Evaporasi: Pengertian, Contoh, Proses dan Lainnya

Kehidupan di bumi berjalan sangat unik, sebab tak hanya manusia, semua makhluk juga ikut serta dalam membentuk sebuah kehidupan yang terintegrasi. Sebagai contoh tumbuhan yang mampu mencegah kekeringan ketika terjadi proses evaporasi di musim kemarau. Menurut saya itu unik, hanya saja kita mungkin yang tidak terlalu peduli dengan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan.

Oh ya, karena materi belajar kita hari ini adalah tentang evaporasi, teman-teman sudah pernah dengar atau tahu tentang apa itu evaporasi atau belum?

Nah, biar pembahasan kita menjadi runut, saya akan coba membahas materi kali ini dengan terstruktur. Pun jika kamu tidak membutuhkan semua informasinya, kamu tinggal menggunakan daftar isi di bawah ini untuk langsung menuju bagian mana yang ingin kamu baca. Tapi kalau saran saya sih, baca saja semuanya karena sayang banget kalau ilmu ini dilewatkan.

Yuk, disimak baik-baik ya teman-teman.

Pengertian evaporasi

Sederhananya, evaporasi adalah proses penguapan di mana terjadi perubahan molekul yang awalnya dalam keadaan cair menjadi gas. Contoh dari evaporasi ini adalah perubahan air menjadi uap air. Evaporasi dapat dilihat dari berkurangnya volume cairan ketika terpapar faktor penyebab evaporasi tersebut, seperti panas.

Contoh gampangnya, kamu bisa melihat saat kamu atau keluargamu mencuci kendaraan. Meski tidak dilap, semakin lama air yang tersisa di kendaraan itu akan semakin berkurang volumenya hingga hilang. Air yang berkurang itu bukannya hilang, hanya berubah bentuk menjadi uap air.

Hmm, itu baru satu contoh sih ya, contoh selanjutnya sebenarnya banyak ada di sekitar kita lho. Mungkin kitanya saja yang tidak sadar.

Contoh evaporasi dalam kehidupan sehari-hari

Jika mengeringnya kendaraan setelah dicuci hanya satu dari sekian banyak contoh evaporasi, agar kamu lebih paham dengan proses ini, kita akan bahas juga beberapa contoh evaporasi dalam kehidupan sehari-hari lainnya. Berikut beberapa contoh tersebut.

1. Tubuh yang mengering setelah mandi

Ketika selesai mandi, meskipun sudah dilap dengan handuk, masih ada beberapa air yang menempel di tubuh kita. Namun air itu kalau dibiarkan lama-lama akan menghilang juga. Hal itu dikarenakan adanya evaporasi yang terjadi, di mana panas tubuh kita membuat air tersebut perlahan menguap. Contoh yang paling gampangnya adalah air yang masih tersisa di kulit kepala, lama-lama akan kering juga, kan?

2. Keringat yang mengering

Ketika telah selesai berolah raga, kita biasanya akan berkeringat, bahkan tak jarang keringat tersebut membuat kita seperti baru mandi. Tapi lambat-laun keringat itu menghilang dan pakaian kita pakai pun ikutan mengering. Nah, keringat tersebut telah menguap atau berevaporasi karena panas tubuh kita dan panas cuaca pada saat tersebut.

3. Pakaian yang dijemur

Pakaian yang dijemur juga merupakan salah satu contoh evaporasi yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari. Saat awalnya kita menjemur pakaian yang masih basah atau lembab, kemudian setelah beberapa waktu pakaian tersebut menjadi kering, itu artinya cairan atau air yang ada di pakaian tersebut telah menguap. Semakin panas cuaca maka akan semakin cepat penguapannya.

4. Dedaunan pohon di musim kemarau

Apakah kamu pernah memperhatikan pepohonan di musim kemarau? Apa yang kamu temukan? Kalau saya sih melihat dedaunan mereka yang mengering dan banyak yang berjatuhan. Nah, peristiwa tersebut juga berkaitan dengan evaporasi tadi lho.

5. Embun ketika matahari sudah mulai terbit

Ketika pagi hari, beberapa embun bisa kita temukan di beberapa tempat. Embun yang berupa bulir air itu akan menghilang ketika matahari sudah muncul dan mulai meninggi. Peristiwa ini juga merupakan salah satu contoh dari evaporasi tadi.

Namun dari semua itu, muncul sebuah pertanyaan, bagaimana sih sebenarnya proses terjadinya evaporasi itu? Yuk kita bahas lebih lanjut.

Proses terjadinya evaporasi

Evaporasi adalah proses alami yang terjadi di alam, artinya proses ini akan tetap ada di dalam kehidupan kita. Evaporasi juga merupakan suatu hal yang sangat penting, coba kamu bayangkan andaikata tidak ada yang namanya penguapan itu, lantas bagaimana kita harus mencuci baju?

Ah, lupakan itu sejenak, sekarang kita bahas betul bagaimana proses evaporasi terjadi. Evaporasi terjadi ketika molekul cairan memperoleh energi panas yang cukup dari lingkungan sehingga molekul cairan tersebut berubah fasa menjadi uap. Rata-rata molekul cairan tidak memiliki energi yang cukup untuk berubah fasa, sebab jika energinya cukup akan sangat sedikit cairan yang ada di permukaan bumi. Oleh karena itu, energi dari lingkungan sangat memainkan faktor penting di dalam proses evaporasi ini.

Proses evaporasi merupakan salah satu proses penting dalam siklus air yang terjadi terus-menerus. Ketika proses evaporasi tidak terjadi, maka sudah dipastikan bahwa siklus air akan terganggu. Salah satu akibatnya adalah terhambatnya hujan untuk turun.

Biar kamu lebih gampang dalam membayangkannya, coba lihat gambar yang saya sertakan di bawah ini.

proses evaporasi
Gambar olahan pribadi, vektor dari Tree vector created by natalka_dmitrova – www.freepik.com

Tujuan evaporasi

Adapun tujuan dari evaporasi secara umum adalah untuk menguapkan air di permukaan bumi sehingga uap air tersebut dapat terkondensasi sehingga menjadi awan dan menyebabkan terjadinya hujan. Sedangkan secara khususnya, terutama di bidang ilmu fisika yang dipelajari di tingkat perguruan tinggi, adalah untuk memekatkan larutan yang mengandung zat yang sulit menguap (non-volatile solute) serta menguapkan pelarut yang mudah menguap dengan cara menguapkan sebagiannya.

Pada sebagian produk atau larutan, produsen atau pemilik menginginkan larutan yang pekat atau kental, sehingga cairannya (atau kandungan air) harus diuapkan terlebih dahulu. Sebagai contoh produk susu bubuk, susu cair awalnya dievaporasikan agar menjadi pekat dan dapat diproses menjadi susu bubuk.

Contoh lainnya dari tujuan evaporasi ini bisa juga pada pembuatan ikan asin atau kerupuk yang mesti dijemur untuk menguapkan kandungan air yang ada di dalamnya, serta beberapa contoh lainnya di mana konsep evaporasi ini digunakan.

Faktor yang mempengaruhi evaporasi

Nyatanya evaporasi tidak terjadi tanpa sebab atau faktor-faktor yang mempengaruhinya. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya evaporasi, termasuk juga yang dapat mempercepat laju dari proses penguapan tersebut. Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi evaporasi.

1. Temperatur

Temperatur berkaitan dengan besar panas yang diterima oleh sebuah cairan. Semakin tinggi temperatur maka akan semakin cepat laju evaporasi. Artinya, volume cairan tersebut akan semakin cepat berkurang atau menguap ke lingkungannya.

2. Tekanan

Tekanan, khususnya tekanan uap, menjadi faktor yang mempengaruhi evaporasi lainnya. Ketika tekanan uap cairan lebih rendah daripada tekanan atmosfer atau lingkungan, maka proses penguapan pun terjadi pada cairan tersebut.

3. Kecepatan angin

Kecepatan angin di lingkungan juga mempengaruhi proses evaporasi dikarenakan angin memiliki peranan dalam menggeser lapisan jenuh dengan lapisan tidak jenuh sehingga evaporasi dapat tetap berlanjut atau terjadi.

4. Pemukaan bidang penguapan

Permukaan bidang penguapan juga dapat mempengaruhi laju evaporasi sebuah cairan, ini juga berkaitan dengan air, vegetasi dan tanah.

5. Waktu dan intensitas paparan energi

Faktor yang mempengaruhi terjadinya evaporasi lainnya adalah waktu dan intensitas paparan dari sumber energi yang membuat molekul cairan tadi menguap. Sebagai contoh, jika sumber energinya adalah panas matahari, lama waktu di bawah sinar matahari dan besarnya intensitas radiasi sinar matahari tersebut akan mempengaruhi proses evaporasi.

faktor yang mempengaruhi evaporasi

Cara mencegah evaporasi

Sebelumnya kita sudah membahas bahwa evaporasi merupakan sebuah proses yang terjadi secara alami di alam. Hanya saja, mungkin di satu atau dua kasus di kehidupan kita, kita ingin mencegah terjadinya evaporasi tersebut karena satu atau dua alasan tertentu. Pertanyaannya, bagaimana cara mencegah evaporasi itu?

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan dalam mencegah evaporasi, atau paling tidak memperlambat proses terjadinya evapoprasi tersebut. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:

1. Hindarkan cairan dari paparan panas secara langsung

Cara pertama yang bisa kita lakukan dalam mencegah terjadinya evaporasi terhadap suatu cairan adalah menghindarkannya dari paparan panas secara langsung. Misalnya, memindahkannya ke dalam lemari atau di tempat yang lebih teduh.

2. Meletakkan cairan dalam bidang yang lebih besar

Seperti yang sudah kita bahas tadi, permukaan bidang dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi laju evaporasi. Ketika permukaan bidangnya besar, maka cairan akan lebih lama untuk panas sehingga molekul cairan tidak menguap dengan cepat.

3. Menyimpan cairan di wadah tertutup

Jika kamu tidak ingin cairan tertentu terevaporasi dengan cepat, kamu bisa menyimpannya di wadah khusus seperti botol dan sebagainya. Wadah tertutup akan mencegah cairan menguap ke lingkungan atau ke atmosfer.

4. Menggunakan cairan dengan tingkat penguapan lebih rendah

Setiap jenis cairan memiliki tingkat penguapan yang berbeda-beda lho. Sebagai contoh, air lebih mudah menguap dari pada minyak. Jadi, menggunakan cairan yang lebih sulit menguap juga bisa mencegah terjadinya evaporasi dengan cepat. Pada kenyataannya, cairan apapun dapat terevaporasi namun lajunya saja yang berbeda.

5. Menanam pohon untuk menghindari evaporasi lingkungan yang berlebihan

Nah, jika yang ingin dicegah adalah evaporasi air di permukaan tanah, maka cara mencegah evaporasi ini salah satunya adalah dengan menanam pohon. Lho, kok menanam pohon?

Ya, karena pohon dapat menyerap air dan mempertahankan air, sehingga tidak cepat terevaporasi ke atmosfer. Selain itu, proses evaporasi dapat disebut transpirasi ketika air tersebut diserap oleh tumbuhan. Artinya, air tidak hanya menguap begitu saja, melainkan sudah diambil sebagiannya oleh pohon yang akan digunakan pada proses fotosintesis dan sebagainya.

Dampak evaporasi

Sejauh ini kita sudah membahas berbagai teori mengenai evaporasi itu, namun ada satu yang belum kita bahas yaitu dampak proses evaporasi tersebut. Seperti proses-proses lainnya, evaporasi juga memberikan dampak yang bisa dinilai positif ataupun negatif.

Dampak positif evaporasi

Jika kamu membaca dari awal artikel ini, tentu kamu bisa dengan mudah menemukan apa saja dampak positif dari evaporasi itu. Saya sudah menuliskannya pada beberapa contoh. Yang jelas, proses evaporasi dapat membantu kita dalam berbagai aplikasi di kehidupan sehari-hari.

Berikut beberapa dampak positif dari evaporasi :

  • Membuat pakaian yang dijemur menjadi kering
  • Merupakan siklus air yang menyebabkan terjadinya hujan
  • Membantu mengeringkan bahan makanan
  • Mengeringkan badan setelah mandi
  • Mengeringkan keringat setelah berolah raga, dan sebagainya

Dampak negatif evaporasi

Jika evaporasi memiliki dampak positif, tentu saja ia memiliki dampak negatif juga. Terutama ketika musim kemarau datang dan sangat panjang, di tengah pemanasan global yang semakin memprihatinkan. Dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau tersebut adalah sebagai berikut :

  • Tumbuhan kekurangan air untuk diserap
  • Sungai mengering
  • Sawah dan lahan pertanian mengering
  • Menurunkan kelembaban udara, sehingga bisa merusak kulit

Persoalan dampak positif dan negatif dari evaporasi ini sebenarnya bisa dipandang dari sudut yang berbeda. Bisa saja dampak positif jadi negatif, atau negatif jadi positif. Yang jelas, evaporasi memiliki dampak yang bisa jadi dapat dianggap kecil atau besar dalam kehidupan.

Nah, itulah pembahasan kita mengenai proses evaporasi, tujuan, contoh, cara mencegah hingga dampaknya. Semoga dari apa yang saya jelaskan ini bisa membantu menambah khasanah pengetahuanmu ya. Ada pun jika menurutmu masih ada yang kurang atau ada hal yang ingin dipertanyakan, silakan menuliskannya di kolom komentar. Terima kasih sudah mampir dan membaca.

Tinggalkan komentar

error: