Lebih Baik Diploma atau Sarjana? Ini Lho Perbedaannya

Jika kamu adalah siswa tahun akhir di sekolah menengah atas atau sederajat, kamu mungkin pernah berpikir untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Saat itulah, beberapa kebingungan bisa muncul. Seperti bingung apa perbedaan universitas negeri dengan swasta. Hingga bingung mana yang lebih tinggi atau lebih baik diploma atau sarjana.

Kedua hal di atas adalah dua jalur pendidikan tinggi yang bisa kamu tempuh setelah tamat dari SMA/sederajat. Keduanya memiliki ciri khas tersendiri dan itulah yang akan kita bahas kali ini. Jika menurutmu informasi ini penting, jangan lewatkan setiap kalimatnya, baca sampai akhir ya.

Oh ya, biar pembahasan ini komprehensif, saya akan membahasnya dalam beberapa sub judul ya. Yuk disimak.

Perbedaan Diploma dan Sarjana

Sebelum melangkah lebih jauh, tentu kita harus mengenal dulu nih apa perbedaan diploma dan sarjana itu. Saya akan mencoba menjelaskannya dengan sekilas agar kamu punya gambaran tentang dua jalur pendidikan tinggi ini.

Pendidikan diploma adalah salah satu jenjang pendidikan tinggi yang juga disebut sebagai pendidikan vokasi. Pada pendidikan vokasi ini, mahasiswa akan belajar lebih banyak hal-hal berbau praktek dari pada teori. Pendidikan vokasi difokuskan pada pembentukan keterampilan atau keahlian terapan. Pendidikan vokasi sangat cocok bagi lulusan SMK atau sekolah kejuruan lainnya, tapi bukan berarti anak SMA tidak bisa masuk ke pendidikan diploma ini lho. Hanya saja, lulusan SMK lebih diuntungkan karena punya keahlian terapan. Gelar untuk lulusan program diploma adalah ahli madya (D3) dan sarjana terapan (D4).

Baca juga : 5 Perbedaan D3 dan D4 yang Perlu Kamu Tahu

Sedangkan pendidikan sarjana adalah salah satu jenjang pendidikan tinggi yang fokus kepada akademik sehingga disebut juga pendidikan akademik. Di jenjang sarjana, mahasiswa akan lebih banyak mempelajari teori dari pada kemampuan terapan. Lulusan sarjana diharapkan mampu memecahkan masalah dengan kemampuan analisisnya terhadap kasus-kasus tertentu. Namun, mereka tidak terampil dalam urusan lapangan secara langsung. Lulusan sarjana mendapatkan gelar sarjana yang diikuti jurusan atau program studi yang ia ambil.

Nah, sekarang cukup jelas bukan perbedaan diploma dan sarjana itu? Kalau begitu, di antara keduanya, mana yang lebih baik?

Mana yang Lebih Baik Diploma Atau Sarjana?

Di atas kita sudah membahas mengenai perbedaan diploma dan sarjana, lantas muncul lah sebuah pertanyaan lebih baik diploma atau sarjana? Ini adalah pertanyaan yang umum sekali ditanyakan, dan jawaban dari pertanyaan ini itu relatif, tergantung dari sudut mana kita menilainya. Oleh karena itu, saya coba bagi dalam tiga pembahasan kecil ya.

Dari segi jumlah lapangan pekerjaan

Pertama kita akan bahas mana yang lebih baik diploma atau sarjana dari ketersediaan lapangan pekerjaan. Meski tidak sepenuhnya benar, lulusan diploma lebih baik karena lebih banyak dibutuhkan karena mereka bisa melakukan pekerjaan langsung. Ibaratnya jika di sebuah pabrik, lulusan diploma bisa langsung mengoperasikan alat karena sudah pernah belajar sebelumnya. Alhasil, tingkat keterbutuhan industri terhadap mereka lebih tinggi, terutama sebagai operator atau pelaksana. Sedangkan lulusan sarjana hanya dibutuhkan sedikit untuk posisi tertentu, meskipun posisi tersebut biasanya lebih tinggi dari lulusan diploma, kuotanya lebih sedikit.

Tapi penjelasan di atas berlaku hanya jika lulusan sarjana tidak mendaftar ke lowongan pekerjaan yang diperuntukkan bagi D3 atau D4. Cuma realita lapangan tidak seperti yang diharapkan. Ada beberapa perusahaan yang menerima lulusan S1 di posisi pekerjaan yang seharusnya untuk D3 atau D4.

Dari segi kemampuan terapan

Porsi belajar praktek yang lebih banyak bagi mahasiswa diploma membuat mereka mempunyai kemampuan terapan yang bisa mereka gunakan di kehidupan pasca kampus atau setelah mereka lulus. Kemampuan terapan ini membuat mereka punya modal untuk bisa bekerja sendiri atau membuat lapangan pekerjaan sendiri. Ketimbang lulusan S1 yang harus belajar dahulu atau mencari mitra atau karyawan yang bisa melakukan aktivitas-aktivitas tertentu.

Dari segi tingkat kesulitan pendidikan

Di tataran tingkat kesulitan pendidikan, tentu saja pendidikan sarjana lebih sulit karena banyaknya materi dan butuhnya kemampuan belajar dan analisis yang khusus. Hal ini sudah jadi pengetahuan umum. Oleh karena itu, kemampuan berpikir lulusan sarjana (mestinya) lebih baik dari pada lulusan diploma.

Dari tiga penjelasan di atas, kesimpulannya kedua jenjang pendidikan tadi sama-sama baik, hanya saja mana yang lebih baik diploma atau sarjana, itu tergantung rencana masa depanmu.

Perbedaan Gaji Lulusan D3, D4, dan S1

Satu pertanyaan lain yang juga mungkin memenuhi pikiranmu adalah perbedaan gaji lulusan diploma dengan sarjana. Pertanyaan ini juga termasuk salah satu yang jadi pertimbangan penting sebelum kamu memilih jenjang perguruan tinggi mana yang ingin ditempuh.

Gaji lulusan diploma dan sarjana itu memang tergantung pada seberapa banyak pemberi kerja menganggarkan. Gaji juga bisa ditentukan dari sesi wawancara kita saat berhadapan dengan user atau pihak dari perusahaan yang kita lamar. Namun terlepas dari itu semua, saya ingin memberikan gambaran umum tentang perbedaan gaji lulusan D3, D4 dan S1 untuk kamu.

Secara umum, gaji lulusan D3 dan S1 (jika pekerjaan mereka sesuai dengan kualifikasi yang diminta) cukup berbeda. Gaji lulusan S1 lebih tinggi dari lulusan D3 di ranah pekerjaan mereka masing-masing. Hanya saja, beda hal kalau lulusan S1 mendaftar ke pekerjaan yang seharusnya untuk lulusan D3, mereka harus rela digaji sama besar.

Sementara itu, gaji lulusan D4 dan S1 semestinya tidak terpaut jauh, karena kedua jenjang tersebut berada pada tingkat yang sama. Lulusan D4, kadang kala, juga bisa masuk ke pekerjaan S1 ataupun sebaliknya. Lulusan dari 2 jenjang tersebut juga bisa melanjutkan kuliah ke jenjang pasca sarjana, karena keduanya disebut sarjana, satu sarjana terapan dan satu sarjana akademik.

Nah, itulah pembahasan kita kali ini tentang jawaban dari sebuah pertanyaan lebih diploma atau sarjana. Pada akhirnya, jawaban terbaiknya dikembalikan pada diri kita sendiri. Rencana masa depan atau pasca kampus perlu dijadikan pertimbangan sebelum mengambil salah satu dari jenjang pendidikan tinggi di atas. Selain itu, kemampuan dasar saat sekolah menengah juga bisa menjadi pertimbangan utama dalam memilihnya.

Jika kamu masih ragu dengan hal ini, kamu bisa bertanya lebih jauh pada guru konseling di sekolah, konselor independen atau swasta hingga bertanya pendapat dari keluargamu tentang pendidikan tinggimu. Mendapatkan pertimbangan dari banyak pihak akan cukup membantu, bukan? Terima kasih sudah membaca, jika ada pertanyaan, kamu bisa menuliskannya di kolom komentar.

5 pemikiran pada “Lebih Baik Diploma atau Sarjana? Ini Lho Perbedaannya”

  1. Saya lulusan SMA yang melanjutkan studi ke program diploma 3, waktu itu sih alasannya karena ingin cepat dapat pekerjaan. Dan beneran, teman-teman saya yang lulusan SMK lebih cepat menyerap materi kuliah, jadi kalau pas praktikum, pasti saya pilih sekelompok dengan anak2 yang lulusan SMK

    Balas
  2. Yup jawaban terbaiknya dikembalikan lagi ke diri yang bersangkutan ya, Uda…mau memilih program sarjana atau diploma. Keduanya sama baiknya, punya plus-minus dan pertimbangan tersendiri. Kalau tidak sama bagusnya untuk apa ada kedua program tersebut ya kaan, hehe

    Balas
  3. D4 Vokasi sekarang jadi pilihan anak zaman now karena banyak praktikumnya timbang teori .. Bagus juga sih jadi lulusan siap pakai dan lebih spesifik skillnya disenanggi industri juga karena lebih mudah memahami instruksi lapangan

    Balas
  4. Menurut saya Sarjana atau Diploma yang penting dapat pekerjaan daripada nganggur hehe, mau jadi OB gak masalah tapi OB di luar negeri di jamin setara sarjana kalo gajinya bahkan lebih haha

    Balas

Tinggalkan komentar

error: