Sarat Manfaat, Sawit Kuat Indonesia Hebat

Kemarin paman saya dengan bangga memposting sebuah video rekamannya di WhatsApp Group (WAG) Keluarga. “Bulan ini insyaa Allah 35 ton, dan akan datang lagi” tulisnya pada caption. Yang beliau maksud dengan 35 ton ini adalah pupuk, tepatnya pupuk sawit.

Tidak seperti di zaman saya kanak-kanak, di mana paman datang dari desa membawa sayur-mayur segala rupa, khusus di keluarga saya, justru kami yang mengunjungi paman. Saya pun tak pernah menghitung, entah sudah berapa kali saya mengunjungi beliau ke domisilinya saat ini.

Yang lekat di pikiran saya hanyalah beliau tinggal di Riau, tepatnya di Petapahan, di mana di kiri-kanan jalan hampir selalu dihiasi oleh kebun sawit. Ketika awal mula “hijrahnya”, paman hanya membuka kedai Nasi Padang, tapi karena potensi sawit semakin gadang (besar), beliau mulai menjual pupuk.

Tapi kenapa ya dari tahun ke tahun kebun sawit semakin meningkat? Bahkan jadi komoditas ekspor unggulan Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari berbagai manfaat sawit yang menjadikannya diminati dunia.

Bak Kelapa, Berbagai Bagian Tanaman Kelapa Sawit Juga Sarat Guna

Ada satu hal yang “mengusik” pikiran saya tentang tanaman sawit ini, yaitu kenapa ia juga disebut “kelapa”–umumnya sawit disebut dengan “kelapa sawit”. Usut punya usut ternyata sawit dengan kelapa masih satu keluarga, yaitu famili Arecacea. Dari segi tampilannya juga ada kesamaan, bedanya hanya bentuk pohon dan ukuran buah—ukuran buah sawit lebih kecil namun struktur buahnya hampir sama.

Nah, kalau secara fisik ada kesamaan, bagaimana dengan manfaatnya? Sebagaimana yang kita ketahui, semua bagian tanaman kelapa ada manfaatnya. Mulai dari akar hingga ke pucuknya, lantas bagaimana dengan (kelapa) sawit?

Mungkin tak banyak orang yang tahu, kalau ternyata sebagian besar bagian tanaman sawit juga banyak fungsinya. Yuk, kita bahas satu-persatu.

Batang

Seorang teman saya sesama mahasiswa S3 kini tengah meneliti batang sawit sebagai bahan pakan ternak. Katanya batang sawit punya potensi untuk ini. Selain itu batang sawit juga bisa diolah menjadi bahan baku furnitur. Manfaat dari batang sawit akan lebih banyak lagi jika dibawa ke ranah penelitian ilmiah.

Tandan Kosong

Bersama dosen pembimbing, saya pernah meneliti serat nano dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS), dan alhamdulillah artikel tersebut bisa terbit di jurnal internasional, kalau penasaran bisa klik di sini. Hebatnya lagi, TKKS juga bisa diolah menjadi kertas, pupuk organik atau juga bahan bakar seperti briket.

Akar

Sebuah penelitian melaporkan bahwa masyarakat Togo (Afrika) menggunakan akar kelapa sawit (E. guineensis) sebagai obat epilepsi [1]. Namun penggunaan ini masih berdasarkan tradisi sehingga perlu dilakukan penelitian lebih dalam. 

Daun

Daun dari kepala sawit sendiri memiliki potensi untuk diolah menjadi kompos. Selain itu, daun sawit juga bisa dijadikan bahan pembuatan pakan ternak. Namun, tentu saja tidak diberikan mentah-mentah seperti rumput ya, harus diolah dan difermentasi dulu. Sementara pelepah daunnya dapat digunakan untuk alat-alat rumah tangga.

Buah

The last but not least, tentu saja buahnya. Buah kelapa sawit nyatanya memiliki berbagai manfaat yang sudah kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari minyak hingga bahan makanan. Pelumas, biodisel hingga produk kecantikan dan sebagainya.

Dengan semua manfaat yang telah dijabarkan di atas, tentu menjadi masuk akal kenapa sawit menjadi komoditas unggulan Indonesia. Bahkan Indonesia bersama Malaysia menjadi penyuplai sawit terbesar dunia—totalnya mencapai 85% kebutuhan sawit dunia lho. Lebih hebatnya lagi, pada tahun 2017 saja, industri sawit menyumbang devisa hingga 300 triliyun rupiah [2]. Wow.

Well, nyatanya sawit itu baik—baik dari nilai guna dan kontribusi bagi ekonomi negara. Namun sayangnya banyak terjadi misinformasi di tengah masyarakat hari ini. Terkait hal ini, sudah seyogyanya itu menjadi tanggung jawab kita bersama. #BicaraSawit agaknya tak cukup hanya sepintas saja, karena komoditi ini amat menarik, sehingga dibutuhkan kampanye informasi yang baik. Akhir kata, yuk bersama-sama berusaha menjadikan sawit kita kuat, untuk Indonesia yang hebat.[]