Kemajuan Transportasi Indonesia, Kunci Pembangunan yang Lebih Merata

Ketika kita memiliki mimpi yang besar, dapat dipastikan halangan dan rintangan untuk mencapainya juga akan besar. Kenapa demikian? Ya, karena memang sudah begitu hukum alamnya. Ini seperti sebuah pohon yang terus tumbuh. Semakin tinggi sebuah pohon tumbuh, maka akan semakin besar angin yang menerpanya. Senada, semakin tinggi sebuah mimpi diaturkan, maka akan semakin besar pula badai yang akan menggoncangnya. Badai itu,… seperti sikap skeptis, cemooh hingga hinaan.

Hei, dahulu siapa coba yang akan percaya bahwa besi bisa terbang? Wright Bersaudara—penemu pesawat efektif pertama—bahkan ditertawakan sebelum mereka berhasil terbang dengan pesawat rancangan mereka. Di Indonesia sendiri, B.J. Habibie juga diterpa berbagai sentimen miring saat ingin membangun industri dirgantara di Indonesia. Namun sekarang, lihatlah oleh mata kepala kita masing-masing, langit kita sudah dilalu-lalangi oleh burung besi itu. Dengan ratusan ribu penerbangan dan belasan juta penumpang pesawat terbang setiap tahunnya.

Lantas, jika saya bilang saya punya mimpi di mana pembangunan di Indonesia bisa merata. Semua daerah sama-sama makmur dan masyarakat menjadi sejahtera. Bagaimana menurut Anda? Apakah itu suatu hal yang mungkin untuk diwujudkan? Menurut saya itu mungkin, asal kita bisa terus meningkatkan kualitas transportasi yang mempunyai peran penting dalam perhubungan.

Transportasi Unggul Sebagai Kunci Pemerataan Pembangunan

Sebagai orang Indonesia asli, saya bangga dilahirkan dan tumbuh di negeri ini. Bukankah negeri ini adalah sejumput tanah surga? Dengan ragam budaya dan bahasa. Tujuh belas ribu lebih pulau dari yang terbesar hingga terkecil.

Kekayaan negeri ini adalah sesuatu yang sangat patut dibanggakan. Hanya saja, mencapai kesejahteraan masyarakat di segala sektor bukanlah pekerjaan mudah yang bisa diwujudkan dalam waktu yang sebentar saja—sebab ia tak seperti Ujian Akhir Semester mahasiswa yang bisa dikebut semalam saja. Kesejahteraan itu bisa dicapai saat semua sektor berjalan dengan baik, salah satunya adalah sektor pembangunan. Adanya pembangunan yang merata hingga ke daerah yang bisa diwujudkan dengan meningkatkan kualitas transportasi.

Hal ini menjadi penting karena ketika transportasi unggul, pemerataan pembangunan akan mudah dicapai. Ah, masa? Iya kok, sebab transportasi menciptakan konektivitas yang akan membawa hal-hal baik seperti berikut ini:

Terbukanya akses masuk dan keluar dari suatu daerah

Dampak baik pertama yang dibawa oleh ketersediaan transportasi adalah terbukanya akses masuk dan keluar dari suatu daerah. Artinya, orang luar—katakanlah perantau—bisa masuk ke suatu daerah dan ikut membangun daerah itu. Bukankah Jakarta menjadi maju karena banyaknya perantau yang ikut membangun di sana? Selain akses masuk, akses keluar juga sangat penting, karena orang-orang daerah bisa keluar untuk mencari peruntungan yang pada akhirnya juga akan digunakan untuk membangun daerah asal mereka.

Distribusi barang jadi lebih mudah

Pemerataan pembangunan sangat terkait dengan mudah atau tidaknya distribusi barang/jasa. Ketika jalur dan moda transportasi tidak memadai ke suatu daerah, barang/jasa yang dibutuhkan dalam pembangunan akan sulit masuk. Pun kalau masuk, harganya pasti sangat mahal. Mahalnya harga ini membuat pembangunan di daerah terhambat. Namun, ketika suatu daerah dengan daerah lainnya telah terkoneksi dengan transportasi yang memadai, distribusi barang/jasa akan lebih mudah dan pembangunan juga akan lebih mudah.

Berkembangnya ekonomi suatu daerah yang mendorong pemerataan pembangunan

Terbangunnya konektivitas akibat transportasi secara langsung juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Akses keluar masuk yang mudah membuat lebih banyak orang masuk ke suatu daerah—yang tentu saja akan mendorong meningkatnya transaksi ekonomi. Hal ini akan berdampak pada pendapatan daerah terkait sehingga memiliki dana yang cukup untuk melakukan pembangunan.

Terdorongnya pembangunan sumber daya manusia

Satu hal yang tak kalah hebatnya, konektivitas tidak hanya akan mendorong pembangunan infrastruktur di suatu daerah tetapi juga pembangunan sumber daya manusianya. Kenapa demikian? Karena adanya konektivitas membuat mudahnya pengajar-pengajar berkualitas masuk ke suatu daerah. Selain itu, anak-anak daerah juga punya akses untuk keluar dari daerahnya untuk menimba ilmu pengetahuan di kota atau daerah maju lainnya.

Setelah semua penjabaran di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa konektivitas yang tercipta karena transportasi memberikan dampak nyata pada pemerataan pembangunan, bukan? Dan kabar baiknya, perkembangan transportasi Indonesia menunjukkan tren positif dalam 5 tahun terakhir. Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia, telah berusaha keras untuk mewujudkan transportasi unggul untuk Indonesia maju.

Tren Positif Perkembangan Transportasi Indonesia 5 Tahun Terakhir

Pembaca yang budiman, nyatanya ketika kita berbicara tentang “konektivitas” ataupun “perhubungan”, setidaknya ada dua terminologi yang agaknya bisa kita gunakan yaitu “titik” dan “garis”. Di dalam bab transportasi, “titik” ini merupakan terminal, stasiun, dermaga/pelabuhan hingga bandar udara. Sedangkan “garis” merupakan jalan atau rute. Logikanya sederhana, semakin banyak titik, maka semakin banyak garis yang dapat dibuat. Bukankah garis adalah gabungan dari beberapa titik? (Yak, jadi buka-buka pelajaran ini ceritanya, hehe)

Persoalan titik dan garis ini, kalau kita lihat dalam 5 tahun terakhir (2015-2019), pemerintah melalui Kemenhub sangat layak untuk diapresiasi. Pasalnya, Kemenhub telah berhasil menciptakan tren positif dan sektor transportasi Indonesia. Berbagi titik dan garis transportasi baru telah dibuat. Tidak hanya di sektor darat lho, tetapi juga sektor udara dan laut.

Sektor Perhubungan Darat. Capaian Kemenhub 5 tahun terakhir dalam sektor perhubungan darat meliputi pembangun infrastruktur yang meliputi saran dan prasarana angkutan penyebrangan, terminal bus, hingga pembangunan moda transportasi Bus Rapid Transit (BRT). Tercatat sebanyak 2.128 unit BRT telah diadakan di kota-kota besar sebagai armada transportasi umum massal. Selain itu, 83 lokasi terminal juga sudah direhabilitasi. Sementara untuk pelabuhan penyebrangan, terhitung 24 lokasi pelabuhan penyebrangan telah dibangun. Pembangunan pelabuhan penyebrangan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan transportasi dan konektivitas antarwilayah di Indonesia.

Oh ya, di sektor perkereta apian juga dilakukan pembangunan, seperti 45 unit stasiun/bangunan operasional kereta api, 853 kilometer spoor pembangunan dan reaktivitasi jalur KA dengan 394 km peningkatan dan rehabilitasi jalur.

Sektor Perhubungan Laut. Di sektor perhubungan laut, pemerintah melalui Kemenhub telah membangun 115 lokasi pelabuhan non komersil dan 100 lokasi pembangunan kapal pendukung tol laut. Khusus untuk tol laut sendiri, sudah ada 18 trayek untuk pengangkutan barang. Nah, untuk armada kapalnya sendiri, pemerintah sudah menyediakan 158 kapal lho. Kapal-kapal ini terdiri dari 113 unit kapal perintis, 4 kapal tol laut utama untuk pengangkut logistik, 15 unit kapal kontainer feder, 6 kapal ternak dan 20 unit kapal rede. Dengan demikian, distribusi material menjadi lebih mudah demi mencapai pemerataan pembangunan.

Sektor Perhubungan Udara. Sementara untuk sektor perhubungan udara, 5 tahun terakhir ini Kemenhub sudah membangun 15 bandar udara baru. Selain itu berbagai terminal bandara juga sudah dilakukan rehabilitasi dan pembangunan baru.

Edukasi Terkait Perhubungan. Selain ketiga sektor di atas, edukasi terhadap masyarakat mengenai perhubungan juga merupakan hal yang penting untuk dibahas. Nah, lima tahun terakhir, Kemenhub juga gencar melakukan berbagai edukasi terhadap masyarakat. Hal ini bisa dilihat pada berbagai konten edukasi yang dipublikasikan di media sosial Kemenhub seperti di Instagram Kemenhub. Desain konten edukasinya juga menarik dan sarat informasi.

Tren positif perkembangan transportasi Indonesia ini menjadi angin segar bagi kita, bahwa kita punya harapan. Harapan untuk menjadi bangsa yang besar, tidak hanya pada jumlah penduduknya, tetapi juga kemandirian dan kesejahteraan bangsa.

Penutup : Partisipasi Bersama Untuk Kemajuan Transportasi dan Negeri Kita

Tak dapat dipungkiri memang bahwa salah satu indikator majunya sebuah bangsa adalah unggulnya transportasi bangsa tersebut. Majunya perhubungan yang mendorong berkembangnya sektor-sektor yang lain. Alhamdulillah, kita patut bersyukur bahwa Kemenhub RI telah berusaha keras untuk menghadirkan transportasi yang baik bagi kita sehingga dapat dijadikan sarana untuk pemerataan pembangunan. Sehingga mimpi-mimpi kita tentang majunya pembangun Indonesia mulai terang. Dan bukan tidak mungkin, semua daerah Indonesia akan menjadi daerah maju. Dari Sabang ke Merauke, dari Pulau Miangas ke Pulau Rote.

Hanya saja, konektivitas untuk pembangunan soalnya munculnya titik-titik atau garis-garis baru dalam belantara pertransportasian kita. Konektivitas, menurut hemat saya, juga munculnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam memajukan dan menjaga transportasi kita. Artinya, tidak hanya “membebankan” semua pekerjaan pada pemangku kebijakan, masyarakat juga harus turun tangan. Cara bagi masyarakat untuk berpartisipasi itu banyak, seperti membayar patuh membayar pajak hingga menjadi sarana dan prasarana transportasi kita.

Pada akhirnya, semoga kita semua dapat bersinergi. Membangun dan menjaga konektivitas untuk menciptakan transportasi unggul yang dapat mendorong pemerataan pembangun. Tranportasi unggul, Indonesia maju. Jaya selalu negeriku.[]

sebuah catatan dari seorang pemuda di tepi barat Indonesia

error:
Copy link
Powered by Social Snap