Apa yang biasanya kamu lakukan setelah bel tanda jam belajar berbunyi? Maksud saya bukan beres-beres barang masukkan ke ransel kemudian melangkah pulang ke rumah dengan gembira. Itu sih sudah jelas kali ya, tapi setelah pulang sekolah itu, apa saja kegiatanmu?

Menjadi siswa ataupun mahasiswa memang terkadang menjemukan–lagipula siapa yang tetap gembira setelah belajar seharian? Belajar jadi menyenangkan ketika kamu menyukainya, tapi pelajaran di sekolah atau kuliahan umumnya menguras pikiran dan tenaga. Oleh karena itu, rasanya perlu, untuk menemukan dan memilih satu atau dua kegiatan sepulang sekolah yang bisa menyegarkan kembali pikiranmu.

Well, kegiatan sepulang sekolah itu banyak sih. Beberapa di antaranya akan saya ulas di bawah ini.

Nongkrong sama teman itu asyik

Setujukah kamu dengan pernyataan bahwa anak muda itu jiwa sosialnya tinggi? Selain karena mereka belum dipusingkan dan disibukkan oleh persoalan orang dewasa seperti urusan rumah tangga dan pekerjaan, mereka juga masih punya banyak waktu dan tenaga. Tidak seperti orang dewasa yang mungkin punya tenaga dan uang namun tak punya waktu. Tidak juga seperti golongan tua atau sepuh yang mungkin punya banyak uang dan waktu tapi tak punya tenaga.

Saya yakin kita bersepakat dengan fakta bahwa anak muda itu punya kelebihan di waktu dan tenaga, oleh karena itu mereka punya waktu untuk berkumpul atau nongki-nongki bersama sejawat di manapun juga. Bisa di kafe. Bisa di taman. Atau di manapun juga.

Nongkrong sama teman itu memang asyik, sampai-sampai bikin lupa waktu. Tidak terasa hari sudahlah senja. Alhasil, pulang ke rumah kena marah orangtua.

“Kamu tu ya, kalau habis sekolah pulang ke rumah dulu! Jangan keluyuran mulu!” sembur emak atau bapakmu.

Mendekam di warnet, mengembara di dunia maya

Salah satu hal lainnya yang menarik dilakukan sepulang sekolah adalah mendekam di warnet. Di warnet kamu bisa sejenak melupakan dunia nyata dengan menjadi diri yang baru. Kamu bisa bermain game onlinestreaming video atau apapun juga. Pun jika kamu punya laptop dan/atau di rumah tersedia perangkat dan internet, percayalah di warnet lebih seru karena main bareng teman dan jauh dari pantauan. Oppss.

sumber: tempo.co

Ketika di warnet, kamu dapat mengembara di dunia maya. Melampiaskan kekesalan. Mencari teman bercakap baru dan sebagainya. Hingga tak terasa waktu mengalir cepat saja. Uang di sakumu tak lagi tersisa. Billing counter sudah menjerit-jerit pula.

Bermain di warnet sepulang sekolah memang menyenangkan. Tapi uang yang sebenarnya bisa kamu investasikan alias gunakan untuk hal bermanfaat habis untuk kesenangan sementara.

Ikut kursus atau les buat tambahin kemampuanmu

Dua kegiatan sepulang sekolah di atas memang menarik dan menyenangkan. Tapi apakah itu berfaedah? Saya tidak mengatakan hal itu tidak berfaedah, hanya saja ada kegiatan lain yang menarik dan lebih berfaedah.

“Apa itu, Jo?” tanya pembaca.

“Ikut kursus atau les tambahan” jawab si Ajo sembari nyengir.

“Ye, sama aja, masa baru pulang sekolah mesti belajar lagi? Mumet tauk” protes pembaca.

No. No. No. Siapa bilang kursus atau les itu hanya seputar pelajaran sekolahan. Itu memang bagus, tapi ada banyak jenis les yang bisa kamu ikutin. Ada lho kursus memanah. Kursus mengemudi dan sebagainya. Cuma itu kayaknya lebih cocok buat orang tua.

Terus yang cocok buat kita-kita anak muda ini apa?

Kursus yang berkaitan dengan industri kreatif yang memang lagi marak-maraknya saat ini. Dimulai dari kursus desain grafis, desain website, programming, sampai digital marketing. Bagaimana itu? Yuk, lanjut dulu.

Pendidikan luar sekolah itu tak kalah penting

 

Tak semua hal diajarkan di sekolah, Sob. Percayalah. Saya ingin sedikit bercerita bahwa dulu ketika SMA saya hanya siswa biasa. Tidak menonjol. Tidak banyak dikenal guru. Tidak aktif di kebanyakan ekstrakurikuler. Hingga negara api menyerang seorang senior ketika kuliah menyodorkan laptopnya dengan software desain grafisnya.

“Coba desain sesuatu!” katanya.

Jujur saya belum ngeh dengan dunia per-desain-an pada saat itu. Akhirnya saya buat desain seadanya. Tampak biasa, tapi ketika kamu telah menghasilkan suatu karya rasanya akan luar biasa. Saya belajar desain pada saat itu otodidak dan itu butuh waktu bulanan hingga tahunan. Itupun pada akhirnya saya belum mahir dan hanya sebatas “bisa pakai software-nya”.

Pada saat itu saya berpikir kalau “apalah guna belajar desain, mending belajar yang di kuliahan saja”. Saya semakin skeptis ketika ada seorang senior, mahasiswa tahun akhir, yang berhenti kuliah di Padang lalu pindah ke Jogjakarta hanya untuk kuliah di jurusan desain grafis. Artinya dia harus mengulang 4 tahun lagi. Empat tahun cuma belajar desain? Gila apa.

Pada akhirnya ke-skeptis-an saya itu terbantahkan saat sekarang Si Senior itu bisa menghasilkan jutaan setiap bulan sebagai seorang freelance graphic designer.

Saya ingin katakan pada teman-teman pembaca sekalian, agar kamu mendapatkan hal yang baik dari tulisan panjang ini. Kita mungkin menjalani sekolah atau kuliah sebagai kewajiban di bidang ilmu yang kita tekuni. Namun tak jarang kita memiliki hasrat untuk mempelajari suatu hal lain yang mungkin masih terkait, atau tidak sama sekali. Di saat itulah kita butuh pendidikan luar sekolah untuk dapat memenuhi keinginan itu.

Memenuhi hasrat ingin belajar hal biru di jalur resmi, seperti sekolah atau kuliah, akan memakan waktu yang panjang. Sementara itu masih banyak hal lain yang harus kita pertimbangkan seperti kehendak orang tua dan lainnya. Oleh karena itu akan lebih jika kita belajar di lembaga kursus di luar sekolah atau kuliah. Hitung-hitung untuk mengisi waktu pulang sekolah dengan kegiatan menarik dan berfaedah.

Salah satu lembaga kursus yang sangat saya sarankan untuk ini adalah DUMET School.

Pelajari hal baru di DUMET School

 

Saya tidak akan merekomendasikan tempat kursus yang “kaleng-kaleng” buat pembaca blog saya tercinta. DUMET School sengaja saya rekomendasikan karena memang sudah berdiri selama 5 tahun dengan jumlah lulusan lebih dari 8000 orang. Plus-nya lagi adalah tidak ada batasan usia untuk belajar di DUMET School. Tidak ada batasan profesi karena baik pelajar, mahasiswa, guru, dosen, staff profesional, freelancer, dan lainnya bisa ikut belajar di lembaga kursus ini. DUMET School saat ini sudah memiliki 5 cabang lho, jadi bisa mengakomodasi banyak peserta dari seluruh daerah di Indonesia.

Apa sih yang bisa dipelajari di DUMET School?

Secara umum DUMET School adalah lembaga kursus yang menyediakan program khusus untuk belajar kemampuan-kemampuan yang worthy to have di era digital seperti saat sekarang ini. DUMET School memberikan pelatihan terbaik di bidang Web Master, Web Programming, Digital Marketing, Graphic Desaign hingga Mobile Apps. Lebihnya lagi ada program khusus yang disiapkan untuk anak-anak seperti Design for Kids dan Coding for Kids.

Program khusus yang tersedia di DUMET School

Biaya kursus sesuai kebutuhan

Belum siap atau belum punya cukup waktu untuk belajar semuanya? Atau belum cukup budget? Tenang, kamu bisa pilih program sesuai kebutuhan sehingga bisa disesuaikan dengan biaya yang kamu tetapkan. Selain itu, setelah selesai program, kamu akan diberikan sertifikat resmi sebagai tanda kelulusan. Tertarik?

Biaya kursus desain grafis di DUMET School (Sumber: dumetschool.com)

Kenapa harus di DUMET School?

Ada beberapa informasi lainnya yang bisa menguatkanmu untuk memilih DUMET School sebagai tempat untuk belajar. Pertama, jadwal kursus yang fleksibel. Kadang ya jadwal di sekolah atau kuliah itu suka ada tambahan, pas ada tambahan gitu jadwal harian bisa kacau balau, tapi tenang saja karena di DUMET School kamu bisa merencanakan jadwal dengan fleksibel agar tidak ada yang namanya bentrok jadwal.

Kedua, tak harus menunggu kelas penuh, satu murid bisa langsung mulai. Di lembaga kursus lain mesti menunggu kelas penuh agar pelajaran dapat dimulai, di DUMET School gak perlu nunggu. Cocoklah buat kamu yang punya planning yang tertata.

Ketiga, belajar sampai bisa, dengan para instruktur atau pengajar yang handal kamu akan dibantu untuk bisa meskipun saat mulai kamu belum tahu apa-apa. DUMET School tidak akan mau melepas siswanya jika mereka belum mendapatkan kemampuan yang diimpikannya.

Keempat, konsultasi gratis seumur hidup. Meskipun telah menjadi alumni, kamu bisa berkonsultasi secara gratis dengan tim di DUMET School kalau-kalau di masa depan kamu memiliki kendala terkait bidang kursus yang telah kamu jalani. Ini adalah suatu hal yang sangat membantu, terlebih ketika kamu mendapatkan proyek di masa depan dan memiliki kendala-kendala tertentu.

Nah, dari penjelasan di atas apakah kamu tertarik untuk belajar di DUMET School?

“Masih mikir-mikir, Jo. Takutnya nanti setelah kursus hasilnya B-aja.” kata pembaca.

Hmm. Saya paham. Tim DUMET School pun juga begitu. Oleh karena itu mereka menawarkan program “Trial” atau “Coba kelas gratis”. Kamu bisa coba belajar dulu di DUMET School, setelah kamu merasakan keseruan dan kebermanfaatannya barulah pilih kelas reguler hingga premium sendiri.

Keunggulan DUMET School, bisa coba kelas gratis juga lho

Tertarik untuk mencoba? Silakan kunjungi laman web resminya di: https://www.dumetschool.com/ , atau konsultasikan via telepon dan surel ke 021-2941-1188 / 4585-0387 / 2298-3886 / 5890-8355 / 7720-7657 atau info@dumetschool.com.

Karena sepanjang hidup kita belajar

 

Tak banyak anak muda yang sadar bahwa kelak ia akan menjalani kehidupan seperti yang orang tuanya dan kakek/neneknya tengah atau pernah jalani. Ketersediaan waktu dan tenaga yang banyak itu seringkali membuat kita terlena hingga berhura-hura. Sementara waktu terus berlalu. Maka beruntunglah orang yang menambah nilai dirinya semasa muda, dan merugilah mereka yang terlena dengan hal yang sia-sia.

Teman-teman pembaca, saya tidak di posisi di mana saya bisa menceramahimu. Toh saya bukan bapakmu. Saya bukan ibumu–lagipula saya kan cowok. Saya bukan kakekmu. Pamanmu. Kakakmu. Adikmu. Saya bukan siapa-siapa dirimu.

Tapi hei, meskipun begitu, bolehlah diriku menyampaikan pesan ini. Dan kamupun boleh menerima atau tidak, itu kan hakmu. Tapi renungkanlah, sebuah kutipan singkat dari Yasa Singgih, anak muda sukses pemilik merek Men’s Republic yang namanya telah masuk di majalah Forbes.

“Jauh lebih baik kita kehilangan masa muda daripada kita kehilangan masa depan” — Yasa Singgih

Agar tidak kehilangan masa depan, kita harus terus belajar. Terutama di masa muda ini. Jadikan sepanjang hidup kita sebagai waktu untuk belajar. Akan lebih baik jika waktu sepulang sekolah atau kuliah kita gunakan untuk belajar dan mengasah kemampuan kita. Ada banyak sekali lembaga yang bisa membantumu untuk belajar kemampuan baru. Dan DUMET School adalah salah satunya.[]