12 Benda Langit dan Penjelasan yang Perlu Diketahui

Pernahkah Anda membayangkan seberapa besar dan luasnya langit yang menjadi payung bumi kita? Apakah memang ia adalah sesuatu yang bisa dijunjung seperti kata pepatah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”? Ya, nyatanya itu hanya peribahasa tentang falsafah hidup. Tapi terlepas dari itu, memang sangat banyak jenis benda-benda langit yang ada di atas sana. Sedangkan untuk jumlahnya tidak lah bisa dihitung.

Nah, kali ini saya ingin berbagi informasi dengan Anda tentang apa saja benda yang ada di langit atau di angkasa kita. Tapi sebelum itu, apa sih sebenarnya arti dari benda atau objek langit itu?

Sederhananya, benda langit adalah objek fisik atau struktur di alam semesta yang dapat diamati. Ada banyak sekali benda langit yang ada di angkasa, baik yang sudah ditemukan oleh manusia ataupun yang tidak. Ada pun ilmu yang mempelajari tentang alam semesta ini disebut sebagai ilmu astronomi.

Benda langit bisa diamati dengan menggunakan mata telanjang, sebagaimana Anda yang bisa melihat bulan dari bumi, atau bintang-bintang di malam hari, hingga matahari. Namun di samping itu ada pula benda-benda langit yang hanya bisa diamati dengan alat khusus seperti teleskop.

Benda-benda Langit dan Fungsinya

Tidak terhitung lagi berapa jumlah benda yang ada di langit, bahkan kalau kita ingin memperbandingkan ukuran bumi kita dengan benda-benda yang ada di langit, ia tidak lebih besar dari sebutir debu. Faktanya, benda atau objek langit ini memiliki ukuran yang berbeda-beda dari yang terkecil hingga yang terbesar. Mengutip dari Wikipedia dan sumber lain, berikut beberapa benda yang ada di alam semesta.

Planet

Benda langit yang paling dekat dengan kita adalah planet. Bagaimana tidak, pasalnya kita tinggal di salah satu planet yaitu planet bumi. Planet sendiri merupakan benda langit yang berbentuk bulat atau hampir bulat dengan diamater minimal 800 km dan mengorbit sebuah bintang atau sisa-sisa bintang. Saat ini ada 8 planet yang ada di tata surya kita dengan matahari sebagai bintangnya. Planet-planet tersebut adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Sedangkan Pluto sudah tidak diakui lagi sebagai sebuah planet.

Satelit

Satelit adalah benda langit yang mengorbit sebuah planet atau benda langit lainnya yang lebih besar darinya. Satelit ini pun terbagi menjadi 2 kategori, yaitu satelit alami dan satelit buatan. Satelit alami adalah objek langit yang sudah ada dari dulunya, sebagai contoh bulan sebagai satelit alami bumi. Adapun satelit buatan itu seperti satelit Palapa yang diluncurkan Indonesia ke ruang angkasa dulunya. Satelit ini sangat banyak di angkasa, hanya saja tak semua planet memiliki satelit.

Bintang

Bintang adalah objek angkasa yang memancarkan cahaya. Jumlah bintang di angkasa tidak bisa dihitung, dan setiap bintang memiliki jarak yang sangat jauh satu dengan lainnya. Adapun bintang yang paling dekat dengan kita adalah matahari dengan jarak 150 juta km, yang merupakan bintang di sistem tata surya kita. Bintang lainnya yang terdekat dengan bumi adalah Poxima Centauri yang memiliki jarak 4,5 tahun cahaya dari bumi.

Bintang sendiri terdiri dari dua jenis lho, yaitu bintang nyata dan bintang semu. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri, sedangkan bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri tetapi memantulkan cahaya yang diterimanya dari bintang lain.

Galaksi

Galaksi merupakan sebuah sistem masif di langit yang terikat dengan gaya gravitasi yang terdiri dari bintang-bintang, gas dan debu medium antarbintang, dan materi lainnya. Jumlah galaksi yang ada di alam semesta sendiri diperkiran berjumlah lebih dari 100 miliar dengan komposisi yang berbeda-beda. Satu galaksi dapat diisi mulai dari 10 juta bintang hingga 1 triliun bintang dan 3 miliar planet, tergantung ukurannya.

Galaksi tempat tata surya kita berada disebut sebagai galaksi Bima Sakti (milky way) yang merupakan galaksi terbesar kedua di alam semesta. Sedangkan galaksi yang terbesar adalah galaksi Andromeda.

Gugus galaksi

Gugus galaksi merupakan sebuah struktur yang merupakan gabungan dari ratusan sampai ribuan galaksi yang terikat bersama oleh gravitasi. Beberapa gugus galaksi yang terkemuka adalah Gugus Virgo, Gugus Fornax, Gugus Hercules dan Gugus Coma.

Supergugus galaksi

Supergugus galaksi merupakan struktur alam semesta yang disusun dari beberapa gugus galaksi dan grup galaksi. Supergugus memiliki massa sekitar 10-100 triliun kali massa matahari dengan ukuran yang bisa mencapai berjuta-juta tahun cahaya. Salah satu contoh supergugus galaksi adalah supergugus Hydra dengan ukuran 100 juta cahaya. Masing-masing supergugus galaksi terhubung satu sama lain dan membentuk formasi struktur kosmos yang disebut jaringan kosmik, filamen galaksi dan void.

Nebula

Nebula merupakan awan antar bintang yang diisi oleh debu, gas dan plasma. Dulunya nebula adalah sebutan umum untuk semua objek astronomi yang membentang, termasuk galaksi di luar galaksi kita Bima Sakti. Nebula juga kerap disebut tempat lahirnya galaksi dan bintang-bintang. Dua contoh dari nebula adalah Nebula Eagle dan Nebula Omega.

Asteroid

Dulunya asteroid pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid oleh para ilmuan, namun pengertian dari asteroid saat ini adalah benda langit yang berukuran lebih kecil dari planet tetapi lebih besar daripada meteoroid. Asteroid pada umumnya terdapat di bagian dalam tata surya. Nah, jika beda asteroid dengan meteoroid adalah ukurannya, maka beda asteroid dengan komet adalah asteroid tidak memiliki ekor.

Meteoroid

Meteoroid adalah benda langit berukuran sangat kecil namun lebih besar dari molekul yang tidak mencapai standar menjadi sebuah asteroid. Meteoroid ini dapat terjatuh dari posisinya di angkasa dan dapat menumbuk planet atau benda langit lainnya. Meteoroid yang jatuh ke bumi sendiri disebut sebagai meteorid.

Komet

Benda langit selanjutnya adalah komet. Komet merupakan benda angkasa yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis. Berbeda dengan asteroid, komet adalah objek langit yang memiliki ekor sehingga juga disebut sebagai “”bintang berekor” oleh kalangan awam–meskipun istilah tersebut salah karena komet bukanlah bintang. Benda ini terbentuk dari kumpulan debu dan gas yang membeku. Salah satu komet yang sangat terkenal adalah Komet Halley yang hanya bisa dilihat dari bumi setiap 76 tahun sekali.

Debu antariksa

Objek langit selanjutnya adalah debu antariksa. Debu antariksa juga biasa disebut dengan debu kosmik yaitu debu-debu atau pasir yang ada di angkasa yang terbentuk dari sampah-sampah antariksa. Wah, di angkasa juga ada sampah ya? Ya ada, sampah itu berasal dari satelit-satelit, puing-puing pesawat antariksa dan benda-benda angkasa lainnya yang hancur.

Lubang hitam

Benda langit terakhir dalam daftar kita adalah lubang hitam. Anda sendiri tentu sudah sering mendengar istilah lubang hitam, bukan? Lubang hitam atau blackhole merupakan lubang di luar angkasa yang dapat menghisap benda-benda langit di sekitarnya. Konon lubang hitam terbentuk oleh bintang mati. Lubang ini kerap disebut sebagai kuburan angkasa, bagaimana tidak, gravitasinya yang sangat kuat menghisap benda-benda di sekitarnya sedangkan benda-benda tersebut tidak dapat kembali lagi.

Baca juga : Artificial Intelligence (AI): Saingan atau Teman?

Nah, itulah beberapa benda-benda langit yang ada di angkasa sana. Apa yang saya tuliskan di atas itu belum semua dari objek langit yang ada lho. Manusia sendiri masih sedikit mempelajari tentang alam semesta ini. Artinya masih banyak misteri-misteri dan rahasia semesta lainnya yang bisa untuk digali. Semoga artikel ini bisa mengobati rasa penasaran dan menambah pengetahuan Anda. Terima kasih sudah membaca.[]

29 pemikiran pada “12 Benda Langit dan Penjelasan yang Perlu Diketahui”

    • Kalau lihat benda langit apalagi bintang indah banget ya, btw aku pernah loh liat bintang2 gitu sekitar jam 2 pagi itu kita liat kaya deket gitu sie berarti bintang semu apa bintang nyata ya atau bintang Kejora haha #canda kak.

      Balas
  1. Ternyata memang benar adanya ya lubang hitam itu. Pernah tau pas nonton kartun 21 emon dulu. Mungkinkah ini yang dimaksud sampah luar angkasa.

    Balas
  2. Wahhh.. kalo jumlah planetnya berkurang berarti jembatan keledainya (buat menghafal) harus dikoreksi lagi nih.. Btw kayaknya dikasih gambar jadi lebih jelas ini, mas.. Sekalian bisa buat ngenalin benda langit kepada anakku yang masih kecil 😀

    Balas
  3. Tuh, adik-adik, udah ngerti kan sekarang bedanya? (Sok jadi guru les IPA). Kekeke.

    Saya tahunya Nebula itu adiknya Gamora, tokoh fiktif di Guardians of The Galaxy. Hehehe. Seru nih Uda Fadli. Bacaannya disampaikan dengan cara sederhana, tapi edukatif.

    Balas
  4. Tulisan ini mengingatkan saya dengan materi ipa saat smp dulu. Saat ujian praktik harus mendeskripsikan benda-benda langit. Btw saya sangat suka dengan gaya penulisan kakak yg simpe dan mudah dipahami. Sekadar saran, mungkin menggunakan beberapa gambar akan lebih menarik kak. Btw sekarang sedang tren loh tentang birthday bubble dari nasa. Jadi kita bisa tau, galaksi/benda langit apa yg pernah ditemukan saat ulang tahun kita. Saya rasacocok ditampilkan di artikel ini hehehe

    Balas
  5. belaja fisika lagi saya. hehe… btw jadi ingat diminta penerbit bikin buku tentang tata surya dan belum aku selesaiin. makasih kak diingetkan lagi dengan artikel ini.

    Balas
  6. Lubang hitam itu memang ada sebagai benda langit atau hanya sekedar mitos bang ajo..

    Kalau benda langit yang lain kan bisa diliat (beberapa) kalau yg lubang hitam itu..saya o
    Pernah baca masih diperdebatkan keberadaannya

    Balas
  7. jadi nambah pengetahuan banget soal antariksa nih uda, aku tuh dulu pernah ikut kelas astronomi belajar titik kulminasi gitu deh wkwk. Yang paling diinget serta sering ke mention di film itu soal black hole ya

    Balas
  8. Membaca artikel ini bikin aku merasa takjub. Besar sekali kuasa Allah SWT sebagai pencipta alam. Belum lagi misteri yang menyelimuti bumi. Dari angkasa, kejadian masa lalu. Semua bikin kagum. Apalah kita sbg manusia.

    Balas
  9. Kalo membaca bab sains ini, jadi ingat dulu. Pertama kali masuk SD, saya terkesima sama buku tentang astronomi. Waktu itu bukunya pake apa sih ya kayak semacam plastik gitu, jadi berlapis2, makanya menarik buat dibuka-buka.
    Sampe suatu ketika nemu juga buku buat merakit teleskop sederhana. Cuma sampe SMP, rakitannya gak jadi-jadi 😀

    Balas
  10. takjub dan merinding, baca tulisan ini. bukan horor, tapi ilmu pengetahuan yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. betapa kita bahkan nggak lebih besar dari debu di angkasa luar, thanks ini malah jadi pengingat diri untuk tidak sombong dan merasa lebih dari orang lain

    Balas
  11. Dulu saat sekolah, kalau ada pelajaran yang bahas alam semesta dan benda-benda langit aku selalu excited.. setelah besar banyak lupanya, hahaha. Tahun lalu beruntung bisa mengunjungi boscha dan mengamati bintang-bintang di langit… 🙂

    Balas

Tinggalkan komentar

error: