Ada satu hal yang kerap membuat seorang mahasiswa S2 merasa cemas di tengah perkuliahannya, atau calon mahasiswa S2 yang merasa bimbang dalam menentukan jurusan pilihannya. Hal itu adalah apakah menjadi masalah apabila kuliah S2 beda jurusan dengan S1. Hmm, kalau menurut saya sih tidak masalah, tapi ada “tapi”-nya.

Sebelum itu, saya ingin bertanya kepada Anda, apakah motivasi Anda mengambil kuliah S2? Saya pernah ditanya seorang junior tentang pilihan jurusannya ketika S2 nanti yang tidak linear dengan jurusan S1-nya, konon katanya dia ingin mengambil itu karena ingin menjadi seorang pebisnis. Teman sekolah saya dulu bahkan juga telah menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan gelar M.B.A (Master of Business Administration) padahal gelarnya S1 beliau dulu adalah S.Si (sarjana sains).

Pertanyaannya, kenapa ia malah mengambil kuliah S2 MBA yang notabene adalah jurusan mahal, jawabannya karena ia punya minat di bidang bisnis dan berniat menempuh karir sebagai seorang pebisnis–ketimbang menjadi dosen atau pengajar.

Kuliah S2 Beda Jurusan dengan S1 Tidak Masalah Jika…

Sejurus mungkin Anda sudah mendapatkan jawaban dari beberapa paragraf di awal tadi. Memang sebenarnya kuliah S2 beda jurusan dengan S1 tidaklah masalah. Anda tetap bisa mendapatkan gelar di jurusan yang Anda pilih, hanya saja mungkin masalah itu belum muncul hingga Anda mendapatkan ijazah, tapi akan dapat muncul ketika Anda telah menyelesaikan kuliah S2 itu.

Nah, daripada Anda nanti kena masalah, beberapa pertimbangan ini layak untuk Anda renungkan.

Sudah Memiliki Peta Jalan Karir di Masa Depan

Salah satu kasus S2 dan S1 beda jurusan yang paling umum barangkali adalah S.T., M.M. Itu maksudnya ketika S1 dulu ia kuliah di teknik namun ketika S2 ia kuliah di manajemen. Saya sering melihat orang dengan gelar seperti ini di spanduk-spanduk kampanye. Kenapa bisa kejadian gelar seperti itu tidak terlepas dari peta jalan karir seseorang.

Mungkin ketika S1 dahulu ia memang berniat menjadi seorang insinyur tapi nasib mengarahkannya menjadi seorang pengusaha dan sebagainya. Maka untuk menunjang karirnya, ia memilih jurusan S2 yang berkaitan dengan pekerjaannya saat ini. Nah, Anda pun bisa memilih jurusan S2 yang beda dengan S1 dengan syarat Anda sudah memiliki peta jalan karir sendiri.

Tidak Berharap Menjadi Aparatur Sipil Negara atau Juga Pengajar di Kampus

Kuliah S2 dan S1 beda jurusan juga tidak masalah jika Anda memang tidak ada niat jadi dosen yang berstatus aparatur sipil negara (ASN). Hanya saja, jangan pernah coba-coba kalau memang Anda ingin menjadi ASN, sebab pendidikan dosen ASN itu umumnya mesti linear antara S1 dan S2 nya.

Parahnya, tak hanya dosen ASN. Saya kerap melihat info lowongan dosen kampus swasta di internet yang juga meminta seseorang dengan jurusan kuliah S1 dan S2 yang linear. Jadi, jika Anda ingin jadi dosen jangan ambil jurusan yang berbeda ya.

Tidak Masalah oleh Keluarga dan Orang Sekitar

Faktor lain yang juga mesti dipertimbangkan adalah suara dari keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Sebaiknya kita tidak sembrono memilih jurusan kuliah S2 agar tidak mengecewakan mereka. Apalagi jika Anda adalah seseorang yang kuliah S2 dari beasiswa orang tua (alias masih dibiayai), luangkanlah waktu untuk berdiskusi dan menjelaskan tujuan kuliah S2 Anda kepada mereka.

Baca juga : Ingin Kuliah S2 Cepat Selesai? Simak 7 Cara Ini

Kesudahannya, setiap orang memiliki alasan untuk mengambil jurusan apapun sewaktu S2. Mau sama jurusan dengan S1 atau tidak, itu sepenuhnya keputusannya masing-masing. Hanya saja, investasi untuk kuliah S2 untuk jauh lebih besar daripada S1, oleh karena itu rencanakanlah dengan matang perkuliahan Anda. Semoga Anda mendapatkan apa yang Anda cita-citakan setelah menyelesaikannya nanti.[]

error:
Copy link
Powered by Social Snap