Kenapa Harus Kuliah di Perguruan Tinggi Kedinasan?

Beberapa bulan ini banyak masyarakat yang ikut seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menjadi PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjadi impian banyak orang. Gaji yang mencukupi dan masa pensiun terjamin adalah alasan terkuat mereka. Selain melalui seleksi PNS, ada jalur lain yang bisa ditempuh untuk menjadi seorang abdi negara. Cara ini tidak bisa diikuti sembarang orang, apa itu?

Berkuliah di Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK). PTK adalah unit pendidikan yang berada di bawah suatu instansi, selain di bawah DIKTI. Beberapa PTK memberikan privilege kepada mahasiswanya berupa ikatan dinas, ini artinya setelah lulus, para mahasiswa akan langsung bekerja sesuai dengan instansi yang ditentukan. Beberapa diantara PTK yang juga ikatan dinas adalah Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN), Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS), STMKG (Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), IPDN (Institut Pendidikan Dalam Negeri), dan lainnya.

Lalu, Apa Lagi Alasan Harus Kuliah di PTK?

Keuntungan langsung diangkat PNS menjadikan banyak orangtua yang menyuruh anaknya untuk menjadikan PTK sebagai salah satu tujuan melanjutkan pendidikan. Berbagai bimbingan belajar (bimbel) yang khusus memberikan bimbingan untuk tes masuk PTK makin menjamur di berbagai kota di Indonesia. Tapi, apakah cuma itu alasan untuk berkuliah di PTK? Tentu tidak. Berikut beberapa alasan yang bisa dijadikan pertimbangan untuk melanjutkan perkuliahan di PTK.

Memiliki Teman dari Seluruh Nusantara

Sekolah kedinasan sudah dipastikan diisi oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang, baik itu suku, ras, agama, dan lainnya. Hal ini tentunya berdampak baik bagi mahasiswa. Mereka akan belajar tentang pentingnya perbedaan dan toleransi dengan beragamnya perbedaan yang ada di dalam PTK. Selain itu, relasi yang didapat selama masa perkuliahan terbentang dari Sabang sampai Merauke. Banyaknya koneksi dari berbagai daerah akan membantu nantinya ketika berada di dunia kerja.

Tidak Membebani Orangtua

Banyak PTK yang menggratiskan biaya pendidikannya. Biasanya instansi terkait yang akan menanggung dana pendidikan kampus tersebut. Ini tentunya akan sangat membantu perekonomian keluarga. Apalagi bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, selain berjuang dengan Bidikmisi, mencoba untuk masuk di PTK bisa jadi pilihan. Selain gratis biaya pendidikan, beberapa sekolah kedinasan memberikan uang saku bagi mahasiswanya.

Belajar dari Perspektif Berbeda

Sekolah kedinasan memiliki mahasiswa dari beragam latar belakang. Selain dari tampilan fisik, pemikiran mereka pun sangat beragam. Ada yang masuk karena memang mengincar PTK tersebut, ada yang terpaksa disuruh orangtua, ada yang tidak sengaja, dan banyak alasan lainnya. Beragam motif ini bisa dijadikan pelajaran bagi mahasiswa lain. Berbagai perspektif yang ada bisa menjadi pembelajaran untuk lebih memahami dunia yang penuh dengan berbagai hal ini.

Belajar Mencintai Indonesia

PTK diurus oleh suatu instansi yang artinya berbagai operasional di dalamnya berasal dari uang rakyat. Mahasiswa yang bersekolah di sekolah kedinasan akan merasakan betapa berharganya tiap uang yang dikeluarkan rakyat untuk negara. Ini nantinya akan membuat mahasiswa berupaya untuk mencintai Indonesia. Bukan dengan mendukung pemerintah membabi buta, namun dengan memberikan masukan yang positif untuk pemerintah agar Indonesia bisa terus maju.

Masa Depan Jelas

Di atas sudah dijelaskan bahwa beberapa PTK langsung mengikat mahasiswanya dengan ikatan dinas. Mendapatkan pekerjaan di zaman sekarang tentunya merupakan hal yang tidak mudah. Bisa langsung bekerja setelah lulus kuliah tentunya menjadi impian banyak orang terutama orangtua terhadap anaknya. Masuk PTK berarti memilih masa depan yang jelas.

Membantu Membangun Indonesia

PTK biasanya dibuat sesuai dengan instansi terkait. Contohnya PKN STAN yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan menghasilkan lulusan dengan keahlian di bidang keuangan atau Polstat STIS yang berada di bawah naungan Badan Pusat Statistik menghasilkan lulusan dengan keahlian di bidang statistika. Adanya spesialisasi yang sudah tercermin dengan instansi terkait berarti lulusan yang dihasilkan mampu bekerja untuk keperluan yang dibutuhkan Indonesia. Ini artinya alumni sekolah kedinasan ketika diterjunkan ke masyarakat bisa langsung membantu membangun Indonesia.

Itu tadi beberapa alasan kenapa harus sekolah di PTK. Pilihan untuk berkuliah ada pada diri sendiri. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba melihat keuntungan yang bisa didapat dari berkuliah di sekolah kedinasan, seperti kepastian masa depan dan kesempatan untuk berkontribusi terhadap Indonesia.


*Artikel ini ditulis oleh Muhammad Rifqi Saifudin

Muhammad Rifqi Saifudin, biasa dipanggil Rifqi atau Pudin. ASN di lingkungan Kementerian Keuangan yang gemar berkelana dengan membaca. Mengelola blog pribadi di coretanrifqi.com dan senang berkicau di twitter @mrifqi_s

Tinggalkan komentar

error: