Sibuk Kerja Tak Berkesudahan? Jaga Kesehatan dengan Khasiat Rimpang 3 Sekawan

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.0.4″ custom_padding=”||3px|||”][et_pb_row _builder_version=”4.0.4″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_post_title categories=”off” comments=”off” featured_image=”off” _builder_version=”4.0.4″ title_font=”Poppins|700|||||||” title_text_align=”center” title_font_size=”35px” title_line_height=”1.5em” meta_text_align=”center” custom_padding=”|100px||100px|false|false” custom_padding_tablet=”|0px||0px|false|false” custom_padding_phone=”|0px||0px|false|false” custom_padding_last_edited=”on|tablet”][/et_pb_post_title][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.0.4″ custom_padding=”0px||4px|||”][et_pb_row _builder_version=”4.0.4″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_image src=”https://ajopiaman.com/wp-content/uploads/2019/11/tiga.png” _builder_version=”4.0.4″][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.0.4″ custom_padding=”0px|||||”][et_pb_row column_structure=”1_2,1_2″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ text_text_color=”#000000″ text_line_height=”1.8em”]

Matahari pagi telah menyingsing. Saya dan istri bersiap-siap untuk berangkat kerja. Namun tak seperti biasanya, waktu itu sang “ibu negara” kurang bersemangat untuk berangkat. Usut punya usut, ternyata perutnya lagi sakit karena nyeri haid.

Ia bilang pengen gak masuk kerja saja. Saya tanya “memang bisa?”–pasalnya itu akan memakan jatah cuti. Namun jawabannya cukup membuat saya terdiam dan terheran-heran, “Karyawati yang sedang nyeri haid boleh cuti kok, kan ada aturannya.” selorohnya.

Eh, iya kah?

Sebab penasaran, saya coba berseluncur di internet. Ternyata memang benar, ada aturan resmi yang bilang karyawati berhak cuti saat haid hari pertama. Ya ampun, kok saya baru tahu ya.

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ text_text_color=”#000000″ text_line_height=”1.8em”]

Ada pun peraturan yang menjelaskan ini termaktub dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Di lain waktu, istri saya juga pernah mengeluh, katanya kalau seorang perempuan haid ia bisa bersikap moody. Kerja jadi tidak semangat, apalagi jika disertai perut yang nyeri. Muaranya ke produktivitas kerja. Pun ketika bisa sedikit “santai” saat kedatangan tamu bulanan, itu hanya perkara menunda pekerjaan, karena toh besok-besoknya juga harus dikerjakan juga—mana menumpuk pula.

Jadi, kalau bisa dikerjakan secepatnya, kenapa mesti menunda-nunda?

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.0.4″ background_color=”#106E49″][et_pb_row _builder_version=”4.0.4″ custom_padding=”||24px|||”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ header_2_font=”|600|||||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#ffffff” header_2_line_height=”1.6em” header_2_font_size_tablet=”” header_2_font_size_phone=”22px” header_2_font_size_last_edited=”on|phone”]

Nyeri Haid Bukan Satu-satunya Penghambat Produktivitas Kerja

[/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ text_text_color=”#ffffff” text_line_height=”1.8em”]

Jika pekerjaan istri saya kerap terganggu ketika tamu bulanannya datang, tentu saja saya tidak begitu. Hei, tidak mungkin pula saya bisa merasakan hal yang sama. Pun demikian, saya kerap berempati padanya yang sering ngelapor “perutku sakit, Da”.

Yah, terlepas dari itu, nyatanya nyeri haid bukan satu-satunya hal yang bisa menghambat produktivitas kerja lho. Masih banyak hal lainnya yang bisa mempengaruhi itu. Dan masalah kesehatan menjadi faktor mayor yang menentukan produktivitas itu.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row column_structure=”1_2,1_2″ _builder_version=”4.0.4″ custom_padding=”0px|||||”][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ text_text_color=”#ffffff” text_line_height=”1.8em” custom_padding=”30px|||||” custom_padding_tablet=”0px||||false|false” custom_padding_phone=”” custom_padding_last_edited=”on|phone”]

Sebuah artikel ilmiah di jurnal Population Health Management melaporkan bahwa ada kaitan erat antara kondisi kesehatan dengan produktivitas. Ketika seorang pekerja sakit, produktivitas kerjanya akan berkurang secara drastis. Penelitian ini mengambil survey dari 1 juta orang lebih di rentang usia 18-70 tahun di Amerika Serikat selama kurun waktu 2007-2009.

Hasilnya, lebih dari setengah (56%) dari peserta survei melaporkan setidaknya mereka memiliki 1 kondisi kesehatan yang harus ditangani. Tiga dari 17 kondisi kesehatan dengan persentase terbesar yaitu kelebihan berat badan/obesitas (44%), alergi (28%) dan tekanan darah tinggi (20%).

Data penelitian tadi menggambarkan bahwa kesibukan kerja seringkali menjadikan kita abai untuk memperhatikan kondisi kesehatan. Jika ini berlanjut, bukan tak mungkin berbagai penyakit bisa bersarang di tubuh kita.

Saya pribadi memiliki masalah alergi yang kerap membuat produktivitas kerja saya menurun. Kalau alerginya sudah akut, seringkali membawa penyakit flu. Nah, kalau sudah flu itu, apa-apa jadi malas. Mengurusi disertasi malas, memikirkan soal artikel ilmiah apalagi. Pun ketika ada mahasiswa S1 membutuhkan saya untuk berdiskusi tentang penelitiannya, saya tidak bisa fokus. Kesudahannya saya pulang lebih awal dari kampus.

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”4.0.4″ background_color=”#ffdd77″ custom_padding=”30px|30px|30px|30px|false|false” border_radii=”on|25px|25px|25px|25px”][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ header_3_font=”|600|||||||” header_3_text_align=”center” header_3_text_color=”#000000″ header_3_font_size=”18px” header_3_line_height=”1.5em” custom_margin=”||13px|||”]

10 Teratas masalah kesehatan pengganggu produktivitas

[/et_pb_text][et_pb_counters _builder_version=”4.0.4″ title_text_color=”#000000″ custom_margin=”-14px|||||” border_radii=”on|50px|50px|50px|50px”][et_pb_counter percent=”44″ _builder_version=”4.0.4″ title_text_color=”#000000″ title_font_size=”15px” title_line_height=”1.8em” background_color_default=”#dddddd” background_enable_color_default=”on” parallax_default=”off” parallax_method_default=”on” bar_background_color_default=”#2ea3f2″ use_percentages=”on” allow_player_pause_default=”off”]Overweight/Obese[/et_pb_counter][et_pb_counter percent=”28″ _builder_version=”4.0.4″ title_text_color=”#000000″ title_font_size=”15px” title_line_height=”1.8em” background_color_default=”#dddddd” background_enable_color_default=”on” parallax_default=”off” parallax_method_default=”on” bar_background_color_default=”#2ea3f2″ use_percentages=”on” allow_player_pause_default=”off”]Allergies[/et_pb_counter][et_pb_counter percent=”20″ _builder_version=”4.0.4″ title_text_color=”#000000″ title_font_size=”15px” title_line_height=”1.8em” background_color_default=”#dddddd” background_enable_color_default=”on” parallax_default=”off” parallax_method_default=”on” bar_background_color_default=”#2ea3f2″ use_percentages=”on” allow_player_pause_default=”off”]High blood pressure[/et_pb_counter][et_pb_counter percent=”17″ _builder_version=”4.0.4″ title_text_color=”#000000″ title_font_size=”15px” title_line_height=”1.8em” background_color_default=”#dddddd” background_enable_color_default=”on” parallax_default=”off” parallax_method_default=”on” bar_background_color_default=”#2ea3f2″ use_percentages=”on” allow_player_pause_default=”off”]High cholesterol[/et_pb_counter][et_pb_counter percent=”12″ _builder_version=”4.0.4″ title_text_color=”#000000″ title_font_size=”15px” title_line_height=”1.8em” background_color_default=”#dddddd” background_enable_color_default=”on” parallax_default=”off” parallax_method_default=”on” bar_background_color_default=”#2ea3f2″ use_percentages=”on” allow_player_pause_default=”off”]Heartburn[/et_pb_counter][et_pb_counter percent=”11″ _builder_version=”4.0.4″ title_text_color=”#000000″ title_font_size=”15px” title_line_height=”1.8em” background_color_default=”#dddddd” background_enable_color_default=”on” parallax_default=”off” parallax_method_default=”on” bar_background_color_default=”#2ea3f2″ use_percentages=”on” allow_player_pause_default=”off”]Arthritis[/et_pb_counter][et_pb_counter percent=”10″ _builder_version=”4.0.4″ title_text_color=”#000000″ title_font_size=”15px” title_line_height=”1.8em” background_color_default=”#dddddd” background_enable_color_default=”on” parallax_default=”off” parallax_method_default=”on” bar_background_color_default=”#2ea3f2″ use_percentages=”on” allow_player_pause_default=”off”]Smoker[/et_pb_counter][et_pb_counter percent=”8″ _builder_version=”4.0.4″ title_text_color=”#000000″ title_font_size=”15px” title_line_height=”1.8em” background_color_default=”#dddddd” background_enable_color_default=”on” parallax_default=”off” parallax_method_default=”on” bar_background_color_default=”#2ea3f2″ use_percentages=”on” allow_player_pause_default=”off”]Depression[/et_pb_counter][et_pb_counter percent=”7″ _builder_version=”4.0.4″ title_text_color=”#000000″ title_font_size=”15px” title_line_height=”1.8em” background_color_default=”#dddddd” background_enable_color_default=”on” parallax_default=”off” parallax_method_default=”on” bar_background_color_default=”#2ea3f2″ use_percentages=”on” allow_player_pause_default=”off”]Migraine[/et_pb_counter][et_pb_counter percent=”6″ _builder_version=”4.0.4″ title_text_color=”#000000″ title_font_size=”15px” title_line_height=”1.8em” background_color_default=”#dddddd” background_enable_color_default=”on” parallax_default=”off” parallax_method_default=”on” bar_background_color_default=”#2ea3f2″ use_percentages=”on” allow_player_pause_default=”off”]Pain[/et_pb_counter][/et_pb_counters][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ text_text_color=”#000000″][Sumber data] Rebecca J. Mitchell dan Paul Bates. 2011. Measuring Health-Related Productivity Loss. Population Health Management. doi: 10.1089/pop.2010.0014

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.0.4″ custom_padding=”0px|||||”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ text_text_color=”#ffffff” text_line_height=”1.8em”]

Saya sekarang “bekerja” sebagai seorang mahasiswa program doktoral di sebuah perguruan tinggi negeri di kota saya. Meski kerja fisik tak seberat orang-orang di lapangan, percayalah saya kerap sakit karena sibuk mengerjakan penelitian dan memikirkan bagaimana harus membuat analisis yang reasonable di naskah-naskah jurnal ilmiah.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.0.4″ custom_padding=”||95px|||”][et_pb_row _builder_version=”4.0.4″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ header_2_font=”|600|||||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#000000″ header_2_line_height=”1.6em” header_2_font_size_tablet=”” header_2_font_size_phone=”22px” header_2_font_size_last_edited=”on|phone”]

Khasiat Alami dari Rimpang 3 Sekawan, Tetap Sehat di Tengah Kesibukan

[/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ text_text_color=”#000000″ text_line_height=”1.8em”]

Sepakat kah Anda bahwa “menjadi sibuk” adalah hak semua manusia? Hmm, itu berarti “menjadi tak sibuk” juga hak lainnya. Ah, apa pun itu, yang jelas setiap kita berhak untuk menentukan bagaimana kita akan menjalani rutinitas harian kita.

Tapi, tunggu dulu. Sebelum menyibukkan diri dengan pekerjaan apapun, ketahuilah bahwa tubuh kita juga punya hak. Kita tidak dilarang untuk menjadi sibuk, hanya saja kita perlu menjaga tubuh kita agar tetap sehat meski pekerjaan sangat ketat dan rapat.

Banyak kiat yang bisa dilakukan agar bisa menjaga kesehatan tubuh meskipun sibuk bekerja, beberapa di antaranya adalah rutin berolah raga dan istrirahat yang cukup. Saya rasa, hal itu sudah Anda ketahui atau bahkan Anda jalankan. Hanya saja, ada satu kiat lagi yang agaknya masih jarang diperhatikan oleh kebanyakan orang. Yaitu, mengasup tubuh dengan suplemen khusus untuk membuatnya tetap sehat.

Bukan. Bukan dengan obat-obatan kimia. Melainkan dengan ramuan dari tanaman obat. Dan, tahukah Anda, terdapat hingga 9.600 tanaman obat yang tumbuh di Indonesia, namun sayang belum banyak yang dimanfaatkan dengan optimal. Nah, dari yang belum banyak itu, ada 3 rimpang (umbi) yang sangat populer dan bisa kita gunakan untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Ketiga rimpang itu adalah kunyit, temulawak, dan jahe.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.0.4″ background_color=”#FA7C15″][et_pb_row column_structure=”3_5,2_5″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_column type=”3_5″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ header_2_font=”|600|||||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#000000″ header_2_line_height=”1.6em” header_3_font=”Poppins|600|||||||” header_3_text_color=”#000000″ header_3_font_size=”40px”]

Kunyit

[/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ text_text_color=”#000000″ text_line_height=”1.8em” custom_padding=”||55px|||”]

Kunyit (Curcuma longa) merupakan  tanaman rempah-rempah yang banyak ditemukan di Indonesia. Baik umbi dan daun kunyit bisa dipakai untuk bumbu masakan. Namun selain sebagai bumbu masakan, umbi (rimpang) kunyit bisa digunakan sebagai obat lho. Kunyit mengandung kurkumin yang merupakan antioksidan. Umbi (rimpang) kunyit memiliki berbagai khasiat seperti mendinginkan badan, membersihkan perut, menghentikan pendarahan, meredakan peradangan, mengendalikan gula darah, menurunkan berat badan hingga mengurangi nyeri haid.

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”2_5″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_image src=”https://ajopiaman.com/wp-content/uploads/2019/11/kunyit.png” disabled_on=”on|on|off” _builder_version=”4.0.4″ width=”100%” max_width=”100%” custom_margin=”-185px||||false|false” custom_margin_tablet=”0px||||false|false” custom_margin_phone=”” custom_margin_last_edited=”on|phone” custom_padding=”0px||0px||false|false”][/et_pb_image][et_pb_text disabled_on=”on|on|off” _builder_version=”4.0.4″ text_text_color=”#ffffff” custom_margin=”-20px||0px||false|false” custom_margin_tablet=”0px||||false|false” custom_margin_phone=”” custom_margin_last_edited=”on|phone”]

Gambar: tribunnews.com

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.0.4″ background_color=”#e09900″][et_pb_row column_structure=”2_5,3_5″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_column type=”2_5″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_image src=”https://ajopiaman.com/wp-content/uploads/2019/11/temulawak.png” disabled_on=”on|on|off” _builder_version=”4.0.4″ custom_margin=”-185px||||false|false” custom_margin_tablet=”0px||||false|false” custom_margin_phone=”” custom_margin_last_edited=”on|phone”][/et_pb_image][et_pb_text disabled_on=”on|on|off” _builder_version=”4.0.4″ text_text_color=”#ffffff” custom_margin=”-20px||0px||false|false”]

Gambar: beritasatu.com

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”3_5″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ header_2_font=”|600|||||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#000000″ header_2_line_height=”1.6em” header_3_font=”Poppins|600|||||||” header_3_text_color=”#000000″ header_3_font_size=”40px”]

Temulawak

[/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=”4.2.2″ text_text_color=”#000000″ text_line_height=”1.8em” custom_padding=”||55px|||” hover_enabled=”0″]

Rimpang kaya khasiat kedua adalah temulawak. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) yang memiliki bentuk yang mirip dengan kunyit ini merupakan tanaman asli Indonesia. Rimpang temulawak mengandung berbagai zat seperti kurkuminoid, minyak atsiri, pati, protein, lemak, selulosa dan mineral. Adapun khasiat dari sari temulawak ini adalah mengatasi masalah sistem penceranaan, mengatasi penyakit sendi, mencegah serta membantu pengobatan kanker, menjaga kesehatan liver, obat antiradang, menambah nafsu makan dan sebagainya.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.0.4″ background_color=”#edef70″][et_pb_row column_structure=”3_5,2_5″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_column type=”3_5″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ header_2_font=”|600|||||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#000000″ header_2_line_height=”1.6em” header_3_font=”Poppins|600|||||||” header_3_text_color=”#000000″ header_3_font_size=”40px”]

Jahe

[/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=”4.2.2″ text_text_color=”#000000″ text_line_height=”1.8em” custom_padding=”||55px|||” hover_enabled=”0″]

Siapa yang tidak kenal dengan jahe? Rimpang satu ini barangkali adalah favorit Anda, terutama jika Anda suka meminum bandrek, sekoteng dan sebagainya. Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman rempah yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Adapun khasiat sari jahe bagi kesehatan adalah sebagai obat anti mual, mengatasi gangguan pencernaan, meningkatkan fungsi otak, meredakan nyeri otot, menangkal infeksi bakteri dan virus. Selain itu, minuman jahe juga bisa menghangatkan tubuh kita.

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”2_5″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_image src=”https://ajopiaman.com/wp-content/uploads/2019/11/jahe.png” disabled_on=”on|on|off” _builder_version=”4.0.4″ custom_margin=”-230px||||false|false” custom_margin_tablet=”0px||||false|false” custom_margin_phone=”” custom_margin_last_edited=”on|phone”][/et_pb_image][et_pb_text disabled_on=”on|on|off” _builder_version=”4.0.4″ text_text_color=”#6b6b6b” custom_margin=”-20px||0px||false|false”]

Gambar: tribunnews.com

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_row _builder_version=”4.0.4″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ header_2_font=”|600|||||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#000000″ header_2_font_size=”22px” header_2_line_height=”1.6em” header_2_font_size_tablet=”” header_2_font_size_phone=”” header_2_font_size_last_edited=”on|desktop”]

Cara Mudah Konsumsi Ramuan Herbal dengan Herbadrink

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.0.4″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_text _builder_version=”4.2.2″ text_text_color=”#000000″ text_line_height=”1.8em” hover_enabled=”0″]

Khasiat rimpang 3 sekawan tadi agaknya sudah menjadi pengetahuan umum masyarakat kita. Meskipun demikian, masih jarang juga masyarakat kita mengonsumsi itu. Alasannya bisa jadi beragam. Pertama, tidak tahu atau repot untuk mengolahnya. Kedua, khawatir dengan efek samping kalau mengolah sendiri. Ketiga, tidak tahu mau cari kunyit, temulawak dan jahe di mana—terlebih jika kita adalah warga perkotaan. Akhirnya, kebaikan alami tersebut tidak bisa didapatkan, padahal mereka bisa membantu kita menjaga kesehatan tubuh di tengah kesibukan pekerjaan.

Hmm, kalau begitu apa ada solusi? Oh, syukurlah ada solusi yang bisa membuat kita mendapatkan khasiat alami tadi dengan mudah. Yaitu, dengan mengonsumsi produk Herbadrink dari Konimex.

Herbadrink adalah minuman herbal alami yang diramu dari resep tradisional Indonesia. Minuman ini diproses dengan teknologi modern namun tetap mempertahankan manfaat alaminya. Produk Herbadrink dikemas praktis dan higienis, mudah dikonsumsi untuk memelihara kesehatan tubuh—terlebih jika kita termasuk pekerja yang tangguh. Tinggal seduh. Dan jangan khawatir, Herbadrink dibuat tanpa pengawet dan tanpa endapan dengan rasa enak dan segar.

Saya dan istri sudah meminumnya. Praktis dan enak. By the way, si “ibu negara” suka minum Herbadrink Kunyit Asam. “Kan belum datang haidnya” ketus saya. Dia bergeming. Hei, memangnya khasiat kunyit asam hanya untuk meredakan nyeri haid? Kan, di atas sudah dibahas berbagai khasiat kunyit.

Oh ya, intipin 3 varian Herbadrink sesuai dengan rimpang 3 sekawan yang sudah kita bahas tadi yok.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row column_structure=”1_3,1_3,1_3″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_column type=”1_3″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_image src=”https://ajopiaman.com/wp-content/uploads/2019/11/Herbadrink-Kunyit-Asam.jpg” _builder_version=”4.0.4″ border_radii=”on|15px|15px|15px|15px”][/et_pb_image][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ header_4_font=”|600|||||||” header_4_text_color=”#000000″ header_4_line_height=”1.5em” custom_margin=”||-1px|||”]

Herbadrink Kunyit Asam

[/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=”4.2.2″ text_text_color=”#000000″ text_line_height=”1.8em” hover_enabled=”0″]

Khasiat utama dari Herbadrink Kunyit Asam adalah membantu melancarkan haid, meredakan nyeri haid dan mengurangi bau badan. Diracik dengan ekstrak kunyit yang setara dengan 3 gram rimpang kunyit dan ekstrak asam jawa serta bahan lainnya.

