Lompat ke konten
Home » Cara Publikasi di Jurnal Internasional Terindeks Scopus

Cara Publikasi di Jurnal Internasional Terindeks Scopus

cara publikasi di jurnal internasional terindeks scopus

Sampai saat ini, alhamdulillah sudah 10 artikel ilmiah saya yang berhasil terpublikasi di jurnal internasional terindeks Scopus, 2 di antaranya saya sebagai penulis utama dan 8 lainnya saya sebagai co-author. Semua itu saya tulis selama menjalani program S3 di perguruan tinggi negeri di kota kami. Mungkin banyak orang yang tanya, sulit atau tidak dan bagaimana cara publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus. Oleh karena itu, saya akan mencoba menuliskannya sekarang.

Oh ya, apa yang Anda ketahui tentang Scopus? Gampangnya Scopus adalah indeks jurnal internasional yang dikelola oleh Elsevier–salah satu penerbit jurnal internasional terbesar dan ternama. Sampai sekarang Scopus masih menjadi acuan dalam syarat tamat mahasiswa doktoral (S3) di Indonesia, begitu pula syarat publikasi dosen agar bisa dihitung poinnya.

Scopus bagai buah simalakama yang membuat berbagai kalangan menjerit–sampai viral video lagu seorang dosen tentang Scopus atau beberapa opini tentang Scopus di media massa. Terlepas dari itu nyatanya aturan publikasi Scopus belum juga dicabut. Alhasil, pilihan yang ada hanya memenuhi “tuntutan” itu, bukan?

Cara Publikasi Artikel di Jurnal Internasional Terindeks Scopus

Apakah Anda adalah mahasiswa atau dosen? Yah, sebenarnya saya tidak ada masalah dengan latar belakang Anda, hanya saja ketika Anda sudah mampir ke blog ini untuk mencari informasi yang Anda butuhkan, tentu sudah tanggung jawab saya untuk memberikannya bukan?

Kali ini kita akan membahas mengenai cara publikasi di jurnal terindeks Scopus, di beberapa bagian nanti saya akan menyematkan tautan artikel saya yang lain yang bisa Anda baca juga untuk membantu Anda memahami informasi ini. Anda bisa mengekliknya karena akan terbuka di tab baru kok.

#1 Cari dahulu jurnal terindeks scopus target publikasi Anda

Sebelum berpikir untuk mempublikasikan tulisan Anda di jurnal terindeks Scopus, tentu Anda perlu mencari terlebih dahulu target jurnal yang Anda inginkan. Pilihlah jurnal yang sekiranya bisa ditembus oleh naskah artikel Anda. Cek juga jumlah issue per tahun dan jumlah artikel sekali terbit, hal ini penting agar naskah Anda punya peluang lebih besar untuk diterima.

Oh ya, jika Anda ingin mengetahui bagaimana cara mengecek jurnal terindeks Scopus atau tidak, silakan baca di sini : Mengenal Scopus dan Cara Cek Jurnal Terindeks Scopus

Satu hal lagi, jangan sampai salah pilih jurnal juga ya, karena ada beberapa jurnal yang katanya terindeks Scopus tapi masuk ke daftar jurnal predator. Cari tahu apakah judul jurnal yang Anda pilih itu tergolong predator atau tidak di tautan ini : Ciri dan Cara Cek Jurnal Predator yang Perlu Anda Ketahui

#2 Jangan lupa cek aim of scope dan guide for author dari jurnal tersebut

Setelah Anda menemukan kandidat jurnal yang akan menjadi labuhan naskah artikel Anda, baca semua informasi yang dijelaskan oleh penerbit jurnal di laman resminya. Anda bisa mencari halaman yang dinamakan guide for author atau author guidelines. Bacalah halaman itu dengan seksama.

Untuk memudahkan Anda, berikut beberapa bagian yang harus Anda perhatikan:

  • Aim of scope
  • Review speed
  • Total issue per volume
  • Article processing charge

Aim of scope adalah skop atau ruang lingkup dari jurnal tersebut. Silakan diperhatikan, apakah naskah artikel Anda masuk ke dalam skop jurnal tersebut. Jika ternyata tidak tapi Anda nekat mengirimkan artikel ke sana, artikel Anda akan direjek bahkan sebelum dikirimkan ke reviewer alias ditolak oleh editor.

Review speed adalah kecepatan review dari jurnal tersebut. Ketika artikel Anda telah lolos di tahap seleksi oleh editor, maka akan dikirim ke reviewer untuk ditelaah. Nah, kecepatan review ini adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga keluar hasil pertama dari review tersebut. Umumnya sekitar 2-3 bulan, kalau ada yang lebih, mungkin sebaiknya Anda cari jurnal lain. Atau kalau misalkan tidak ada keterangannya di sana, nanti akan saya jelaskan di bawah bagaimana cara keponya.

Total issue per volume adalah berapa issue atau nomor yang diterbitkan dalam 1 volume. Volume itu biasanya tahun terbit. Satu volume per satu tahun. Ketika Anda mengetahui berapa issue yang diterbitkan dalam satu tahun, Anda bisa mengukur-ukur peluang artikel Anda diterbitkan di jurnal tersebut.

Article processing charge adalah biaya yang dikenakan kepada penulis agar artikel mereka bisa diterbitkan. Biasanya jurnal open access atau akses terbuka yang memberlakukan ini. Namun ada juga beberapa jurnal biasa yang meminta APC pada penulis sebelum artikelnya diterbitkan. Tapi jangan khawatir, APC tidak akan diminta pada saat submit melainkan ketika artikel sudah accepted atau diterima.

Beberapa hal lainnya juga bisa menjadi pertimbangan dalam pemilihan jurnal tempat publikasi artikel kita. Bisa jadi itu bersifat subjektif antar penulis.

#3 Coba lihat beberapa artikel yang pernah diterbitkan, cek historinya

Ketika sebuah jurnal tidak memberitahukan berapa lama waktu review atau review speed-nya, Anda bisa mencari tahu dengan melihat artikel yang telah diterbitkan. Pada artikel itu biasanya (tidak semua jurnal) ada histori dari artikel tersebut. Kalaulah tidak ada pada artikelnya, coba Anda lihat pada laman artikel tersebut di web resmi jurnalnya. Untuk memudahkan Anda, saya akan lampirkan contoh di bawah ya. Histori ini meliputi kapan artikel pertama kali di-submit, kapan keputusan major revision, minor revision, accepted dan published.

Perhatikan histori dari beberapa contoh artikel yang mereka terbitkan di jurnal tersebut. Carilah rata-rata kecepatan review-nya sebelum Anda memutuskan untuk mengirimkan artikel untuk dipublikasikan di sana. Anda tentu tidak mau artikel Anda tertahan selama 6-12 bulan di sebuah jurnal, sementara belum jelas akan diterima atau tidak, bukan?

Contoh histori artikel yang ada di dalam artikel jurnal internasionalnya :

histori artikel jurnal internasional

Contoh histori artikel yang ada di laman web artikel jurnal internasionalnya :

#4 Persiapkan naskah dan sesuaikan dengan yang diminta jurnal

Pada halaman atau berkas author guidelines tadi biasanya ada ketentuan format artikel yang bisa dikirimkan ke redaksi jurnal internasional terindeks Scopus tersebut. Cocokkan lah artikel Anda dengan format tersebut, mulai dari panjangnya teks (jumlah kata) hingga format daftar pustaka. Pastikan semuanya sesuai dengan apa yang diminta oleh jurnal tersebut ya. Agar lebih mudah, biasanya mereka menyediakan template manuskrip yang bisa diunduh, jadi Anda tinggal mengunduhnya dan menyalin-tempel naskah Anda ke sana.

Oh ya, dalam penulisan daftar pustaka, jangan buat daftar pustaka secara manual, gunakanlah perangkat lunak pembuat daftar pustaka. Salah satu perangkat lunak gratis yang bisa Anda gunakan adalah Mendeley. Anda bisa mengunduhnya dan memasangnya ke laptop atau komputer Anda. Untuk tutorial Mendeley bisa dibaca di sini : Tutorial Mendeley Lengkap dari Daftar Hingga Menggunakan

Hampir terlupa, saat persiapan naskah pastikan jika naskah Anda sudah diperiksa oleh proofreader atau di-proofreading, hal ini agar tidak ada lagi kesalahan-kesalahan baik dalam hal tipografi dan tata bahasa. Jasa proofreading sangat banyak, tapi saya menyarankan untuk bertanya kepada UPT Pusat Bahasa di kampus Anda terlebih dahulu tentang layanan ini. Sedapat mungkin berdiskusi langsung dengan proofreader-nya karena ada banyak istilah yang punya sinonim dan penggunaannya berbeda di masing-masing topik penelitian.

TIPS EKSTRA : Jangan lupa untuk menambahkan 1 atau 2 artikel dari jurnal target Anda sebagai referensi dari manuskrip Anda. Editor jurnal akan sangat senang jika artikel mereka Anda sitasi dalam tulisan Anda. Publikasi artikel di jurnal internasional tidak terlepas dari bisnis agar sebuah jurnal semakin bereputasi, nah salah satu parameter yang meningkatkan reputasi adalah ketika jurnal tersebut banyak disitasi atau dirujuk.

#5 Buat cover letter dengan baik sebelum melakukan submit

Cover letter adalah surat pengantar untuk editor saat Anda melakukan submit. Memang tak semua jurnal yang meminta Anda mengirimkan cover letter juga, tapi jika diminta tentu Anda harus menulisnya, bukan? Lalu pertanyaannya, bagaimana sebaiknya menulis cover letter itu?

Menulis cover letter sebenarnya bukanlah hal yang sulit, Anda bahkan bisa dengan mudah menemukan contoh di internet. Namun ada beberapa kaidah yang harus Anda perhatikan pada saat menulisnya, kaidah-kaidah itu adalah sebagai berikut:

  • Tujukan surat pada chief editor atau editor in chief dari jurnal tersebut, Anda bisa mencari namanya di laman resmi jurnal, cari Editorial Board-nya
  • Sebutkan judul artikel Anda di dalam cover letter dan sebutkan alasan mengapa manuskrip Anda layak untuk diterbitkan di sana
  • Sebutkan novelti atau kebaruan dari manuskrip Anda
  • Yakinkan editor bahwa Anda tidak mengirimkan manuskrip tersebut ke jurnal lainnya
  • Tuliskan nama-nama calon reviewer yang Anda sarankan (beserta kontaknya) jika diminta (baca di author guidelines tadi)

Baca kembali cover letter ketika Anda telah selesai menulisnya, lalu kirimkanlah bersama dengan manuskrip Anda. Biasanya jurnal menggunakan submission system seperti Editorial Manager dan sebagainya, namun ada juga yang menggunakan  cara manual seperti melalui email atau surel.

Oh ya, jika memang Anda diminta menyarankan nama-nama reviewer, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan, tipsnya di bawah ya.

#6 Tips dalam memberikan nama-nama reviewer rekomendasi Anda

Jika pihak jurnal meminta Anda untuk menyarankan beberapa nama reviewer rekomendasi Anda, maka ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk ini. Ketahuilah bahwa mempublikasikan artikel di suatu jurnal ada strateginya. Jika di atas kita sudah singgung tips ekstra mengenai sitasi artikel jurnal tujuan tersebut, kali ini kita bahas strategi memilih reviewer yang akan kita rekomendasikan.

Baiklah, beberapa tips di bawah ini agaknya bisa Anda coba:

  • Sarankan reviewer dari penulis/peneliti yang artikelnya Anda sitasi di manuskrip Anda, ini penting karena jika manuskrip Anda diterima, itu berarti ada tambahan sitasi baginya
  • Pilihlah reviewer yang baru membangun karir, artinya H-Index dan publikasinya belum terlalu banyak, kenapa demikian? Karena mereka punya cukup banyak waktu untuk memeriksa manuskrip Anda, dan mereka biasanya tidak neko-neko karena menjadi reviewer termasuk satu hal yang bisa mereka jadikan portofolio. (Saya jadi teringat teman saya yang senang sekali dapat undangan jadi reviewer, sampai mereka posting di cerita di akun medsosnya).
  • Pilihlah reviewer yang bidang kajiannya sama dengan Anda agar artikel Anda bisa dibaca dengan komprehensif.
  • Kalau bisa, sarankanlah reviewer dari negara tetangga, atau negara berkembang, jangan negara maju karena sudah pasti mereka punya standar yang tinggi terhadap hasil penelitian, menimbang fasilitas penelitian di negara mereka cukup lengkap.
  • Jangan lupa tanyakan pada pembimbing Anda tentang reviewer rekomendasi ini, barangkali ia punya pengalaman atau pengetahuan yang belum Anda ketahui.

Jika sudah mendapatkan nama-nama reviewer tersebut, carilah kontaknya yang benar dan lengkap lalu masukkan ke dalam submission system jurnal yang ingin Anda submit, dan/atau tuliskan di dalam cover letter Anda.

Pihak editor jurnal mungkin akan mempertimbangkan usulan Anda, tapi tidak ada jaminan mereka akan menyetujui apa yang Anda usulkan. Yah, paling tidak Anda sudah berusaha, bukan?

#7 Jangan sungkan untuk mengontak editor ketika sudah submit

Setelah semua persiapan selesai, hal yang bisa Anda lakukan tentu mengirimkannya. Anda bisa mengerjakan manuskrip yang lain sementara menunggu hasil atau keputusan akan naskah yang Anda kirimkan. Satu hal yang perlu diingat, jangan mengirimkan naskah yang sama ke jurnal lain, jika nekat melakukan itu, Anda bisa dimasukkan ke daftar hitam atau blacklist dan sayangnya yang didaftarhitamkan mungkin tidak cuma Anda tapi juga instansi Anda.

Tapi bagaimana kalau sudah berbulan-bulan tidak ada kabar?

Nah, untuk mengatasi itu, Anda bisa mengontak editor via email untuk menanyakan kejelasan nasib manuskrip Anda. Pun jika Anda merasa tidak ada harapan di jurnal itu, Anda bisa menarik manuskrip yang sudah di-submit dengan cara mengirimkan email yang berisikan permintaan penarikan manuskrip kepada editor jurnal tersebut. Intinya jangan sungkan untuk bertanya ya, saya pribadi kerap mengirimkan email pada editor untuk menanyakan nasib manuskrip saya.

Oh ya, jika Anda juga sedang mencari-cari artikel untuk jadi tambahan referensi manuskrip Anda, beberapa artikel saya di bawah ini layak untuk dibaca juga :

Nah, saya kira segini dulu artikel tentang cara publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus. Scopus ini memang bagai buah simalakama bagi peneliti kita di Indonesia, tapi bagaimana lagi sistem belum berubah juga. Akhirnya ya, berusaha melakukannya mesti sulit.

Omong-omong, apa yang saya tulis di atas mungkin belumlah menjawab semua pertanyaan Anda, oleh karena itu di bawah ada kolom komentar yang bisa Anda gunakan untuk mengirimkan pertanyaan, kritik atau saran. Semoga manuskrip Anda bisa segera berjodoh dengan salah satu jurnal yang terindeks Scopus ya.[]

Bagikan yuk:

23 tanggapan pada “Cara Publikasi di Jurnal Internasional Terindeks Scopus”

  1. Terima kasih pak, sangat menginspirasi saya yg mulai berburu jurnal internasional (setelah 6 thn diam ditempat)

  2. Assalamualaikum wr. wb
    saat ini saya sedang mencoba memahami ttg berbagai jurnal terindeks scopus, artikel yang ditulis menjadi sangat bermanfaat bagi saya.

  3. Wa’alaikumussalam
    Semoga lancar dalam membaca, membedah serta memahami jurnal terindeks Scopus nya, Bu. Terima kasih apresiasi dan komentarnya

  4. Terima kasih pak Fadli informasinya sangat bermanfaat bagi kami
    Namun, mohon kiranya bapak dapat memberitahu contoh template
    atau dimana dapat di download tempate artikel tersebut.
    Terima kasih…

  5. Di halaman website jurnal, lihat di bagian Author Guidelines. Biasanya ada template nya di sana Pak. Tiap-tiap jurnal beda template nya

  6. As wrb,,terima kasih pa Fadli, mohinformasi juga saya liat SJR ada jurnal , NTU Management Journal, Asian academy of management journal ,,kedua jurnal tersebut di SJR coverage 2012-2019 artinya apa? apakah sudah ga coverage?,,tapi saya liat di Scopusnya coverage kedua-duanya , NTU Management Journal covarege di scopus 2012 to present ,,Apakah kedua jurnal tersebut sudah tidak termasuk pada Scopus krn hanya samapai 2019 di SJR nya,,terima kasih,

  7. Data SJR memang terlambat dibanding dengan Scopus, Bu. SJR mengambil data dari Scopus, tapi pembaharuan datanya terlambat. Kalau di Scopus masih ada, berarti memang masih terindeks. Saya juga sudah bantu cek NTU Management Review dan Asian Academy of Management Journal. Keduanya masih terindeks Scopus, Bu

  8. Assalamualaikum wr. wb
    Artikelnya sangat bermanfaat, terutama bagi saya yang lebih banyak berkecimpung di dunia operasional tetapi “nekat” mengambil S3 🙂
    Saya berharap bisa berkomunikasi lebih lanjut untuk bertanya tentang berbagai hal terkait publikasi artikel ilmiah.
    Wassalam,

  9. Wa’alaikumussalam
    Terima kasih apresiasinya, Bu. Kalau ingin berkomunikasi lebih lanjut bisa via email ke hafizulhaq.fadli@gmail.com atau gunakan beberapa kontak di bawah bio saya di akhir artikel ya. Sukses buat S3 nya, insyaa Allah bisa

  10. Terimakasih banyak pak Fadli informasinya, sangat bermanfaat sekali, tks sdh mau berbagi ilmu. Sukses sll pak..

  11. Terimkasih banyak atas penjelasannya, Pak. Saya mau submit artikel ke ASIA TEFL tapi saya tidak menemukan template penulisan artikel. Hanya ada SUbmission guideline seperti ini:
    Research Articles
    Articles submitted should normally be between 5000 and 8000 words (about 25 pages including references, notes, and tables) in length. All manuscripts should be submitted online at ‘Manuscript Submission’ on the journal website(only MS Word file is accepted). Articles must be preceded by an abstract of no more than 200 words. Authors’ names and addresses should appear only on cover sheet, not on title page. Submission inquiries may be sent to the Managing Editor (Email: asiatefl.journal@gmail.com).

    Jadi detail penulisannnya itu cari dimana ya?

  12. Jika memang tidak ada, coba download salah satu artikel yang sudah terbit, Bu. Setelah itu cermati formatnya, tiru saja format tersebut. Kalau tidak ada template, berarti kemungkinan editor yang menyesuaikan accepted paper ke template jurnal mereka

  13. Dr. Ir. H. Ahmad Suhaimi, DEA

    Assalamualaikum.Selamat pagi. Mohon maaf, apakah Bapak membuka jasa untuk publish jurnal internasional terindeks Scopus Q2 atau Q3. Terima kasih banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *