Ternyata Tak Rumit, Pengelolaan Keuangan Bahkan Bisa Dipelajari dari Buku

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.27.4″ background_color=”#0c71c3″ fb_built=”1″ _i=”0″ _address=”0″][et_pb_row column_structure=”1_2,1_2″ _builder_version=”3.27.4″ _i=”0″ _address=”0.0″][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”3.27.4″ _i=”0″ _address=”0.0.0″][et_pb_text _builder_version=”3.27.4″ header_font=”|700|||||||” header_text_color=”#ffffff” header_font_size=”43px” header_line_height=”1.2em” custom_margin=”29px|||||” custom_padding=”4px|||||” _i=”0″ _address=”0.0.0.0″]

Ternyata Tak Rumit, Pengelolaan Keuangan Bahkan Bisa Dipelajari dari Buku

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”3.27.4″ _i=”1″ _address=”0.0.1″][et_pb_image src=”https://ajopiaman.com/wp-content/uploads/2019/10/finansialku.png” _builder_version=”3.27.4″ width=”65%” module_alignment=”center” _i=”0″ _address=”0.0.1.0″][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.27.4″ background_color=”#ffffff” min_height=”662px” custom_padding=”0px||0px|||” fb_built=”1″ _i=”1″ _address=”1″][et_pb_row column_structure=”1_2,1_2″ _builder_version=”3.27.4″ custom_padding=”||||false|false” _i=”0″ _address=”1.0″][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”3.27.4″ _i=”0″ _address=”1.0.0″][et_pb_text _builder_version=”3.27.4″ text_font=”||||||||” text_text_color=”#000000″ text_font_size=”17px” text_line_height=”1.8em” custom_margin=”||||false|false” custom_padding=”||0px|||” _i=”0″ _address=”1.0.0.0″]

Awalnya saya berpikir bahwa literasi keuangan itu adalah sesuatu yang rumit, tapi persepsi saya berubah setelah membaca buku “Make a Plan and Get Your Financial Dreams Come True” dari Finansialku.com

Ada sebuah pertanyaan yang benar-benar menohok saya, itu adalah “Apakah pernah (atau sering) membandingkan penghasilan atau kekayaan Anda dengan teman Anda?”. Ketika pertanyaan itu saya dapati dari buku bersampul biru karangan Melvin Mumpuni itu, hati saya seakan menjerit untuk menjawab “iya pernah”.

Meski kehidupan dunia ini cukup rumit, namun paramater penilaian kesuksesan hidup kerap “disederhanakan”, seperti parameter hidup sukses dengan jumlah kekayaan. Dan, jika demikian, saat ini saya belum cukup sukses, karena banyak teman seangkatan saya yang justru lebih banyak gajinya daripada saya. 

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”3.27.4″ _i=”1″ _address=”1.0.1″][et_pb_text _builder_version=”3.27.4″ text_font=”||||||||” text_text_color=”#000000″ text_font_size=”17px” text_line_height=”1.8em” custom_margin=”||||false|false” _i=”0″ _address=”1.0.1.0″]

Tapi apakah memang, kebebasan finansial itu bisa didapatkan dengan gaji yang besar saja? Jawabannya adalah “tidak”.

Bebas secara finansial bukanlah hak orang-orang kaya saja, melainkan dapat dicapai dengan perencanaan keuangan atau financial planning yang baik. Well, umumnya untuk mendapatkan bantuan mengenai perencanaan keuangan kita bisa meng-hire financial advisor yang memang membidangi itu, tapi sayangnya itu butuh biaya. Tapi jalan menuju Roma tak cuma satu, bukan? Jalan lainnya bisa kamu temukan bahkan dari membaca.

Dan, jika kamu memang berniat menyelamatkan kondisi keuanganmu, sebuah berjudul “Make a Plan and Get Your Financial Dreams Come True” dari Finansialku.com layak untuk kamu baca.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.27.4″ background_color=”#cedcdd” custom_margin=”||||false|false” custom_padding=”17px||33px||false|false” top_divider_height=”274px” top_divider_flip=”vertical” fb_built=”1″ _i=”2″ _address=”2″][et_pb_row _builder_version=”3.27.4″ custom_padding=”||19px|||” _i=”0″ _address=”2.0″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.27.4″ _i=”0″ _address=”2.0.0″][et_pb_text _builder_version=”3.27.4″ header_2_text_color=”#000000″ header_2_line_height=”1.7em” _i=”0″ _address=”2.0.0.0″]

5 Alasan Mengapa Buku “Make a Plan and Get Your Financial Dreams Come True” dari Finansialku.com Layak Untuk Dibaca 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row column_structure=”1_2,1_2″ _builder_version=”3.27.4″ custom_padding=”||3px||false|false” _i=”1″ _address=”2.1″][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”3.27.4″ _i=”0″ _address=”2.1.0″][et_pb_text _builder_version=”3.27.4″ text_font=”||||||||” text_text_color=”#000000″ text_font_size=”17px” text_line_height=”1.8em” custom_margin=”||||false|false” _i=”0″ _address=”2.1.0.0″]

Kita selalu membutuhkan alasan untuk melakukan sesuatu. Apapun itu, paling tidak kita melakukannya karena kita suka—atau bahkan karena ada waktu luang untuk dibuang, opss. Namun, “membuang” waktu luang untuk hal yang bermanfaat bukanlah suatu yang sia-sia, bukan? Kemarin ini saya telah “membuang” waktu luang saya dengan membaca buku, namun daripada “membuang” ini lebih layak disebut sebagai “menginvestasikan”. Sebab, (membeli dan) membaca buku adalah bentuk investasi kita terhadap masa sekarang dan masa depan.

Well, setelah membaca buku dari Finansialku.com, berikut beberapa hal menarik yang saya temukan (terkait buku ini).

#1 Ditulis dengan sangat baik dan langsung dapat diaplikasikan

Berbeda dengan buku lain, buku Finansialku.com menjabarkan materi dengan baik, singkat dan jelas serta dapat diaplikasikan secara langsung. Materi-materi yang ada di dalam buku dikaitkan dengan penggunaan aplikasi perencanaan keuangan Finansialku yang bisa diunduh secara gratis di Google Playstore. Dengan adanya integrasi ini, membaca buku jadi lebih menyenangkan.

#2 Membuka mata kita agar bisa “mengatur uang” bukan “diatur uang”

Selama ini kebanyakan kita kerap menjadi “budak” uang. Tak jarang kita dibuat stres oleh uang. Melvin Mumpuni, founder Finansialku, mengajak pembaca untuk membuka mata dan belajar “mengatur uang” agar mendapatkan kehidupan finansial yang lebih baik.

#3 Empat kuadran kehidupan manusia

Bicara tentang kuadran, satu-satunya kuadran yang saya kuasai barulah “Time Management Quadrant” tapi ternyata banyak kuadran selain itu. Salah satu dari itu dalah Kuadran Waktu Hidup Seseorang. Nah, ternyata hidup seorang manusia itu dapat dibagi menjadi usia produktif dan usia tidak produktif.

Usia produktif dimulai dari 0-40 tahun di mana seseorang dapat belajar dan membangun kemapanannya, sedangkan usia tidak produktif mulai dari 40-80 tahun di mana seseorang tinggal memanen hasil kerja kerasnya. Dan setelah membaca soalan ini, saya jadi “ngeh” tentang “kemapanan seseorang baru bisa dilihat setelah dia memasuki usia 40-an”.

For your information, ternyata di setiap bagian kuadran usia itu, ada cara-cara yang berbeda dalam mengelola keuangan.

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”3.27.4″ _i=”1″ _address=”2.1.1″][et_pb_text _builder_version=”3.27.4″ text_font=”||||||||” text_text_color=”#000000″ text_font_size=”17px” text_line_height=”1.8em” custom_margin=”||||false|false” _i=”0″ _address=”2.1.1.0″]

#4 Challenge yang menantang

Saya kira masalah kita semua hampir sama, ketika kita hendak piawai mengelola keuangan namun mencatat pengeluaran saja semangatnya 1-3 hari pertama saja. Nah menariknya, di dalam buku Finansialku.com kita diberi tantangan seperti “10 Hari Sehat Keuanganyang sangat menantang untuk dilakukan. Tak semata memberi tantangan, Finansialku (melalui buku ini) memberikan panduan lengkap agar kita bisa menjalani tantangan itu.

#5 Panduan lengkap membuat rencana keuangan

Di bagian kelima buku ini, penulis memberikan perencanaan nyata mengenai upaya menggapai mimpi dalam hal keuangan. Beberapa hal yang dibahas adalah cara membeli rumah setelah 5 tahun bekerja, beli mobil, menyiapkan dana pernikahan dan sebagainya. Rencana juga dilengkapi dengan ilustrasi, perhitungan serta cara membuat perencanaan. Hal ini sangat membantu para pembaca untuk membuat rencana keuangan saat itu juga.

[/et_pb_text][et_pb_image src=”https://ajopiaman.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG20190924174819.jpg” _builder_version=”3.27.4″ _i=”1″ _address=”2.1.1.1″][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.27.4″ background_color=”#ffffff” custom_margin=”||-457px||false|false” custom_padding=”4px||33px|||” fb_built=”1″ _i=”3″ _address=”3″][et_pb_row _builder_version=”3.27.4″ custom_padding=”2px||0px|||” _i=”0″ _address=”3.0″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.27.4″ _i=”0″ _address=”3.0.0″][et_pb_text _builder_version=”3.27.4″ text_font=”||||||||” text_text_color=”#000000″ text_font_size=”17px” text_line_height=”1.8em” header_3_text_align=”left” header_3_text_color=”#000000″ header_3_font_size=”19px” header_3_line_height=”1.5em” custom_margin=”40px||1px||false|false” custom_padding=”||39px|||” _i=”0″ _address=”3.0.0.0″]

Kesudahannya, membaca buku barangkali memang tidak akan membantu menyelesaikan masalah keuangan kita dengan detail. Tapi saya pribadi beranggapan, setiap kita ingin menyelesaikan suatu masalah atau belajar ilmu baru, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mengetahui dan mempelajari dasar-dasar ilmunya. Nah, buku “Make a Plan and Get Your Financial Dreams Come True” dari Finansialku tak hanya memberikan pengetahuan dasar dengan cara yang mudah dimengerti, buku ini juga mengajak kita untuk mengaplikasikan ilmunya secara langsung.

Buku ini layak untuk teman-teman baca, terutama bagi kalangan milenial atau dewasa muda yang mendambakan kebebasan finansial di masa-masa emas mereka dan seterusnya. Bukan berarti generasi di atasnya tak bisa mendapatkan ilmu dari buku ini lho ya. Jika tak percaya, silakan baca juga bukunya, buku ini bisa didapatkan dengan mengontak tim Finansialku.com. Terima kasih telah membaca.[]

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

11 pemikiran pada “Ternyata Tak Rumit, Pengelolaan Keuangan Bahkan Bisa Dipelajari dari Buku”

  1. Sejauh ini, Fin sendiri selalu kelola keuangan dengan cara manual dan digital. Untuk punya buku ini, sebenarnya beberapa waktu lalu sempat kepoin juga pembahasan yang ada di dalam buku ini. Bisa buat atur keuangan memang, tapi untuk punya, nanti dulu.

    Balas
  2. Jadi pengen baca. Maklumlah, saya memang ribet sekali kalau bicara uang.

    Gak bisa ngatur.

    Jadinya, gak punya uang susah. Punya uang pusing. Hehe

    Balas
  3. Aku selalu tertarik baca buku dan artikel tentang masalah finansial keluarga dan investasi, semoga bisa mempraktekkannya dan lebih lapang lagi dalam berinvestasi

    Balas
  4. Saya udah mulai belajar soal keuangan sejak 2015 kalau ga salah. Pas skripsian, sempet-sempetnya kepikiran gimana nanti kalo berkeluarga paham cara ngatur duit, paham alur invest, tabungan, dsb. Cerdas literasi finansial super penting sih emang.

    Balas
  5. Sejauh ini saya blom pernah merasa kesulitan mengatur uang. Ya soalnya saya nggak begtu suka uang 🤣🤣 saya lbh suka suami saya wkkwk.. Walaupun pernah hidup sulit saya tetap bsa ngatur keuangan *boleh ya sombong dikit

    Balas

Tinggalkan komentar

error: