Sekelumit Tips Menang Lomba Blog ala Ajopiaman

Jika dihitung betul, saya sudah menjadi blogger semenjak tahun 2009 lalu, cuma kalau kapan seriusnya kira-kira baru setahunan lalu. Awalnya karena domain lama beserta hostingnya sudah kedaluarsa, akhirnya saya beli hosting dan domain baru. Waktu itu agak pusing sih memilih domain, tapi akhirnya saya putuskan menyewa domain ajopiaman(dot)com–meski terkesan sedikit alay.

Setelah membangun kembali blog pribadi dengan domain baru–blog yang Anda baca ini–saya iseng ikut lomba blog, waktu itu temanya tentang menjadi narablog di era digital dan alhamdulillah saya jadi salah satu pemenang favorit no-25. Kemenangan itu akhirnya memacu saya untuk terus semangat belajar dan mengikuti lomba-lomba blog. Alhamdulillah hingga saat ini saya sudah menang lomba blog sebanyak 19 kali.

Oh ya, mengikuti dan memenangkan lomba blog memang hanya satu dari jalan rezeki blogger, tapi jika Anda adalah seorang blogger yang punya naluri dan jiwa berkompetisi, tidak ada salahnya untuk mencoba, bukan? Nah, kali ini saya akan membagikan tips menang lomba blog versi saya. Tips ini saya tulis berdasarkan pengalaman ya.

Tips Menang Lomba Blog ala Ajopiaman

Kemampuan menulis yang baik hanya satu dari bekal yang membuat Anda bisa menaklukkan sebuah lomba blog. Percayalah, banyak orang hebat dalam menulis tapi tidak bisa membuat namanya tampil di daftar pemenang lomba. Apa sebab bisa demikian? Ya karena kemampuan menulis saja tidak cukup, toh rata-rata peserta lomba juga orang yang mempunyai kemampuan menulis di atas normal.

Nyatanya, lomba blog tidak sama dengan lomba menulis karya ilmiah lho, ada beberapa teknik yang harus kita perhatikan agar bisa merebut hati para juri dan penyelenggara lomba. Nah, teknik itu akan saya jabarkan nanti ya. Kita akan bahas tips menang menjadi 3 bagian, yaitu kenali lombanya, saat menulis artikel, setelah artikel terbit.

Bagian 1 : Kenali lombanya terlebih dahulu

#1 Kenali Penyelenggara Lomba

Hal pertama yang perlu dilakukan ketika dapat info lomba blog itu: kenali penyelenggaranya. Apakah itu instansi pemerintah atau swasta, apakah LSM/NGO atau pelaku bisnis dengan produk ini dan itu. Well, kenapa perlu tahu penyelenggaranya? Karena setiap penyelenggara punya orientasi yang berbeda. Pertanyaannya, di mana bedanya?

Bedanya itu kalau instansi pemerintah kerap adakan lomba untuk mencari ide atau gagasan tentang topik atau masalah tertentu. Sedangkan swasta itu lebih kepada branding (di dalamnya juga butuh yang namanya backlink—butuh sekali). Ada lho lomba blog yang harus diundur-undur deadline-nya karena pesertanya sedikit, bahkan ada yang terang-terangan buat info kalau lomba bakal diundur sampai peserta cukup “sekian” orang.

Tapi baik instansi pemerintah atau pun swasta, mereka punya 1 kebutuhan yang sama lewat lomba blog yang diadakan. Apa itu? Mereka butuh yang namanya exposure, sederhanya mereka pengen “diiklankan”.

#2 Kenali Juri Lomba

Setelah mengenali penyelenggaranya, tips lainnya yang perlu Anda lakukan adalah kenali jurinya. Seberapa pentingkah itu? Sangat penting. Beberapa pejuang lomba blog, terutama yang senior dan “pakar”, saya kira bakal memperhatikan atau bahkan mempelajari siapa juri lombanya.

Percayalah, subjektivitas juri benar-benar bekerja di lomba apapun, makanya ada ketentuan keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu, penuhi “selera” jurinya agar artikel kita berkenan di hati mereka.

Sederhananya begini, kalau jurinya dari kalangan akademisi maka buatlah artikel yang semi-ilmiah.

Tunggu dulu, kenapa tidak ilmiah sekalian saja? Hmm, ini lomba blog, bukan lomba karya tulis ilmiah. Blogger itu tugasnya menyederhanakan bahasa ilmiah agar bisa dimengerti khalayak umum. Namun jika jurinya bukan dari kalangan akademisi atau jurnalis atau apa gitu, katakanlah dari pihak entertainer maka buatlah artikel dengan bahasa yang longgar atau lebih supel gitu.

Tapi, ada juga kan ya, lomba yang jurinya gak jelas. Nah ini benar-benar masalah, blogger penggiat lomba jadi harus gambling. Kenapa gambling? Karena bukan hanya siapa jurinya, jumlah juri juga tidak jelas. Konon ada juga yang lomba blog dikelola oleh agensi antah berantah sehingga hasil lombanya benar-benar tidak fair.

Kalau ada lomba yang gak dicantumkan siapa jurinya, cara terbaik adalah buat artikel yang ng-endorse penyelenggaranya, entah itu produk atau apapun yang jadi tema-nya, biasanya ini yang adakan pihak swasta.

Ini cuma buat yang mau baca. Ini contoh artikel saya yang jadi juara 1 di Lomba Blog The Ambition Call IESR, saya tulis dengan gaya semi ilmiah : Sederhana Tapi Mengena, Begini Kiat Hemat Energi Rumah Tangga Demi Bumi Kita, ada juga yang alhamdulillah dapat juara 1 di Literasi Zakat Wakaf Kemenag, yang ini lebih soft (artinya tidak terkesan ilmiah), di sini Membangun Pilar Kebangkitan Umat dengan Tanah Wakaf, Mungkinkah?

Nah, kalau untuk yang tidak ilmiahnya, itu biasanya saya tulis kalau yang adakan pihak swasta. Salah satunya Lomba Blog Fossil kemarin ini, alhamdulillah dapat juara 2, intinya bahas/ekspos atau endorse produknya, linknya di sini : Makin Produktif dan Smart dengan Fossil Gen 5 Smartwatch

#3 Pahami syarat dan ketentuan yang berlaku

Tips memang lomba blog terakhir di bagian 1 ini adalah pahami syarat dan ketentuan yang berlaku. Harap perhatikan berapa minimal kata yang diminta, backlinkfollow akun penyelenggara dan sebagainya. Baca betul satu per satu dan pastikan Anda melakukannya. Akan sangat sia-sia jika pada akhirnya kita kalah hanya karena tidak mengikuti syarat dan ketentuan–padahal sudah menulis dan membuat infografis dengan maksimal.

Bagian 2 : Tulislah artikel dengan sebaik mungkin

#1 Persiapan Menulis

Jika teman-teman sudah menyelesaikan atau mengerjakan bagian 1 dengan baik, selanjutnya adalah waktunya menulis. Pertama, lakukan persiapan menulis dengan baik. Pastikan Anda sudah punya ide untuk ditulis ya. Jangan nekat menulis tanpa ide, itu buang-buang waktu. Mending jalan-jalan atau ngapain dulu, pas dapat ide, jangan lupa catat. Sering banget ide itu datangnya tiba-tiba.

Nah, kalau sudah dapat ide. Kembangkan jadi kerangka ya. Yap, ke-rang-ka. Cara mengembangkan kerangka paling mudah adalah mulai dari ini: Pembuka – Isi – Penutup. Terus satu lagi, sebaiknya menulis dengan pola umum-khusus.

Pembuka itu biasanya pengantar kita ke inti masalah atau bahasan. Di artikel biasanya ini di 100-200 kata pertama, sebaiknya jangan lebih panjang dari itu ya. Kalau kepanjangan itu namanya pembuka/lead yang mubazir nan membosankan. Lantas, bagaimana harus membukanya? Teman-teman bisa membukanya dengan cerita/berita/data terkait tema, atau penjabaran masalah yang berkaitan dengan tema itu sendiri. Atau hal lain yang menurut Anda “nonjok”. NB: itu juri mesti “ditonjok” dulu biar mau baca artikel kita sampai selesai

Saya kasih contoh dari tulisan saya sendiri ya. Perhatikan teks di bawah. Teks pertama untuk lead dengan cerita/berita, sedang teks kedua tentang masalah yang dijadikan tema tadi.

Paragraf 1

Jika kita tilik betul perkembangan dunia di beberapa dekade terakhir, agaknya apa yang selama ini hanya bisa kita lihat di layar kaca mulai terwujud menjadi nyata. Contoh nyatanya adalah teknologi hologram 3 dimensi yang bisa membuat kita “berpindah” ke suatu tempat meski secara fisik masih di di situ saja. Selain hologram, teknologi yang lebih marak dikembangkan adalah robot. Ya, ilmu robotik berkembang pesat dari masa-masa, dari robot biasa sampai robot yang bisa dinikahi oleh pemiliknya.

Eh, dinikahi?

Ya, agaknya itu terlalu janggal kalau terjadi di negeri ini, tapi terlepas dari ketidakwajarannya itu, beberapa orang memilih untuk menikahi robot yang dibeli atau dibuatnya di luar sana. Ini seperti menggunakan robot dalam perkara yang berbau “emosional”. Dan nyatanya, meski tak sefantastis menikahi robot, jutaan orang di dunia ini menggunakan robot untuk mendapatkan dukungan emosional.

Paragraf 2

Apa yang akan anda pikirkan jika seseorang tiba-tiba datang ke hadapan anda, menunjuk-nunjuk anda dan berkata bahwa anda adalah penyebab temperatur bumi yang semakin tinggi hari ke hari? Ada beberapa opsi yang bisa anda ambil. Pertama, menerimanya dengan lapang dada dan meminta maaf. Kedua, cuek-bebek tanpa merisaukannya. Ketiga, anda bahkan bisa memarahi balik orang tersebut dan berkata bahwa itu “fitnah”. Terlepas dari apapun jawaban yang akan anda pilih, faktanya memang suhu permukaan bumi terus memanas. Dikutip dari Goddard Institute for Space Studies (GISS) NASA, temperatur bumi telah meningkat hampir 1º Celsius semenjak 1880 [1]. Jika tidak ditangani segera, peningkatan ini akan terus berlanjut hingga mencapai lebih dari 2ºC pada tahun 2030.

Sejurus data di atas tampak “aneh”. Kenapa masalah ini menjadi penting padahal naiknya juga 1-2 derajat saja?

Bagian isi adalah bagian di mana teman-teman membahas mengenai tema/topik. Misalkan temanya tentang pentingnya domain untuk bisnis, nah bahas tentang apa pentingnya domain itu bagi bisnis. Setelah pembahasan itu selesai baru setelah itu tulis bagian tentang “ngendorse” atau memberikan “exposure” pada penyelenggara tadi

Kenapa tidak dari awal saja kasih endorse-nya, boleh sih, tapi kebanyakan penyelenggara suka yang namanya soft selling. Apa itu soft selling? Bisa dibaca di sini https://bit.ly/36urmEC

Bagian terakhir tentang Penutup. Ini biasanya tempat untuk penekanan ulang apa yang telah disampaikan sebelumnya. Terus, ada satu hal yang sebaiknya tidak dilewatkan, itu adalah Call to Action. Intinya mengajak orang melakukan sesuatu, bisa jadi membeli/mencoba produk/jasa yang dijadikan tema lomba dan sebagainya

Contohnya gimana? Seperti teks di bawah ini ya. Perhatikan yang cetak tebal.

Well, sebagian besar orang mungkin beranggapan pekerjaan lepas atau freelance layaknya jadi pekerjaan sampingan saja. Tapi tahukah Anda, bahwa ada orang yang menjadikan freelancer sebagai pekerjaan utama? Terlepas dari sampingan atau utama, yang lebih jelas tentu harus mencari platform atau marketplace freelancer terbaik, bukan? Nah, coba deh daftar dan jualan di DigiMart, dan dapatkan keuntungan dan pengalaman terbaik Anda di sana.

Oh ya, selain itu sempatkan juga untuk melakukan riset bahan tulisan ya. Karena tulisan yang dibuat dengan riset yang cukup akan jadi tulisan yang berbobot.

#2 Mulailah Menulis

Tips selanjutnya adalah mulailah menulis. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan saat menulis. Saran saya, sebaiknya tulis artikel di aplikasi pengolah kata seperti Ms Word atau Libre Office Writer dan software pengolah kata lainnya. Jangan menulis langsung di blog, karena kan rugi banget kalau jaringan putus, atau tidak sengaja tertutup dan sebagainya.

Saat menulis, usahakan menyelesaikan tulisannya sampai benar-benar selesai. Memang kita suka tergoda untuk baca ulang dan ngedit gitu, tapi jangan dulu, nanti aliran tulisannya terputus dan susah nyambunginnya lagi. Perhatikan dan beri Heading H2 dan H3 ya pada artikelnya. Memang ini penting banget untuk membuat tulisan kita “mudah dipahami” dan “terstrukur dengan baik”.

Jangan pelit dengan kata. Yap, meskipun syarat lomba minimal 500 kata gitu, please jangan pelit buat kasih lebih. Percayalah, 500 kata itu terlalu sedikit untuk menulis hal-hal yang diperlukan. Saya sendiri biasanya nulis di rentang 1000-1500 kata, bahkan ada yang lebih dari itu.

Oh ya, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat menulis–sebaiknya dihindari, berikut daftarnya:

  • Banyak berhenti dan ngedit ini dan itu sampai akhirnya tulisan gak kelar2
  • Salin-tempel (copy-paste) dari tempat lain ke artikel kita, jika memang ada sumber yang bagus, lakukan parafrasa dan cantumkan sumbernya sebagai referensi
  • Menyebut merk lain di artikel, cukup sebut merek yang adakan lomba saja
  • Serta hal melanggar norma lainnya

Bagian 3 : Lakukan ini tepat sebelum dan setelah artikel terbit

#1 Menyunting Tulisan

Hal pertama yang perlu dilakukan setelah menyelesaikan artikel tentu saja menyunting tulisan itu. Baca ulang dan perbaiki kalimat-kalimat yang tidak sempurna, tidak efektif dan sebagainya. Perbaiki juga kesalahan tipografi atau salah ketik. Upaya sunting-menyunting ini kalau bisa jangan hanya sekali. Karena penulis kenamaan sekalipun menyunting tulisannya berkali-kali. Bahkan waktu yang dihabiskan untuk menyunting jauh lebih banyak daripada menulis draf atau naskah kasarnya

#2 Siapkan ilustrasi/foto/gambar

Setelah urusan sunting menyunting selesai, barulah kita menyiapkan ilustrasi/foto/gambar sebagai pendukung artikel. Jika lomba blog itu jenisnya review, disarankan untuk mencoba betul produk mereka, kalau tidak bisa, teman-teman bisa menulis opini dari review pelanggan mereka. Cuma kalau kita yang coba sendiri, kita bisa dapat foto eksklusif dari produk yang dijadikan tema lomba itu.

Begitu juga tema lomba seperti traveling dan lain-lain, akan lebih bagus menggunakan foto yang kita ambil sendiri saat jalan-jalan. Selain itu, siapkan juga infografis jika diperlukan. Tapi pertanyaannya, gimana cara membuat infografis?

Cara membuat infografis: Buat sendiri dengan software yang Anda kuasai. Saya pribadi menggunakan Inkscape (software desain grafis berbasis vektor di PC), selain itu bisa pakai CorelDraw, Adobe Illustrator, Photosop, GIMP dan lainnya.

“Tapi saya gak bisa pakai software PC begitu”, oke, coba gunakan Ms PowerPoint, ada banyak blogger senior yang sering menang lomba hanya bermodal PowerPoint untuk desain ilustrasi lho. Dan kalau mau desainnya lebih kaya, bisa beli bundle master desain PowerPoint, ini banyak yang jual. Selain itu bisa juga cari vektor di Freepik (tapi jangan lupa kasih kredit ke mereka ya—kecuali kalau berlangganan premium).

Cuma kalau pakai PowerPoint pun tak bisa, cara lainnya adalah gunakan Canva, memang sih bisa versi gratis, tapi saya sarankan berlangganan Canva premium, agar resources desainnya lebih banyak. Saya pribadi tidak mengerti sih soal Canva. Mungkin bisa di cari di Google saja ya.

#3 Cek ulang keseluruhan artikel

Nah, saatnya mengirimkan artikel, tapi sebelum kirim. Cek lagi artikelnya ya, apakah sudah memenuhi semua syarat dan ketentuan lomba? Terutama sekali soal backlink (dan tagar alias tanda pagar kalau diminta) Jika gambar/ilustrasi/infografis sudah ada, insert ke postingan di blog ya. Cuma, pastikan resolusinya cukup untuk dapat dibaca dengan jelas dan baik, dalam membuat desain pastikan juga keserasian warna hingga pemilihan font.

Selanjutnya, posting artikel tersebut. Pastikan semua kelengkapannya oke ya. Jangan lupa gunakan gunakan kaidah SEO onpage juga, karena sebagian lomba menilai peringkat artikel di SERP Google. Catatan: sebaiknya submit secepat mungkin setelah posting, biar gak dicuri idenya kalau ada orang tak bertanggung jawab

#4 Meningkatkan engagement artikel

Nah, pada akhirnya artikel kita sudah di-submit. Tapi apakah sudah selesai sampai di situ? Tidak, tidak secepat itu Fergusso! Selanjutnya adalah urusan menyebarkan artikel dan mendapatkan engagement. FYI, kebanyakan blogger pegiat lomba kawakan mengirim artikelnya belakangan, itu bukan selalu karena baru selesai dibuat, tapi untuk mengamankan idenya agar tidak dijiplak. Kecuali kalau itu lomba SEO, harus dikirim di awal. Tapi lomba SEO intinya dioptimasi, artikel standar tak terlalu masalah asal mejeng di page 1 SERP Google.

Nah, untuk meningkatkan engagement berikut daftar upaya yang bisa dilakukan:

  • Posting link artikel di media sosial (meski tidak disuruh), dan mention/tag akun penyelenggara lomba. Persoalan di mana mau diposting itu terserah mas/mbak sekalian. Tapi kalau saya lebih suka di Instagram. Kenapa? Karena dapat Like (suka) di Instagram lebih mudah (meskipun tidak bisa mengirim link aktif di postingan, kan ada link di bio ya).
  • Rajin-rajin blogwalking (BW) ke blog orang lain agar blog kita di BW balik dan komentar di artikel lomba semakin banyak. Yah, mudah-mudahan dapat kategori komentar terbanyak, engagement terbanyak, terfavorit atau apapun namanya kalau tidak dapat juara utama.
#5 Masa menunggu pengumuman

Jika semuanya sudah dilakukan, sekarang adalah menunggu pengumuman dengan sabar. Semua sudah selesai, terus ngapain lagi ya? Hmm, sesekali mas/mbak sekalian bisa share ulang postingannya, atau postingan promosi di akun medsos dan sebagainya.

Selain itu tentu berdoa, mudah-mudahan artikel kita berkesan di hati juri. Karena sekali lagi, lomba-lomba itu hasilnya tergantung subjektivitas juri. Kalau nyatanya menang, itu berarti rezeki kita. Kalau tidak menang, bukan berarti tulisan kita tidak bagus, mungkin memang belum rezeki.

Nah, itulah beberapa tips menang lomba blog–mungkin lebih tepatnya makalah karena saking panjangnya. Menang ataupun kalah dalam lomba blog itu biasa. Namanya juga kompetisi. Namun yakinlah, setiap kekalahan akan membuat kita belajar menjadi lebih baik di lomba-lomba setelahnya. Tapi ada juga lho teman saya yang sekali coba langsung menang, sebut saja namanya Mas Arigetas. Memang kalau rezeki gak akan ke mana.

Oh ya, segini dulu ya artikel tentang tips menang lomba blog ini. Jika ada pertanyaan, silakan tuliskan di kolom komentar. Selamat mencoba dan selamat berkompetisi.[]

41 pemikiran pada “Sekelumit Tips Menang Lomba Blog ala Ajopiaman”

  1. Aku masih belajar euyy, semoga bisa ikuti jejak kak fadli ehhh kebanyakan udah menangnya, paling ga ngikutin jejak kak arigetas lah , pertama kali ikut lomba langsung menang , senengnya. Makasih ilmu yang manfaat banget kak.

    Balas
  2. Betul banget, menang kalah dalam lomba adalah hal biasa. Yang penting terus belajar dan mencoba.
    Semangat, semangat. .

    Wah mantap nih, komplit banget tipsnya. Nanti saya praktekkan semoga saja bisa jadi juara.. .

    Balas
  3. Udaa,
    Umumnya juri hanga pada lomba yg diadakan pemerintahan gitu ya,
    Soale kaya produk review atau perusahaan gitu, kayanya emang gak diketahui siapa jurinya ya atau aku aja yang gak tau hehe

    Balas
  4. Sungguh sebuah panduan menang lomba yang serupa paket nasi timbel komplit. Diulas semua sampai detil. Istilahnya ayam, sumsum dalam tulang pun ikut diberikan. Aku baru beberapa kali ikutan lomba dan belum menang. Harus mau mengakui bahwa ada beberapa di antaranya yang aku ‘tidak serius’. Dalam arti, nggak mempersiapkan sedetil mungkin sebelum menulis.

    Terima kasih banyak panduannya, Ajo …

    Balas
  5. Saya lumayan excited ikut lomba blog 2019 kemarin, tapi hanya beberapa saja yg menang, baru tahun ini bisa juara satu di salah satu lomba. Sisanya cuma juara tiga, atau juara hiburan. Sekarang sih gak terlalu saklek harus menang lomba. Yang penting bisa update konten blog. Terima kasih tipsnya yg berharga Uda Fadli.

    Balas
  6. Artikel keren nih, mau diterapkan nanti. Tapi beberapa kali ikut lomba kerasa bener kalau yang ngadain itu pemerintah atau swasta. memang beda ritmenya.

    Balas
  7. Wiih jadi ini ternyata kunci menang lomba blog. Dan kumenyadari dulu pas tertarik ikutan lomba gak pernah cari tahu lebih lanjut tentang penyelenggara juga jurinya. Udah gitu gak bisa bikin infografis huehe. Makasih tipsnya, mau kupelajari lebih lanjut poin-poinnya perlahan-lahan

    Balas
  8. Wah langsung kubintangin link ini Mas. Lengkap dan komperhensif banget sih pembahsannya, cocok deh pemula kayaku hehe. Aku orangnya ga suka nyelesain naskah, jadi banyak bgt draft gantung. Kadqng lg nulis ke distrak ini itu.

    Balas
  9. Bookmark dulu nih artikelnya, penting banget ini buat yang pengen menang lomba blog. Aku baru sekali pernah menang lomba blog, artikel ini wajib kubaca berkali-kali dan kuterapin deh kalau mau menang lomba blog lagi

    Balas
  10. Makasih tipsnya ya Da… btw selengkap ini baru “sekelumit” yaaa gimana complete version-nya lagi. Saya pernah ikut lomba tp salah copas link. Sampai panitia mewapri saya (mungkin karena yg ikut dikit ya, hihi). Panitia bisikin yg saya submit itu url S&K nya malah ahahaa… padahal masih kata panitianya yg pernah baca artikel buat lomba saya itu, tulisan saya layak sebagai pemenang. Cuma karena telat (akibat salah copas permalink), juara hiburan deh hihi… Gpp, saya ambil hikmahnya.

    Balas
    • Siap mas, di blog saya ini, saya baru 2 kali ikut, kduanya blm menang. Dr tips diatas ternyata banyak hal yg saya ga aware, jd baru sekedar ikut2 an. Makasih yaaa

      Balas
  11. Bener banget kalimatnya di gambar pertama,memang saat kalah harus tetap sabar dan mencoba lagi namun terkadang sudah kalah dan melihat pesaingnya suka langsung tidak mau ikut kompetisi lagi,huhuhu. Informatif nih biar semangat ikut lomba blog lagi.

    Balas
  12. Udah beberapa kali si nyoba ikut lomba blog, tapi belum pernah ada yang menang! emang buat iseng-iseng aja sekalian ngisi blog si. Tapi kalo nyoba diseriusin mungkin ada peluang buat menang, bisa nyoba praktekin tips ini.

    Balas
  13. Tipsnya bermanfaat banget nih buat blogger pemula seperti saya
    Pernah ikut lomba blog dan menang jadi ketagihan untuk terus belajar biar bisa mengikuti jejaknya Mas Fadli yang rasanya kalau menang itu gampang banget hihhihi

    Balas
      • Waaah cakep. keren pengalaman menang lombanya. tipsnya juga keren. saya sudah melakukannya sih. tapi sekedar melihat pola blogger lain yang tulisannya bagus. alhamdulillah ternyata sama dengan tips di artikel ini. berarti yang saya lakukan sudah bener dong. makasih mas fadli ilmunya.

  14. Alhamdulillah walau sering kalah aku juga masih terus ikut lomba. Cuma kadang ya itu, ide nya baru muncul mendekati deadline. Padahal udah dibilang sama para suhu yang sering menang lomba kalau submit artikel tuh maximal seminggu sebelum deadline. AKu kadang H minus 15 menit baru submit. hehehehe

    Balas
  15. Ikut lomba blog memang sekaligus untuk upgrade kemampuan diri. Banyak belajar dari banyak orang dan memperbaiki kwalitas diri. Terima kasih tips dan triknya, Mas 🙂

    Balas
  16. Jujur, selama ikut lomba, nggak pernah sedetail ini memerhatikan, asal ikut aja dengan s&k nya. huhu.. Next bakal lebih “teliti” deh.

    Makasih banyak infonya bang Fadli 😀

    Balas

Tinggalkan komentar

error: