Pintar Saja Tidak Cukup, Inilah 5 Kunci Sukses Sesungguhnya

Apakah kamu pernah bermimpi menjadi seseorang yang sukses? Jika iya, 5 kunci sukses sesungguhnya ini saya tulis supaya kamu percaya diri dengan apa yang kamu miliki. Tenaang… kalau kamu merasa kurang pintar, jangan gusar. Karena pintar saja tidak cukup untuk menjadi modal meraih kesuksesan.

Apa sih, sebenarnya makna sukses itu?

Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (https://kbbi.web.id) sukses artinya berhasil atau beruntung. Jadi, arti sederhananya adalah, seseorang dikatakan sukses jika ia berhasil melakukan sesuatu yang diinginkan (sengaja dilakukan). Contohnya kalau kamu ingin juara 1 di kelas, lalu kamu berhasil mencapai keinginan itu, nah berarti kamu bisa dikatakan sukses.

5 Kunci Sukses Sesungguhnya

Kepandaian atau kepintaran saja tidak akan cukup untuk membuat seseorang mencapai kesuksesan. Misalnya, orang pintar yang gagal menyelesaikan studi di akhir, orang pintar yang tidak memiliki jaringan sehingga usahanya tidak berkembang. Atau orang pandai yang terlunta-lunta karena sakit jiwa, Astaghfirullahaladzim

Ada 5 hal yang menjadi pendorong sukses atau tidaknya seseorang. Boleh percaya boleh tidak, tetapi 5 hal ini akan menjadi salah satu penentu kesuksesan kamu.

Niat Beribadah

Seperti kamu tahu dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang yang mengaku beriman. Nah, menjadikan belajar atau berusaha dengan niat melakukan ibadah kepada Allah adalah salah satu dari 5 kunci sukses sesungguhnya.

Melakukan proses belajar mengajar demi menjalankan ketentuan Allah, pasti akan lebih mudah karena tujuannya jelas, yaitu untuk beribadah. Segala hal yang disandarkan kepada Allah, baru menjalankan saja sudah mendapat kebaikan. Hasil dari pekerjaan yang didasari sebagai sarana beribadah kepada Allah akan lebih barakah lebih terasa nikmatnya.

Niat Menyebar Kebaikan

Menuntut ilmu supaya pintar, setelah itu ilmu akan dipraktikkan untuk apa? Kamu pasti setuju tujuan baik akan tercapai dengan baik pula. Sebaliknya jika mendapatkan ilmu diniatkan untuk hal yang Allah tidak rida (kejahatan atau keburukan), maka keberhasilan susah didapat.

Kamu mungkin memprotes peryataan ini, karena bukankah ada juga orang jahat yang sukses mengambil hak orang lain (mencuri, merampok atau korupsi)? Coba telaah lagi, kesuksesan yang mereka peroleh itu sejatinya bukanlah sukses yang sebenarnya. Ketika ada juga niat buruk, orang yang melakukan (seolah) berhasil atau sukses.

Padahal sejatinya ia sedang diuji dengan sesuatu yang disebut dengan istiraj. Ibaratnya seseorang yang diuji dengan kekayaan, apakah akan memanfaatkannya di jalan kebaikan atau menjadi alasan untuk ingkar kepada Tuhan.

Ingat cerita Fir’aun? Nah, Fir’aun adalah contoh nyata dari seseorang yang mendapat ujian dengan sukses berbuat kemungkaran, merasa hebat, merasa kaya, merasa kuat sampai dia merasa dia adalah tuhan. Pada akhir hidupnya dia menyadari bahwa dia hanyalah manusia biasa, bukan siapa-siapa apalagi tuhan seperti yang dikatakannya.

Sungguh-sungguh Belajar

Salah satu dari 5 kunci sukses sesunguhnya yang selanjutnya adalah sungguh-sungguh dalam belajar. Perwujudan dari niat yang baik adalah bahwa seseorang akan melakukan atau mewujudkan niatnya dengan sungguh-sungguh melakukan atau menjalankannya.

Kesungguhan dalam menuntut ilmu atau mengerjakan sesuatu akan menjadi suntikan semangat meraih sukses yang luar biasa. Semangat ini akan muncul sebagai sebuah tindakan yang terus menerus untuk menyelesaikan pekerjaan.

Secara sederhana kesungguhan melakukan sesuatu akan membentuk kebiasaan baik pada seseorang. Makin sering ia melakukan, makin terlatih ia dalam pekerjaan. Makin sungguh-sungguh seseorang mempelajari sesuatu, akan makin menguasai bidang yang ditekuni. Kamu setuju, kan dengan pendapat ini?

Baca juga : Waktu yang Tepat Untuk Belajar Agar Efektif

Keikhlasan Guru Menransfer Ilmu

Ini hubungan guru-murid yang unik. Tak tampak secara nyata, tetapi bisa dirasakan keberadaannya. Saat mengajarkan sesuatu sorang guru pasti ingin muridnya berhasil. Maka ketika mengajar, guru menyelipkan doa keberhasilan bagi muridnya.

Keikhlasan guru mengajarkan sesuatu, kesabaran menuntun murid seperti menjadi booster bagi tercapainya keberhasilan.

Untuk itu hormati dan hargailah guru kamu dengan cara bersikap baik dan menyelesaikan tugas dengan baik pula. Sikap baik ini sudah seharusnya dijaga meskipun kamu sudah lulus dan tidak lagi menjadi murid atau mahasiswa sang guru.

Kabarkan keberhasilan yang kamu capai pada gurumu, maka tak hanya akan membuat beliau bahagia, tetapi menambahkan doa untuk kebahagiaanmu pula.

kunci sukses sesungguhnya

Doa Orang Tua

Kalau menurut saya, poin ini adalah bagian terpenting dari 5 kunci sukses yang sesungguhnya. Bukankah Allah pernah berfirman bahwa Rida Allah berdasar rida kedua orang tua, dan kemurkaan Allah sesuai kemurkaan kedua orang tua.

Lalu, pasti kamu juga tahu bahwa salah satu doa yang makbul adalah doa orang tua untuk anaknya. Maka, wabil walidaini ikhsanaa, kepada kedua orang tuamu seharusnya kamu bersikap baik. Patuh, hormat, menyayangi dan menaati perintah dan larangan keduanya.

Nah, sekarang kamu tahu bagaimana cara meraih kesuksesan. Peganglah kuncinya baik-baik dan jadikan itu sebagai senjata memuluskan rencana menemani perjuanganmu mencapai keberhasilan. Semoga sukses, ya!

—–

*Artikel ini ditulis dan dikirimkan oleh Sitatur Rohmah

Sitatur Rohmah, adalah ibu rumah tangga dengan 4 anak yang mulai beranjak remaja. Keresahan, buah pikiran dan cita-cita dituangkan dalam blog pribadinya https://sitaturrohmah.com. Penulis buku 365 Hariku Bersama Ananda (Metagraf, 2019) ini memiliki minat yang besar terhadap tema parenting dan pengembangan diri. Jenis tulisan yang paling disukai adalah opini dan review.  Sita, seperti itulah ia dipanggil, berdomisili di Solo dan bisa diakrabi email sitatur@gmail.com, juga lewat sosmednya IG @sitatur_rohmah, Twitter @sitatur dan FB @Anik Sitatur Rohmah.

Tinggalkan komentar

error: