Tak Banyak Disadari, Survivability UKM Bisa Ditingkatkan dengan Software Akuntansi

oleh | Des 7, 2019

Apa yang biasa kamu tonton saat berada di depan televisi? Sebuah sinema elektronik atau siaran olahraga mungkin cukup mumpuni untuk melepaskan kejenuhan harianmu. Tapi, jika sesekali kamu memilih menonton siaran berita, mungkin akan kamu sesuatu tentang kondisi perekonomian dunia. Faktanya, perekonomian dunia saat ini tengah sulit dan itu akan berdampak pada perekonomian Indonesia. Sebagai negera berkembang, kita juga akan mengalami resesi di tengah perang dagang antara dua pemain besar yaitu Amerika Serikat dan Cina.

Namun, terlepas dari bagaimana media melakukan framing terhadap isu perekonomian global—di media mana pun, sebuah pertanyaan muncul: apakah ada cara untuk menyelamatkan perekonomian negara ini?

Terutama dengan target pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 6-7%–saat beberapa tahun belakangan termenung di 5% saja.

Jawabannya: Ada. Sebagai anak bangsa kita tentu tidak boleh pesimis, bukan? Sekali lagi saya katakan, harapan itu masih ada dan dapat digantungkan kepada sektor Unit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang secara kuantitas mendominasi dengan 99,9% penetrasi sebagai penggerak ekonomi. Kontribusi UMKM terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) juga tidak tanggung-tanggung, mereka menyumbang 60% dari total PDB Indonesia.

Tapi, pertanyaan lainnya muncul, apakah UMKM tidak akan terpengaruh oleh resesi ekonomi?

Kelemahan UKM di Tengah Ketahan Bantingannya Terhadap Krisis

Kita sudah berada di potongan kedua tulisan ini, tapi saya belum menanyakan satu hal yang penting ini. Apakah kamu adalah pebisnis UKM? Terlepas dari “iya” atau “tidak” jawabanmu, tahukah kamu bahwa meskipun secara fisik dan finansial kecil, UKM terbukti tahan banting terhadap krisis ekonomi? Setidaknya pada krisis moneter paling parah tahun 1998, krisis subprime mortage di Amerika Serikat pada 2008 yang membawa dampak pada Indonesia, dan krisis pada tahun 2013 di mana kondisi keuangan global melemah. Ketika itu beberapa perusahaan besar kolaps, namun UKM tetap berdiri kokoh.

Kokoh dan tahan bantingnya UKM bukan tanpa alasan. Setidaknya ada 3 alasan mayor lagi fundamental terkait mengapa UKM mampu bertahan di tengah gempuran krisis. Pertama, UKM umumnya memproduksi local content atau produk lokal yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.

Kedua, sumber dayanya juga dari lokal, baik bahan baku, peralatan hingga sumber daya manusianya. Hal ini membuat UKM tidak terlalu dipengaruhi oleh krisis global. Ketiga, dananya berasal dari dana pribadi atau kelompok sehingga tidak terlalu bergantung pada perbankan.

Namun meskipun demikian, bukan berarti UKM tidak memiliki kelemahan. Tanpa mengenyampingkan kelebihan fundamentalnya untuk bertahan di tengah krisis, UKM nyatanya memiliki satu kelemahan yang kalau tidak ditangani bisa “merongrongnya” kapan saja—bahkan meskipun kondisi ekonomi lokal dan global pada saat itu baik-baik saja. Kelemahan itu adalah profesionalitas pengelolaan atau manajemen dari UKM itu sendiri. Khususnya dalam pengelolaan dan laporan keuangan atau akuntansi.

Meningkatkan Survivability UKM dengan Software Akuntansi

Kelemahan UKM dalam manajemen perusahaan, khususnya keuangan, tidak terlepas dari minimnya literasi keuangan yang mereka dapat. Sebuah artikel ilmiah yang ditulis Aribawa (2016) di Jurnal Siasat Bisnis bahkan mengungkapkan UMKM dengan literasi keuangan yang baik akan bisa mencapai tujuan perusahaannya, memiliki orientasi pengembangan dan mampu survive pada kondisi ekonomi yang sulit. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Ediraras (2010) bahwa UKM yang keuangannya dikelola dan disampaikan secara transparan akan memberikan dampak positif pada UKM itu sendiri.

Lantas, apa saja dampak positif jika pengelolaan keuangan UKM bisa dilakukan dengan baik? Setidaknya, 5 poin di bawah ini bisa sebuah UKM dapatkan atas keseriusan mereka mengurusi akuntansi.

\

Penilaian kinerja usaha untuk dijadikan acuan bahan evaluasi untuk masa yang akan datang

\

Sebagai bahan pertimbangan untuk membeli bahan baku, membuka cabang baru hingga menambah atau mengurangi karyawan

\

Sebagai bahan untuk mengajukan permohonan pembiayaan kepada bank atau calon investor lainnya

\

Dasar untuk penyusunan anggaran tahun berikutnya

\

Bagian dari laporan pertanggung jawaban yang dapat dipercaya oleh para pemodal usaha tersebut

Saya kira, pebisnis UKM sebenarnya cukup tahu bahwa sistem akuntansi yang baik dapat meningkatkan kinerja dan survivability dari UKM di tengah ancaman krisis ekonomi dunia. Hanya saja, kebanyakan UKM terkendala pada urusan ini karena mereka berpikir harus merekrut seorang tenaga akuntansi profesional—sementara modal bisnis terbatas, apalagi jika itu adalah bisnis rintisan.

Lalu, apakah ada cara yang lebih mudah? Tentu saja ada, terlebih di tengah zaman yang terus berkembang ini. Jika kamu adalah seorang pebisnis UKM, coba pertimbangkan untuk menggunakan sebuah software akuntansi. 

Dengan perangkat ini, kamu bisa mengelola laporan keuangan bisnis dengan lebih mudah dan bisa melaporkannya secara transparan. Harapannya agar survivability dari UKM yang kamu jalankan meningkat dan beranjak naik kelas kepada skala bisnis yang lebih tinggi.

Nah, salah satu software akuntansi yang bisa kamu gunakan untuk menunjang kebutuhan bisnis UKM adalah Accurate dari CPSSoft. Kenapa Accurate? Alasannya saya tuliskan di bawah ya.

Accurate: Software Akuntansi Terbaik Untuk Membuat Bisnis Naik Kelas

Gambar dari https://accurate.id

Berkembangnya dunia digital tak hanya memperluas pasar dari sebuah bisnis, ia juga memberikan kemudahan dalam mengelolanya. Berbagai perangkat/alat dikembangkan untuk kepentingan bisnis, salah satunya adalah perangkat lunak atau software akuntansi seperti Accurate.

Accurate adalah software akuntansi yang dikembangkan oleh CPSSoft atau PT Cipta Piranti Sejahtera. Perangkat lunak ini bisa dibilang sebagai yang terbaik di kelasnya, pasalnya sudah meraih penghargaan Top Brand Award untuk kategori aplikasi akuntansi terbaik—itu adalah penghargaan Top Brand keempat yang diterima oleh Accurate. Hmm, penghargaan seperti itu pasti sebanding dengan kualitas produk yang ditawarkan, bukan?

Setelah ditelusuri lebih dalam, saya mendapatkan alasan mengapa Accurate menyabet penghargaan itu. Dan ini menjadikan Accurate sebagai software akuntansi terbaik yang dapat membuat bisnismu naik kelas. Berikut beberapa kelebihan dari Accurate.

Gambar dari https://accurate.id

Dasboard Pribadi Untuk Melihat Gambaran Umum

Tanpa harus mengecek satu per satu dari bagian pembukuan, gambaran umum pembukuan bisa dilihat di dashboard atau beranda Accurate. Tampilannya juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Hal ini akan sangat memudahkan pengguna untuk melihat ringkasan pembukuan dalam jangka waktu tertentu.

Pencatatan Persediaan dan Gudang

Tak hanya dapat mencatat keuangan, Accurate juga bisa digunakan untuk mencatat stok atau jumlah persediaan dari gudang. Sehingga pengguna bisa memantau jumlah barang masuk dan keluar. Hal ini membantu bisnis untuk memutuskan kapan harus memasok barang dan sebagainya. Biar tidak ada penumpukan atau kelangkaan barang.

Dilengkapi Fitur Persetujuan Transaksi

Ketika menggunakan Accurate, pengguna bebas khawatir dengan masuknya transaksi fiktif atau duplikat yang membuat pembukuan kacau balau. Pengguna punya keleluasaan untuk memutuskan mana transaksi dan perubahan yang ingin dicatat atau tidak.

Disempurnakan Dengan Banyak Fitur Lainnya yang Sangat Berguna

Selain tiga poin di atas tadi, Accurate juga dibekali berbagai fitur menarik lainnya yang pasti bermanfaat. Fitur itu meliputi kelompok fitur umum, penjualan, pembelian, persediaan, perpajakan, buku besar, kas & bank hingga aset tetap. Kalau ditotal jumlah fiturnya lebih dari 60 buah lho.

Telah Dipercaya Lebih dari 80.000 Pelanggan

Hingga saat ini, Accurate telah digunakan lebih dari 80 ribu pelanggan yang meliputi UMKM hingga perusahaan besar lho. Ini menjadi bukti bahwa Accurate adalah software akuntansi terbaik yang ada di Indonesia saat ini.

Gambar dari https://accurate.id

Tertarik untuk mencoba Accurate? Kenali lebih jauh dengan menonton video di bawah ini.

Penutup: Cepat Atau Lambat Badai Itu Akan Datang Juga, Bersiap dan Atur Rencana

Resesi atau krisis ekonomi, baik global maupun nasional, agaknya tidak bisa dihindari. Bak sebuah badai, cepat atau lambat ia akan datang juga. Menyapu berbagai hal yang dilewatinya—dalam kasus kita adalah bisnis/usaha.

Bisnis yang kokoh akan memiliki pijakan yang kuat selama badai berlangsung. Bukan sebatas soal jumlah modal lho, tapi juga kesiapan sebuah bisnis menghadapi tantangan ke depan. Salah satu dari persiapan ini adalah perbaikan manajemen dari bisnis itu sendiri.

Nah untuk UKM sendiri, memang secara histori mampu bertahan di dalam badai krisis, tapi mundurnya sebuah bisnis tidak hanya karena faktor eksternal saja, tapi internal juga.

UKM, menurut hemat saya, mesti memperkuat pondasi dan bangunannya. Salah satu caranya adalah memperbaiki sistem pembukuan keuangan. Hal ini akan sulit jika semata mengandalkan sumber daya manusia, oleh karena itu perlu didukung dengan bantuan alat seperti software akuntansi. Dan kalaulah kamu yang membaca ini adalah seorang yang berkecimpung di bisnis UKM (atau bisnis skala apapun), tidak ada salahnya mencoba menggunakan software akuntansi untuk meningkatkan survivability bisnismu.

Dan kabar baiknya, kamu bisa mencoba Accurate secara gratis selama 30 hari. Kamu bisa memutuskan berlangganan setelah merasakan mudahnya mengelola pembukuan keuangan dengan Accurate, software akuntansi terbaik dan kekinian.[]

Referensi:

Website Accurate. https://accurate.id

Liputan 6. UMKM Sumbang 60% ke Pertumbuhan Ekonomi Nasional. https://www.liputan6.com/bisnis/read/3581067/umkm-sumbang-60-persen-ke-pertumbuhan-ekonomi-nasional

Dharma T. Ediraras. 2010. Akuntansi dan Kinerja UKM. Jurnal Ekonomi Bisnis No. 2, Volume 15, Agustus 2010

Dwitya Aribawa. 2016. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Kinerja dan Keberlangsungan UMKM di Jawa Tengah. Jurnal Siasat Bisnis No. 1, Volume 20, Januari 2016.

error:
Copy link
Powered by Social Snap