesifikasi ZenBook UX333, UX433 dan UX533

Dimensi302 x 189 x 16,9 mm (UX333)
319 x 199 x 15,9 mm (UX433)
354 x 220 x 17,9 mm (UX533)
Berat1,19 Kg dengan baterai (UX333 dan UX433)
1,67 Kg dengan baterai (UX533)
Baterai50WHrs 3-cell battery (UX333 dan UX433)
73WHrs 4-cell battery (UX533)
CPUIntel Core i5 8265U Quad Core Processor (6M Cache, up to 3.4GHz)
Intel Core i7 8565U Quad Core Processor (8M Cache, up to 4.6GHz)
OSWindows 10 Home
MemoryHingga 16GB LPDDR3 RAM
StorageHingga 512GB M.2 NVMe PCIe SSD
Display13.3" (16:9) FHD (1920 x 1080) Nano Edge Display (UX333)

14" (16:9) FHD (1920 x 1080) Nano Edge Display (UX433)

15.6" (16:9) FHD (1920 x 1080) Nano Edge Display (UX533)
GraphicIntegrated Intel UHD Graphics 620 (UX333)
Discrete NVIDIA GeForce MX150 (UX333 dan UX433)
Discrete NVIDIA GeForce GTX 1050 Max-Q (UX533)
I/O1 x USB 3.1 Type-C (GEN2), 1 x USB 3.1 Type-A (Gen2), 1 x USB 3.1 Type-A (Gen1), 1 x HDMI, 1 x Mic-in/headphone out jack, 1 x MicroSD Card Reader
KameraHD IR/RGB Combo Camera
KoneksiDual-band 802.11ac gigabit-class Wi-Fi, Bluetooth 5.0
AudioHarman Kardon dengan teknologi ASUS SonicMaster surround sound, Array Mic dengan dukungan Cortana
WarnaRoyal Blue, Icicle Silver, Burgundy Red
Garansi2 tahun garansi global

*sumber tabel spesifikasi: http://nextren.grid.id/read/011606554/spesifikasi-ultrabook-asus-zenbook-ux333-ux433-dan-ux-533-yang-resmi-dijual-di-indonesia