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_3″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_image src=”https://ajopiaman.com/wp-content/uploads/2019/11/Herbadrink-Sari-Temulawak.jpg” _builder_version=”4.0.4″ border_radii=”on|15px|15px|15px|15px”][/et_pb_image][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ header_4_font=”|600|||||||” header_4_text_color=”#000000″ header_4_line_height=”1.5em” custom_margin=”||-1px|||”]

Herbadrink Sari Temulawak

[/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ text_text_color=”#000000″ text_line_height=”1.8em”]

Varian Herbadrink Sari Temulawak memiliki khasiat membantu memelihara kesehatan hati. Selain itu juga dapat memperbaiki nafsu makan—serta berbagai khasiat alami dari temulawak lainnya. Varian ini enak diminum dengan air dingin lho.

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_3″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_image src=”https://ajopiaman.com/wp-content/uploads/2019/11/Herbadrink-Sari-Jahe.jpg” _builder_version=”4.0.4″ border_radii=”on|15px|15px|15px|15px”][/et_pb_image][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ header_4_font=”|600|||||||” header_4_text_color=”#000000″ header_4_line_height=”1.5em” custom_margin=”||-1px|||”]

Herbadrink Sari Jahe

[/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ text_text_color=”#000000″ text_line_height=”1.8em”]

Nah, kalau ini favorit saya nih. Terlebih saya mengidap alergi terhadap udara dingin. Herbadrink Sari Jahe membantu tubuh saya menjadi hangat. Kalau diseduh malam hari enak banget nih. Tertarik untuk mencoba?

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.0.4″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_image src=”https://ajopiaman.com/wp-content/uploads/2019/11/Herbadrink-Minuman-Sehat.jpg” _builder_version=”4.0.4″][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.0.4″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_text _builder_version=”4.2.2″ text_text_color=”#000000″ text_line_height=”1.8em” hover_enabled=”0″]

Selain 3 varian tadi, masih banyak lho varian Herbadrink lainnya yaitu Chrysanthemum, Kunyit Asam Sirih Plus Madu, Beras Kencur, Kopi Ginseng, Wedang Uwuh dan Lidah Buaya. Ada juga versi bebas gula bagi Anda yang sedang mengurangi konsumsi gula yaitu Sari Jahe Sugar Free, Sari Temulawak Sugar Free, Chrysanthemum Sugar Free dan Lidah Buaya Sugar Free.

Nah, tertarik untuk mencoba Herbadrink? Yuk, cobain dan dapatkan khasiatnya bagi kesehatan tubuh kita.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”4.0.4″ background_color=”#106E49″][et_pb_row column_structure=”1_2,1_2″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_image src=”https://ajopiaman.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG20191128173949.jpg” _builder_version=”4.0.4″ custom_margin=”40px||||false|false” custom_margin_tablet=”0px||||false|false” custom_margin_phone=”” custom_margin_last_edited=”on|phone” border_radii=”on|15px|15px|15px|15px”][/et_pb_image][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”4.0.4″][et_pb_text _builder_version=”4.0.4″ text_text_color=”#ffffff” text_line_height=”1.8em”]

KESUDAHANNYA, kalau lah ditanya betul pada diri kita masing-masing, apakah kita menikmati kesibukan pekerjaan kita, barangkali banyak di antara kita yang mengatakan “TIDAK”. Siapa lah kiranya yang bisa menikmati rutinitas yang tidak hanya membuat fisik lelah tetapi batin juga. Namun karena tanggung jawablah kita tetap terus bekerja. Ada orang-orang tersayang yang harus dihidupi. Ada banyak impian yang harus diwujudkan.

Tak masalah menjadi sibuk, namun pastikan bahwa kita juga menjaga kesehatan tubuh kita di tengah kesibukan bekerja. Sebab, hasil dari pekerjaan kita tidak akan berarti apa-apa jika kita mendapatkan masalah pada kesehatan kita. Nah, ketika Anda merasa letih setelah pulang kerja, adalah ide bagus untuk meminum secangkir Herbadrink untuk menyegarkan dan menyehatkan tubuh Anda.[]

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

25 pemikiran pada “Sibuk Kerja Tak Berkesudahan? Jaga Kesehatan dengan Khasiat Rimpang 3 Sekawan”

    • Itu mah minuman kegemaran saya semua ; mba jamu sering dtg ke rumah setiap minggu. Kalau lg haid saya minum kunyit dicampur siri, klo lg lemes dan gak napsu makan, saya minta dibikin temulawak atau beras kencur

      Balas
  1. Wah ini menarik, baru sekarang dapat info kalau Herbadrink juga ada yg sugar free. Aku suka varian-varian Herbadrink, tapi menurutku terlalu manis. Jadi kalau engga kepepet engga minum. Hehe…
    Makasih sharingnya. Btw…blognya bagus. Keren…

    Balas
    • Setuju, Kak. Kesehatan harus selalu dijaga meskipun kita sibuk kerja. Kenyataannya kalau lagi enggak enak badan, kerjaan pun jadi kacau. Haha.

      Balas
    • Suka banget sih sama jamu kunyit asam tapi jam operasional mbak jamu yang biasa keliling di sekitar rumah ga pernah kompak sama jam saya oulang kantor. Herbadrink jadi salah satu alternatif yang enak buat rutin konsumsi kunyit asam lagi hehhe

      Balas
  2. Aku dulu paling anti sama jahe, tapi setahun terakhir ini lagi rutin beli susu jahe, entah kenapa jadi enak gitu rasanya habis minum jahe. Tapi kadang tetep mager keluar untuk beli, kalau ada herbadrink kan bisa nyeduh di kos sambil santai selepas kerja. Mantep dah

    Balas
  3. Sebelum menikah belasan tahun saya nyeri haid. Setelah menikah eh alhamdulillah sumbilangen-nya gak separah dulu. Suami saya juga sering minum Herbadrink yg sari jahe, buat menghilangkan pegal-pegal. Blognya kece, saya suka. Hehehe

    Balas
  4. Saya agak kesusahan cari temulawak di sini. Mungkin karena tidak pernah tanya, cuma tengok-tengok saja. Atau saking banyaknya penjual bumubu dapur masak jadi tidak pernah ke penjual bahan herbal. Kalau kunyit dan jahe, sering juga membeli karena saya suka. Kalau mens tidak lancar, saya bikin minuman dari kunyit. Memang lebih enak jika bikin sendiri atau beli minuman herbal, sih.

    Balas
  5. Nah sekarang sudah ada yang praktis ya tinggal seduh saja. ga seperti dulu yang harus cari kunyit dulu terus diparut baru diperas airnya untuk diminum dengan air gula. keren Herbadrink yang tahu kalo kita orang sibuk kerja yang ga sempet bikin ramuan. kalo kebutuhan tinggal seduh mah sangat simple.

    Balas
    • Sayangnya di toserba Indomaret dan Yomart kecamatan tidak ada Herbadrink. Padahal saya penasaran dengan wedang uwuh dan lidah buaya, juga Chrysantemum. Pengen coba ketiganya.
      Saya suka minum wedang secang/uwuh karena khasiatnya bagus bagi tubuh. Agak repot tebus secang dengan jahe dan sereh wangi. 😇 Makanya pengen coba Herbadrink.

      Balas
  6. Aku enggak haid aja emang moody sih, tambah kalau haid kadang suka menjadi-jadi. Karena perut nyeri gitu. Dan ku suka juga minum herbadrink kunyit asam untuk meredakan dan melancarkan haid. Rasanya enggak kayak jamu hehehe. Dan punya banyak manfaat juga kan. Enggak cuma buat melancarkan dan meredakan nyeri haid, bisa untuk mengurangi bau badan juga. Mana harganya terjangkau pula.

    Balas
  7. Nyeri haid ini, saya juga ikut sedih klo teman kerja saya pas ngalamin. Ampek nangis nangis gitu. Nungging nunggig ngeremesin perut.

    Untung sekarang ada herbal ini ya. Bisa membantu para wanita yang sering ngalamin nyeri haid.

    Balas

Tinggalkan komentar

error: