Review Jurnal Internasional, Cara dan Contohnya

Empat tahun lamanya saya menjalani pendidikan di pascasarjana, selama itu pula saya harus melakukan review jurnal internasional. Bermula dari permintaan promotor (profesor pembimbing saya) untuk merutinkan mengulas jurnal internasional satu artikel sehari, saya menjadi cukup akrab dengan literatur-literatur ilmiah sehingga “aroma” tulisan saya di blog ini pun cenderung ilmiah. Ya, apapun itu, nyatanya tugas review ini cukup berat sehingga mungkin saja Anda mampir ke sini untuk mencari contoh review jurnal internasional. Benar apa betul?

Tapi, tunggu dulu. Sebelum saya memberikan contoh ulasan jurnal internasional tersebut, alangkah baiknya saya menjelaskan contoh jurnal internasional dan berbagi tips atau cara review jurnal internasional. Kenapa ini penting? Karena kemampuan ini akan membantu Anda dalam menyelesaikan tugas akhir Anda di kampus, baik skripsi, tesis ataupun disertasi. Yuk, disimak.

Contoh Jurnal Internasional

Apa yang Anda ketahui tentang jurnal internasional? Apakah sebuah artikel ilmiah berbahasa Inggris? Hmm, mungkin saya perlu menjelaskan kesalahan umum yang terjadi di antara banyak kita. Jurnal internasional bukan artikel ilmiah berbahasa Inggris, tapi jurnal internasional adalah kumpulan artikel ilmiah dalam bahasa internasional, artinya bukan bahasa Inggris saja tapi juga bahasa PBB lainnya.

Contoh jurnal internasional ini sangat banyak, salah satu dari jurnal internasional yang terkenal adalah Nature yang merupakan salah satu jurnal ilmiah tertua dengan reputasi jurnal paling tinggi. Selain itu masih banyak penerbit jurnal yang bereputasi tinggi seperti Elsevier, Springer, Wiley dan sebagainya.

Sementara contoh jurnal lainnya sangatlah banyak dan sangat mudah ditemukan di situs jurnal internasional. Jadi yang sebenarnya Anda cari mungkin bukan contoh jurnalnya, tapi contoh artikel ilmiah dari jurnal internasional.

Nah, jika Anda ingin mencari contoh artikel jurnal internasional, salah satu artikel ilmiah saya berikut ini bisa Anda baca atau mungkin juga Anda review dan sitasi (maunya). Artikel ini terbit di jurnal Fibers, salah satu jurnal dari penerbit MDPI yang bersifat online dengan akses terbuka. Silakan intip dan unduh di sini : artikel jurnal internasional.pdf

Namun jika Anda perlu file contoh jurnal internasional lainnya, Anda bisa mengunduh artikel ilmiah dari jurnal Plos One satu ini, yang akan saya review di bawah nanti. Nah, ini tautannya : contoh jurnal internasional.pdf

Cara Review Jurnal Internasional dengan Mudah

Dulu saya diminta oleh dosen untuk membaca hingga 200 artikel di jurnal internasional, dan itu benar-benar banyak. Tapi tahukah Anda, semakin sering kita melakukannya maka akan semakin mudah tugas review tersebut. Bahkan Anda bisa menyelesaikannya dalam 10-30 menit saja per artikel jurnal. Nah, berikut beberapa cara untuk melakukan review jurnal internasional tersebut.

Cari dahulu artikel jurnal internasional yang berkualitas

Hal pertama yang perlu dilakukan tentu saja mencari artikel jurnal internasional tersebut. Namun bukan sembarangan mencari, Anda perlu mencari artikel yang berkualitas. Kenapa mesti berkualitas? Karena semakin berkualitas sebuah artikel ilmiah dan jurnal internasional tersebut maka akan semakin mudah untuk di-review. Artikel yang low quality mungkin bisa memudahkan tugas Anda, hanya saja Anda tidak akan mendapatkan banyak value atau nilai dari artikel tersebut. Mau waktu habis tapi tidak mendapatkan ilmu yang cukup?

Kabar baiknya, saya pernah menulis artikel cara mencari jurnal internasional sebelumnya, Anda bisa membacanya di tautan ini: Cara Mencari Jurnal Internasional Secara Gratis

Atau anda bisa download jurnal di Science Dircet. Tapi jangan lupa untuk mencari artikel dan jurnal yang cocok dengan bidang keilmuan Anda ya. Kenapa demikian? Karena akan lebih mudah untuk dipahami dan diulas atau review.

Baca abstrak terlebih dahulu, lalu baca metodologi serta hasil dan pembahasan

Setelah mendapatkan artikel jurnal internasional yang ingin Anda review, maka mulailah membaca artikel tersebut. Saya sarankan untuk membaca abstrak terlebih dahulu, setelah itu metodologi dan hasil dan pembahasan. Lho kok gitu? Introduction gak perlu dibaca kah?

Bagi saya tidak terlalu perlu, pasalnya tadi Anda sudah mencari artikel jurnal internasional yang sesuai dengan bidang Anda, kemungkinan besar Anda akan mengetahui teori yang dituliskan di sana. Lagipula, artikel jurnal bukan laporan skripsi dan sejenisnya yang memuat banyak tinjauan pustaka. Di dalam artikel jurnal, teorinya hanya sekenanya saja. Teori atau tinjauan pustaka tersebut termuat di bagian introduction atau pendahuluan.

Catat poin-poin yang Anda perlukan

Tugas review jurnal Anda belum akan selesai jika Anda tidak mencatat poin-poin yang dibutuhkan. Poin-poin ini adalah informasi yang ada di jurnal tersebut. Anda mungkin bisa mengambil beberapa saja, tapi jika bisa mencatatnya dengan lengkap itu akan lebih baik.

Lalu apa saja poin-poin itu? Poin-poin tersebut adalah:

  1. Judul artikel
  2. Pengarang
  3. Nama jurnal, volume, issue, tahun terbit dan halaman (sertakan DOI jika ada)
  4. Tujuan penelitian (perhatikan frasa “aim of study”, “purpose of study”, “focus…” yang biasanya ada di akhir bagian introduction)
  5. Bahan dan prosedur
  6. Hasil dan pembahasan
  7. Kesimpulan
  8. Keunggulan artikel jurnal tersebut (temuan Anda setelah membaca)
  9. Drawbacks atau kekurangan penelitian/artikel (temuan Anda setelah membaca)

Semua poin di atas bisa Anda tulis atau Anda bisa menyesuaikan poin yang ada dengan yang penting menurut Anda.

Perhatikan format review jurnal internasional yang diberikan

Satu hal yang mungkin akan membuat Anda bingung adalah format penulisan review jurnal, untuk hal ini selama tidak ada instruksi khusus dari dosen (atau kampus), Anda bisa mencontoh format manapun, pastikan pilih yang lengkap ya. Atau jika mau, Anda bisa meniru format di contoh review jurnal internasional yang saya lampirkan di akhir tulisan. Satu lagi, agar ulasan Anda rapi, gunakanlah tabel pada saat menulisnya.

Tulis review jurnal sebaik mungkin

Cara terakhir dalam menulis review jurnal adalah menulisnya dengan sebaik mungkin. Pastikan Anda tidak melewatkan informasi yang ada di dalam artikel jurnal internasional tersebut. Jika kurang paham dengan apa yang dibahas, jangan sungkan untuk bertanya kepada orang yang lebih mengerti. Selain itu, Anda juga bisa menelusuri referensi yang disitasi oleh pengarang jurnal tersebut.

Terakhir, baca ulang ulasan Anda dan perbaiki jika diperlukan.

Contoh Review Jurnal Internasional

Setelah menjelaskan beberapa cara sederhana dalam melakukan review jurnal internasional, sekarang saatnya saya membagikan contoh review tersebut. Saya mencari jurnal ini di sebuah penerbit jurnal open access yaitu Plos One. Nah, berikut contoh review atau ulasan jurnal internasional versi saya.

Judul artikel Enhanced mechanical and thermal properties of electrically conductive TPNR/GNP nanocomposites assisted with ultrasonication
Pengarang Ruey Shan Chen, Mohd Farid Hakim Mohd Ruf, Dalila Shahdan, Sahrim Ahmad
Nama jurnal Plos ONE
Volume, issue, tahun, halaman September 2019, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0222662 (tidak ada volume karena Plos ONE jurnal online)
Tujuan penelitian Mengetahui efek dari sonikasi terhadap campuran GNP/LNR, dan kandungan GNP terhadap sifat mekanik, termal dan elektrik dari TPNR
Material (bahan) Polipropilen (PP), karet alam/natural rubber (NR), graphene nanoplatelets (GNP)
Prosedur GNP dan LNR diultrasonikasi selama 104 jam pada daya 290W. Pencampuran akhir antara PP, NR dan campuran LNR/GNP dilakukan selama 13 menit pada temperatur 180C dengan rotating screw speed 100 rpm. Matriks PP/NR/LNR dibuat dengan rasio 70:20:10 sedangkan GNP divariasikan sebanyak 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 wt%. Setelah pencampuran, material kemudian dicetak dengan compression molding dengan hot/cold pressing. Tekanan dan waktu penekanan adalah 6,9 MPa dan 18 menit. Sedangkan karakterisasi yang dilakukan adalah uji tarik, uji lentur, uji impak, uji XRD, uji TGA dan DSC.
Hasil dan pembahasan Baik ultrasonikasi dan volume fraksi GNP meningkatkan kekuatan mekanik dari komposit, hanya saja maksimalnya pada waktu ultrasonikasi 3 jam dan GNP 1,5%. Sementara itu, kurva XRD menunjukkan bahwa GNP 2% memiliki derajat kristalinitas yang lebih tinggi. Adapun untuk stabilitas termal, penambahan GNP meningkatkan ketahanan termal dari sampel. Selain itu, konduktivitas bahan meningkat dengan laju yang jauh lebih rendah dengan meningkatnya fraksi berat pengisi GNP.
Kesimpulan Perlakuan pra-ultrasonikasi LNR / GNP pada 3 jam mampu mendistribusi partikel GNP dalam matriks TPNR dengan lebih baik dan menghasilkan peningkatan sifat mekanik. Sifat mekanik optimal pada GNP 1,5 wt%. Sementara dalam aspek termal, GNP memberikan efek positif terhadap stabilitas termal dan sifat konduktivitas. Nanokomposit yang dihasilkan menunjukkan konduktivitas listrik yang luar biasa dibandingkan dengan campuran elastomer konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa TPNR / GNP memiliki potensi untuk menjadi kandidat potensial dalam aplikasi konduktif.
Keunggulan Artikel ini mengevaluasi sifat material dengan cukup lengkap mulai dari sifat mekanik, termal hingga elektrik. Hasil yang ditemukan per masing-masing sifat menunjukkan kesinambungan atau hubungan yang baik sehingga hasil penelitian bisa dikatakan berhasil.
Kekurangan (drawbacks) Tidak mengkaji sifat optik dan sensitivitas terhadap uap air dari bahan nanokomposit.

Itulah tadi contoh review jurnal internasional. Jika Anda ingin mendapatkan file Word-nya, Anda bisa mengunduhnya di : SINI

Kegiatan review jurnal internasional adalah salah satu kegiatan wajib yang perlu dirutinkan oleh mahasiswa, terutama mahasiswa S2 dan S3 yang memang akan melakukan penelitian yang lebih serius daripada mahasiswa S1. Oleh karena itu, seyogyanya tidak hanya dilakukan ketika ada tugas dari dosen pengampu mata kuliah saja, melainkan harus dijadikan rutinitas harian agar penelitian kita menjadi lebih baik.

Semoga tulisan sederhana ini dapat membantu Anda, jika rasanya masih ada yang kurang, kolom komentar di bawah siap menampung pertanyaan-pertanyaan dari pembaca sekalian, atau Anda bisa mengontak saya melalui email ke hafizulhaq.fadli@gmail.com. Selamat bertugas.[]

Stop, jangan dibaca!

Tahukah kamu, saya sangat MENYESAL karena hanya bisa menjadi pelajar biasa ketika SMP dan SMA dulu. Tapi syukurlah, ketika kuliah saya menemukan RAHASIA menjadi PELAJAR ANDALAN & SUKSES.
Kabar baiknya, semua rahasia itu sudah saya tulis di Ebook ini. KHUSUS UNTUK KAMU DISKON 50%, BACA SAMPEL atau BELI SEKARANG juga sebelum DISKON berakhir!
Download Ebook

44 pemikiran pada “Review Jurnal Internasional, Cara dan Contohnya”

  1. Ngereview jurnal internasional itu jujur pekerjaan paling membosankan, kecuali emang bagi mereka yg hobi ngajar, hobi meneliti, hobi sama yg berbau ilmiah. Berat emang, tp enteng bagi mereka yg emang suka.

    Balas
  2. salut mas untuk review jurnal internasional gini, jujur aja sewaktu kuliah di Teknik Kimia itu rasanya liat Jurnal yg tebelnya kayak bantal dikosan udah malas buat ngebuka haha.Tips nya penting banget, karena membaca abstrak itu yg harus diutamakan

    Balas
    • Setelah membaca ulasan dari kakak, saya mendapatkan tambahan ilmu. Saya mhs S1 yg tugas akhirnya harus mereview artikel ilmiah, tp sistematika penulisan review dsri kampus harus memuat poin seperti tinjauan pustaka, definisi operasional, dan beberapa poin yg menurut saya tidak ada pada sebuah artikel. Bagaimana pendapat kakak mengenai hal ini? Apakah ada saran atau sekiranya solusi. Terima kasih

      Balas
      • Setiap kampus (atau mungkin dosen) punya format penulisan reviewnya. Yang saya tuliskan di blog adalah yang paling umum dan mudah dalam melakukan review jurnal ilmiah. Kalau dilihat di dalam artikel ilmiah (baik jurnal nasional maupun internasional) memang gak ada ya bagian yang memuat tinjauan pustaka. Tapi di bagian introduction atau pendahuluan biasanya ada teori terkait penelitian sekitar 1-3 paragraf, coba lihat di sana, Kak

        Selengkapnya, cek pesan saya di inbox email kakak ya

  3. Well noted ini Uda.. saya juga nge-cek hasil JR (Journal Review) mahasiswa pake tabel mirip seperti ini. Sayangnya kl mhsw S1 suka sebel kl diminta mereviu banyak jurnal, hihi… kl mshw S2 dan S3 lbh patuh ya n mungkin juga udah sadar kebutuhannya dan kedalaman pembahasannya. Tarimo kasih Uda… artikelnya sarat manfaat.

    Balas
  4. Whaa jurnal penelitian memang agak berat ya. Tapi sebetulnya asyik kalo bisa memahami isinya. Sayangnya jurnal berkualitas banyak dipublish dengan bahasa inggris, apalagi jurnal kesehatan. Perlu banyak berlatih memang.

    Balas
    • Sedangkan untuk mengetahui hipotesis penelitian yang tidak di jelaskan secara eksplisit dalam artikel nya gimana kak ?

      Balas
      • Hmm, hipotesis memang tidak dituliskan secara eksplisit. Kalau memang tidak ada di dalam artikel ilmiah tidak usah ditulis kak.

        Kan gak bisa juga kita menerka-nerka, apalagi kalau artikel jurnal internasional memang sangat jarang ditulis hipotesisnya

        Tapi kalau memang harus dicari, coba lihat dari literatur atau landasan teorinya. Kalau ada penelitian yang sama yang disebutkan oleh penulis, menurut saya, hasil yang didapatkan oleh penelitian yang berkaitan itu bisa dijadikan hipotesis penelitian

  5. Yang paling terasa dalam hal penulisan itu, aku menulis dalam 3 selingkung. Jurnal, buku, dan blog. Parahnya, menulis blog jauh lebih menyenangkan. Padahal tugas utama menulis jurnal. Jurnal internasional lebih sulit pula. Benar tuh, perlu membiasakan diri…

    Balas
  6. Ilmu yang sangat menarik. Cara ini layak dimulai dilakukan di setiap waktu senggang pun gak kerasa tahu-tahu review jurnal kita bisa mencapai puluhan hingga ratusan… Makasih ilmunya mas fadli 🙂

    Balas
  7. Sepertinya mengulas jurnal internasional bukan hanya domai mahasiswa S2 dan S3 aja. Sebab dengan kegiatan ini membuat kita terbiasa dengan pikiran sistematis. Ini kayaknya bisa membantu saya yang suka berpikir lompat-lompat, biar konsisten dengan alur gagasan yang terstruktur.

    Balas
  8. Wah tipsnya berguna nih, kemarin pas tesis aku jg suka bingung gimana cara bacanya yg enak. Biasanya mulai dari abstrak mas, baru deh ke metode sama kesimpulan. Tapi dibikin model tabel gitu juga sepertinya mmudahkan

    Balas
  9. Tipsnya bagus banget, mba. . Bermanfaat juga lho buat saya yang bukan mahasiswa/sarjana karena membuat saya belajar berpikir secara sistematis.

    Balas
  10. Trimakasih kak, jujur sebelumnya saya belum tau cara untuk review jornal, setelah baca ini sudah ada gambaran bagai mana dan caranya untuk review jornal yang baik.

    BeHangat.Com

    Balas
  11. muales pakai banget kalau harus review jurnal internasional. untuk mencerna tulisannya aja udah susah apalagi di tambah review puyeng bor.

    Balas
    • Bisa dimasukkan Mas, tergantung format yang diminta. Kalau misalkan reviewnya dipresentasikan, baiknya dimasukkan gambar hasil agar menjelaskannya lebih mudah.

      Tapi kalau cuma laporan biasa saja, ditabelkan saja cukup. Dibuat seperti makalah review juga bisa.

      Balas
  12. ka,,, boleh tips nya untuk mencari landasan teori dalam artikel ilmiah internasional gimana ya ? ciri dari landasan teori atau dasar teori itu gimana ?

    Balas
    • Halo kak, landasan teori di dalam artikel ilmiah internasional itu terletak di bagian Introduction. Cara mencarinya mudah, kakak tinggal cek judulnya, setelah itu lihat bagian introduction yang menjelaskan teori tentang apa yang ingin diteliti penulisnya. Biar lebih mudah, coba download contoh jurnal internasional.pdf yang saya lampirkan di atas. Judul artikelnya adalah “Enhanced mechanical and thermal properties
      of electrically conductive TPNR/GNP nanocomposites assisted with ultrasonication”. Lihat di bagian introduction, paragraf 1-3 adalah landasan teorinya. Hampir di semua artikel ilmiah internasional, landasan teori terletak di paragraf-paragraf awal, sedangkan paragraf terakhir adalah tujuan penelitiannya

      Semoga jawaban ini bisa membantu ya, silakan reply jika masih kurang mengerti

      Balas
  13. Kak…. apa bedanya review jurnal, artikel ilmiah, essai, dan makalah ??? Semua mengambil referensi dari jurnal internasional. Terimakasih.

    Balas
    • Review jurnal berarti yang di review jurnal atau artikel jurnalnya. Sedangkan review artikel ilmiah, berarti yang kita review artikel ilmiahnya. Artikel ilmiah ini bisa ditemukan di banyak sumber, contohnya jurnal nasional dan jurnal internasional.

      Review esai dan makalah berarti yang direview naskah esai atau makalah tertentu.

      Artikel ilmiah, esai dan makalah bisa mengambil referensi dari jurnal internasional kak, cuma mereka itu karya tulis ilmiah yang berbeda jenis

      Balas
  14. Maaf saya mau tanya
    Jika dosen memberi clue tugas riview jurnal. Dan ada “beberapa pustaka paling mendukung” maksudnya gmna ?
    Trimakasih

    Balas
    • Wah maaf Kak, saya gak bisa nebak gimana karena kalimatnya gak lengkap. Yang didukung apa ya?

      Kalau mendukung artikel jurnalnya, kakak bisa lihat daftar pustaka atau refence nya dan membaca artikel jurnal yang disitasi atau dirujuk penulis.

      Cuma saran saya, coba perhatikan kembali apa perintah dosennya dan tanya teman yang sekelas

      Balas
  15. Sangat detail sekali dalam menyampaikan informasi.. saya izin bertanya, apakah dalam me-review jurnal menuliskan Gap atau previous study juga penting
    ?

    Balas
    • Saya rasa, tidak terlalu penting kalau untuk sebatas tugas kuliah. Kecuali kalau memang tugas itu menyaratkan harus dikaji juga kelebihan dan kekurangan artikel jurnal terkait.

      Tapi menjadi penting jika kita melakukan review jurnal untuk mencari topik penelitian

      Balas

Tinggalkan komentar

error: