Sekelumit Kiat Memilih Pakaian Bayi Agar Tidak Menyebabkan Iritasi

oleh | Des 24, 2019

Saya selalu kebingungan saat harus memilih pakaian bayi sebagai kado untuk anak teman yang baru lahir. Itu benar-benar bukan hal yang mudah. Pasalnya saya harus memperhatikan bahan pakaian dan sebagainya. Agaknya sebagian besar orang di luar sana juga memikirkan itu, termasuk cara cuci baju bayi yang akan dibeli itu.

Kok sampai memikirkan cara mencuci baju bayi? Ya, pasalnya setiap bahan punya ketentuan ketika ingin dicuci. Ada yang bisa dicuci dengan mesin cuci, ada juga yang mesti dikucek dengan tangan saja. Tapi kali ini saya tidak akan membahas bagaimana cara mencuci baju bayi, melainkan bagaimana memilih pakaian bayi yang baik.

Cara Memilih Pakaian Bayi Untuk Kulit Sensitif

Alasan mengapa tidak bisa sembarangan memilih pakaian bayi adalah karena kulit bayi itu sensitif. Konon, menurut para ahli, struktur kulit bayi itu tipis dengan pH yang berada di antara 6-7. Itu adalah pH yang bisa dibilang netral, sementara kulit orang dewasa pH-nya asam, di rentang 4,5-6. Singkatnya derajat keasaman kulit ini tercapai secara alami semakin bertambah usia kita. Sifat asam pada kulit berfungsi menjaga kelembapan, menghambat pertumbuhan kuman, jamur dan bakteri. Nah, karena alasan itulah mengapa kulit bayi sensitif dan rentan terhadap iritasi.

Penyebab iritasi kulit bayi bisa berasal dari pakaian yang digunakan lho, karenanya sebelum membeli pakaian bayi hendaknya kita memperhatikan beberapa hal di bawah ini.

Pilihlah bahan yang lembut, menyerap keringat dan tidak gerah

Kulit bayi yang tipis rentan mengalami ruam jika pakaian yang dikenakan bayi kasar. Memilih pakaian dari bahan yang lembut adalah salah satu cara menghindari iritasi pada kulit bayi. Bahan yang biasa dipilih untuk menghindari masalah ini adalah katun. Namun perhatikan juga apakah bahan tersebut dapat menyerap keringat atau tidak. Jangan membeli pakaian dengan bahan yang tebal agar bayi tidak gerah saat menggunakannya—terlebih jika sedang musim panas.

Hindari pakaian dengan bahan sintetis

Tidak hanya dari bahan alami, banyak juga bahan sintetis yang digunakan sebagai bahan pakaian. Salah satu yang paling populer adalah poliester. Pakaian dengan bahan poliester in berkarakteristik kasar dan lebih sulit menyerap keringat. Oleh karena itu, hindarilah bahan sintetis untuk bayi Anda—atau bayi teman Anda dan siapapun juga.

Pilihlah pakaian dengan ukuran yang sedikit lebih besar

Selain soal bahan, ukuran pakaian juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit bayi lho. Hmm, gimana ceritanya? Begini, saat pakaian bayi itu terlalu ngepas atau bahkan sempit, bayi lebih sulit bergerak. Ketika pakaian tersebut terlalu menempel pada kulit bayi, ada kemungkinan itu akan menyebabkan iritasi pada kulitnya. Oleh karena itu, belilah pakaian yang ukurannya sedikit lebih besar. Di samping untuk menghindari iritasi kulit, pakaian yang lebih besar juga bisa digunakan untuk waktu yang lebih lama.

“Hmm, jadi saya harus pilih pakaian mana ya?” pikir saya. Seringkali saya menghabiskan puluhan menit untuk memilih pakaian bayi yang ingin dijadikan hadiah bagi anak teman saya. Pun ketika urusan bahan telah selesai, saya harus berhadapan dengan kebingungan soal model pakaiannya. Apalagi ketika terlintas di pikiran, apakah orang tuanya akan suka dengan hadiah yang saya pilihkan. Akhirnya, agar lebih mudah, saya suka minta pendapat istri soal pilih-memilih pakaian bayi ini.

Nah, itulah sekelumit cerita dan kiat mengenai memilih pakaian bayi agar tidak menyebabkan iritasi pada kulitnya. Namun sebelum saya akhiri tulisan ini, selain memilih pakaian, jangan lupa juga mencari tahu cara mencuci baju bayi ya. Agar pakaian atau baju yang sudah dibeli bisa tahan lama dan juga nyaman dikenakan oleh bayinya.[]

error:
Copy link
Powered by Social Snap