Lompat ke konten
Home » Review Jurnal Internasional, Cara dan Contohnya

Review Jurnal Internasional, Cara dan Contohnya

review jurnal internasional

Empat tahun lamanya saya menjalani pendidikan di pascasarjana, selama itu pula saya harus melakukan review jurnal internasional. Bermula dari permintaan promotor (profesor pembimbing saya) untuk merutinkan mengulas jurnal internasional satu artikel sehari, saya menjadi cukup akrab dengan literatur-literatur ilmiah sehingga “aroma” tulisan saya di blog ini pun cenderung ilmiah. Ya, apapun itu, nyatanya tugas review ini cukup berat sehingga mungkin saja Anda mampir ke sini untuk mencari contoh review jurnal internasional. Benar apa betul?

Tapi, tunggu dulu. Sebelum saya memberikan contoh ulasan jurnal internasional tersebut, alangkah baiknya saya menjelaskan contoh jurnal internasional dan berbagi tips atau cara review jurnal internasional. Kenapa ini penting? Karena kemampuan ini akan membantu Anda dalam menyelesaikan tugas akhir Anda di kampus, baik skripsi, tesis ataupun disertasi. Yuk, disimak.

Contoh Jurnal Internasional

Apa yang Anda ketahui tentang jurnal internasional? Apakah sebuah artikel ilmiah berbahasa Inggris? Hmm, mungkin saya perlu menjelaskan kesalahan umum yang terjadi di antara banyak kita. Jurnal internasional bukan artikel ilmiah berbahasa Inggris, tapi jurnal internasional adalah kumpulan artikel ilmiah dalam bahasa internasional, artinya bukan bahasa Inggris saja tapi juga bahasa PBB lainnya.

Contoh jurnal internasional ini sangat banyak, salah satu dari jurnal internasional yang terkenal adalah Nature yang merupakan salah satu jurnal ilmiah tertua dengan reputasi jurnal paling tinggi. Selain itu masih banyak penerbit jurnal yang bereputasi tinggi seperti Elsevier, Springer, Wiley dan sebagainya.

Sementara contoh jurnal lainnya sangatlah banyak dan sangat mudah ditemukan di situs jurnal internasional. Jadi yang sebenarnya Anda cari mungkin bukan contoh jurnalnya, tapi contoh artikel ilmiah dari jurnal internasional.

Nah, jika Anda ingin mencari contoh artikel jurnal internasional, salah satu artikel ilmiah saya berikut ini bisa Anda baca atau mungkin juga Anda review dan sitasi (maunya). Artikel ini terbit di jurnal Fibers, salah satu jurnal dari penerbit MDPI yang bersifat online dengan akses terbuka. Silakan intip dan unduh di sini : artikel jurnal internasional.pdf

Namun jika Anda perlu file contoh jurnal internasional lainnya, Anda bisa mengunduh artikel ilmiah dari jurnal Plos One satu ini, yang akan saya review di bawah nanti. Nah, ini tautannya : contoh jurnal internasional.pdf

Cara Review Jurnal Internasional dengan Mudah

Dulu saya diminta oleh dosen untuk membaca hingga 200 artikel di jurnal internasional, dan itu benar-benar banyak. Tapi tahukah Anda, semakin sering kita melakukannya maka akan semakin mudah tugas review tersebut. Bahkan Anda bisa menyelesaikannya dalam 10-30 menit saja per artikel jurnal. Nah, berikut beberapa cara untuk melakukan review jurnal internasional tersebut.

Cari dahulu artikel jurnal internasional yang berkualitas

Hal pertama yang perlu dilakukan tentu saja mencari artikel jurnal internasional tersebut. Namun bukan sembarangan mencari, Anda perlu mencari artikel yang berkualitas. Kenapa mesti berkualitas? Karena semakin berkualitas sebuah artikel ilmiah dan jurnal internasional tersebut maka akan semakin mudah untuk di-review. Artikel yang low quality mungkin bisa memudahkan tugas Anda, hanya saja Anda tidak akan mendapatkan banyak value atau nilai dari artikel tersebut. Mau waktu habis tapi tidak mendapatkan ilmu yang cukup?

Kabar baiknya, saya pernah menulis artikel cara mencari jurnal internasional sebelumnya, Anda bisa membacanya di tautan ini: Cara Mencari Jurnal Internasional Secara Gratis

Atau anda bisa download jurnal di Science Dircet. Tapi jangan lupa untuk mencari artikel dan jurnal yang cocok dengan bidang keilmuan Anda ya. Kenapa demikian? Karena akan lebih mudah untuk dipahami dan diulas atau review.

Baca abstrak terlebih dahulu, lalu baca metodologi serta hasil dan pembahasan

Setelah mendapatkan artikel jurnal internasional yang ingin Anda review, maka mulailah membaca artikel tersebut. Saya sarankan untuk membaca abstrak terlebih dahulu, setelah itu metodologi dan hasil dan pembahasan. Lho kok gitu? Introduction gak perlu dibaca kah?

Bagi saya tidak terlalu perlu, pasalnya tadi Anda sudah mencari artikel jurnal internasional yang sesuai dengan bidang Anda, kemungkinan besar Anda akan mengetahui teori yang dituliskan di sana. Lagipula, artikel jurnal bukan laporan skripsi dan sejenisnya yang memuat banyak tinjauan pustaka. Di dalam artikel jurnal, teorinya hanya sekenanya saja. Teori atau tinjauan pustaka tersebut termuat di bagian introduction atau pendahuluan.

Catat poin-poin yang Anda perlukan

Tugas review jurnal Anda belum akan selesai jika Anda tidak mencatat poin-poin yang dibutuhkan. Poin-poin ini adalah informasi yang ada di jurnal tersebut. Anda mungkin bisa mengambil beberapa saja, tapi jika bisa mencatatnya dengan lengkap itu akan lebih baik.

Lalu apa saja poin-poin itu? Poin-poin tersebut adalah:

  1. Judul artikel
  2. Pengarang
  3. Nama jurnal, volume, issue, tahun terbit dan halaman (sertakan DOI jika ada)
  4. Tujuan penelitian (perhatikan frasa “aim of study”, “purpose of study”, “focus…” yang biasanya ada di akhir bagian introduction)
  5. Bahan dan prosedur
  6. Hasil dan pembahasan
  7. Kesimpulan
  8. Keunggulan artikel jurnal tersebut (opsional, temuan Anda setelah membaca)
  9. Drawbacks atau kekurangan penelitian/artikel (opsional, temuan Anda setelah membaca)

Semua poin di atas bisa Anda tulis atau Anda bisa menyesuaikan poin yang ada dengan yang penting menurut Anda.

Perhatikan format review jurnal internasional yang diberikan

Satu hal yang mungkin akan membuat Anda bingung adalah format penulisan review jurnal, untuk hal ini selama tidak ada instruksi khusus dari dosen (atau kampus), Anda bisa mencontoh format manapun, pastikan pilih yang lengkap ya. Atau jika mau, Anda bisa meniru format di contoh review jurnal internasional yang saya lampirkan di akhir tulisan. Satu lagi, agar ulasan Anda rapi, gunakanlah tabel pada saat menulisnya.

Tulis review jurnal sebaik mungkin

Cara terakhir dalam menulis review jurnal adalah menulisnya dengan sebaik mungkin. Pastikan Anda tidak melewatkan informasi yang ada di dalam artikel jurnal internasional tersebut. Jika kurang paham dengan apa yang dibahas, jangan sungkan untuk bertanya kepada orang yang lebih mengerti. Selain itu, Anda juga bisa menelusuri referensi yang disitasi oleh pengarang jurnal tersebut.

Terakhir, baca ulang ulasan Anda dan perbaiki jika diperlukan.

Contoh Review Jurnal Internasional

Setelah menjelaskan beberapa cara sederhana dalam melakukan review jurnal internasional, sekarang saatnya saya membagikan contoh review tersebut. Saya mencari jurnal ini di sebuah penerbit jurnal open access yaitu Plos One. Nah, berikut contoh review atau ulasan jurnal internasional versi saya.

Judul artikelEnhanced mechanical and thermal properties of electrically conductive TPNR/GNP nanocomposites assisted with ultrasonication
PengarangRuey Shan Chen, Mohd Farid Hakim Mohd Ruf, Dalila Shahdan, Sahrim Ahmad
Nama jurnalPlos ONE
Volume, issue, tahun, halamanSeptember 2019, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0222662 (tidak ada volume karena Plos ONE jurnal online)
Tujuan penelitianMengetahui efek dari sonikasi terhadap campuran GNP/LNR, dan kandungan GNP terhadap sifat mekanik, termal dan elektrik dari TPNR
Material (bahan)Polipropilen (PP), karet alam/natural rubber (NR), graphene nanoplatelets (GNP)
ProsedurGNP dan LNR diultrasonikasi selama 104 jam pada daya 290W. Pencampuran akhir antara PP, NR dan campuran LNR/GNP dilakukan selama 13 menit pada temperatur 180C dengan rotating screw speed 100 rpm. Matriks PP/NR/LNR dibuat dengan rasio 70:20:10 sedangkan GNP divariasikan sebanyak 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 wt%. Setelah pencampuran, material kemudian dicetak dengan compression molding dengan hot/cold pressing. Tekanan dan waktu penekanan adalah 6,9 MPa dan 18 menit. Sedangkan karakterisasi yang dilakukan adalah uji tarik, uji lentur, uji impak, uji XRD, uji TGA dan DSC.
Hasil dan pembahasanBaik ultrasonikasi dan volume fraksi GNP meningkatkan kekuatan mekanik dari komposit, hanya saja maksimalnya pada waktu ultrasonikasi 3 jam dan GNP 1,5%. Sementara itu, kurva XRD menunjukkan bahwa GNP 2% memiliki derajat kristalinitas yang lebih tinggi. Adapun untuk stabilitas termal, penambahan GNP meningkatkan ketahanan termal dari sampel. Selain itu, konduktivitas bahan meningkat dengan laju yang jauh lebih rendah dengan meningkatnya fraksi berat pengisi GNP.
KesimpulanPerlakuan pra-ultrasonikasi LNR / GNP pada 3 jam mampu mendistribusi partikel GNP dalam matriks TPNR dengan lebih baik dan menghasilkan peningkatan sifat mekanik. Sifat mekanik optimal pada GNP 1,5 wt%. Sementara dalam aspek termal, GNP memberikan efek positif terhadap stabilitas termal dan sifat konduktivitas. Nanokomposit yang dihasilkan menunjukkan konduktivitas listrik yang luar biasa dibandingkan dengan campuran elastomer konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa TPNR / GNP memiliki potensi untuk menjadi kandidat potensial dalam aplikasi konduktif.
KeunggulanArtikel ini mengevaluasi sifat material dengan cukup lengkap mulai dari sifat mekanik, termal hingga elektrik. Hasil yang ditemukan per masing-masing sifat menunjukkan kesinambungan atau hubungan yang baik sehingga hasil penelitian bisa dikatakan berhasil.
Kekurangan (drawbacks)Tidak mengkaji sifat optik dan sensitivitas terhadap uap air dari bahan nanokomposit.

Itulah tadi contoh review jurnal internasional. Jika Anda ingin mendapatkan file Word-nya, Anda bisa mengunduhnya di : SINI

Biar lebih paham, saya berikan contoh kedua. Kali ini artikel jurnal internasional tentang kecerdasan buatan dalam customer service, untuk artikelnya saya unduh dari Science Direct. Berhubung artikel ini dari penelitian non-eksperimen, jadi format penulisan review-nya juga berbeda. Berikut ulasan artikel jurnal ini.

Judul artikelAI customer service: Task complexity, problem-solving ability, and usage intention
PengarangYingzi Xu, Chih-Hui Shieh, Patrick van Esch, I-Ling Ling
Nama jurnalAustralian Marketing Journal
Volume, issue, tahun, halaman28, 2020, 189-199
Tujuan penelitianMelakukan komparasi reaksi pelanggan terhadap chatbot dari layanan pelanggan sebuah bank serta mengembangkan theoretical framework
Latar Belakang TeoriKecerdasan buatan adalah teknologi atau sistem berkemampuan tinggi untuk mengevaluasi skenario layanan secara real-time dengan mengumpulkan data dari sumber digital dan/atau fisik untuk memberikan rekomendasi yang disesuaikan, alternatif atau solusi bagi pertanyaan atau masalah pelanggan dari yang sederhana hingga kompleks.

Kecerdasan buatan (AI) sudah umum digunakan dalam layanan, seperti oleh dokter dalam mendiagnosa pasien dan sebagainya. Dalam sektor customer service (layanan pelanggan) pun AI telah banyak digunakan. Sebagai contoh penggunaan AI oleh merek Uniqlo dalam layanan pelanggan mereka. Hampir semua, yakni 99.78% layanan pelanggan diurus oleh AI dan hampir setengah (48%) dari pelanggan yang menggunakan AI juga melakukan pembelian.

Prosedur PenelitianPenulis melakukan 3 buah studi terkait masalah yang diteliti. Masing-masing studi mengumpulkan jawaban dari partisipan atas beberapa pertanyaan.

Studi 1 : Fokus pada efek dari variasi sistem layanan pelanggan (AI dan manusia). Total partisipan sebanyak 51% di rentang usia 17-57 tahun. Rata-rata usia 26,04 dengan 51% laki-laki dan 49% perempuan.

Studi 2 : Replikasi dari studi 1 dengan menambahkan objektif baru untuk menguji kemampuan mengatasi masalah antara AI dan manusia. Total partisipan 181 orang dengan rentang usia 20-53 tahun dan rata-rata 30,68 tahun. Partisipan terdiri dari 43.6% laki-laki dan 56.7% perempuan.

Studi 3 : Replikasi studi 2 dengan menambahkan objektif lainnya untuk membandingkan penyelesaian tugas (tinggi dan rendah). Total partisipan 100 orang (51% laki-laki dan 49% perempuan), rentang usia 16-55 tahun dengan rata-rata 26.64.

Diskusi UmumDalam penelitian tersebut, penulis membandingkan pengaruh layanan pelanggan (customer service) AI dengan layanan pelanggan manusia pada niat penggunaan pelanggan. Mereka menemukan bahwa pelanggan merasa bahwa AI memiliki kapasitas pemecahan masalah yang lebih besar dan menunjukkan niat yang lebih besar untuk menggunakan layanan pelanggan berbasis AI untuk tugas-tugas dengan kompleksitas rendah. Konsumen merasa bahwa layanan pelanggan manusia memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih besar dan menunjukkan niat yang lebih besar untuk menggunakan layanan pelanggan manusia untuk tugas-tugas dengan kompleksitas tinggi. Tiga eksperimen berbasis lapangan yang sudah dilakukan oleh penulis di Cathay United Bank di Taiwan memberikan bukti yang menyatu untuk kerangka teoretis kami.
KesimpulanHasil yang ditemukan oleh para penulis memberikan literatur tambahan dalam layanan pelanggan berbasis teknologi dengan mendemonstrasikan kompleksitas tugas adalah sebuah kondisi batas yang penting untuk keefektifan AI sebagai layanan pelanggan.

Penelitian mereka menyarankan bahwa sistem layanan pelanggan berbasis AI dirasakan memiliki kemampuan mengatasi masalah yang besar dan dapat digunakan pada tugas dengan kompleksitas rendah, namun jika pekerjaan tersebut berat atau lebih kompleks, layanan pelanggan berbasis manusia lebih dapat diandalkan.

Pada contoh review jurnal internasional yang kedua tadi, saya sengaja menghilangkan “kelebihan” dan “kekurangan” karena memang saya tidak bisa memahami lebih jauh pembahasannya.

Kesudahannya, kegiatan review jurnal internasional adalah salah satu kegiatan wajib yang perlu dirutinkan oleh mahasiswa, terutama mahasiswa S2 dan S3 yang memang akan melakukan penelitian yang lebih serius daripada mahasiswa S1. Oleh karena itu, seyogyanya tidak hanya dilakukan ketika ada tugas dari dosen pengampu mata kuliah saja, melainkan harus dijadikan rutinitas harian agar penelitian kita menjadi lebih baik.

Semoga tulisan sederhana ini dapat membantu Anda, jika rasanya masih ada yang kurang, kolom komentar di bawah siap menampung pertanyaan-pertanyaan dari pembaca sekalian. Saya sarankan juga untuk membaca komentar-komentar dan jawaban dari penanya sebelumnya karena bisa jadi ada tambahan informasi di sana. Selamat bertugas.[]

Bagikan yuk:

96 tanggapan pada “Review Jurnal Internasional, Cara dan Contohnya”

  1. Ngereview jurnal internasional itu jujur pekerjaan paling membosankan, kecuali emang bagi mereka yg hobi ngajar, hobi meneliti, hobi sama yg berbau ilmiah. Berat emang, tp enteng bagi mereka yg emang suka.

  2. salut mas untuk review jurnal internasional gini, jujur aja sewaktu kuliah di Teknik Kimia itu rasanya liat Jurnal yg tebelnya kayak bantal dikosan udah malas buat ngebuka haha.Tips nya penting banget, karena membaca abstrak itu yg harus diutamakan

  3. Well noted ini Uda.. saya juga nge-cek hasil JR (Journal Review) mahasiswa pake tabel mirip seperti ini. Sayangnya kl mhsw S1 suka sebel kl diminta mereviu banyak jurnal, hihi… kl mshw S2 dan S3 lbh patuh ya n mungkin juga udah sadar kebutuhannya dan kedalaman pembahasannya. Tarimo kasih Uda… artikelnya sarat manfaat.

  4. Whaa jurnal penelitian memang agak berat ya. Tapi sebetulnya asyik kalo bisa memahami isinya. Sayangnya jurnal berkualitas banyak dipublish dengan bahasa inggris, apalagi jurnal kesehatan. Perlu banyak berlatih memang.

  5. Yang paling terasa dalam hal penulisan itu, aku menulis dalam 3 selingkung. Jurnal, buku, dan blog. Parahnya, menulis blog jauh lebih menyenangkan. Padahal tugas utama menulis jurnal. Jurnal internasional lebih sulit pula. Benar tuh, perlu membiasakan diri…

  6. Ilmu yang sangat menarik. Cara ini layak dimulai dilakukan di setiap waktu senggang pun gak kerasa tahu-tahu review jurnal kita bisa mencapai puluhan hingga ratusan… Makasih ilmunya mas fadli 🙂

  7. Sepertinya mengulas jurnal internasional bukan hanya domai mahasiswa S2 dan S3 aja. Sebab dengan kegiatan ini membuat kita terbiasa dengan pikiran sistematis. Ini kayaknya bisa membantu saya yang suka berpikir lompat-lompat, biar konsisten dengan alur gagasan yang terstruktur.

  8. Bagus loh dampaknya jadi tulisan mas fadli emang berbau ilmiah. Maksudnya tuh, runtut dan bisa dipertanggungjawabkan isinya..

    Keren mas fad. Sukses terus buat program pasca nya…..

  9. Wah tipsnya berguna nih, kemarin pas tesis aku jg suka bingung gimana cara bacanya yg enak. Biasanya mulai dari abstrak mas, baru deh ke metode sama kesimpulan. Tapi dibikin model tabel gitu juga sepertinya mmudahkan

  10. Di minta membaca 200 jurnal, itu dalam waktu berapa lama, Mas.
    Padahal kan dalam bahasa Inggris juga ya…. wih keren, selain baca juga membuat reviewnya

  11. Wiwin Pratiwanggini

    Tipsnya bagus banget, mba. . Bermanfaat juga lho buat saya yang bukan mahasiswa/sarjana karena membuat saya belajar berpikir secara sistematis.

  12. Trimakasih kak, jujur sebelumnya saya belum tau cara untuk review jornal, setelah baca ini sudah ada gambaran bagai mana dan caranya untuk review jornal yang baik.

    BeHangat.Com

  13. muales pakai banget kalau harus review jurnal internasional. untuk mencerna tulisannya aja udah susah apalagi di tambah review puyeng bor.

  14. Bisa dimasukkan Mas, tergantung format yang diminta. Kalau misalkan reviewnya dipresentasikan, baiknya dimasukkan gambar hasil agar menjelaskannya lebih mudah.

    Tapi kalau cuma laporan biasa saja, ditabelkan saja cukup. Dibuat seperti makalah review juga bisa.

  15. Setelah membaca ulasan dari kakak, saya mendapatkan tambahan ilmu. Saya mhs S1 yg tugas akhirnya harus mereview artikel ilmiah, tp sistematika penulisan review dsri kampus harus memuat poin seperti tinjauan pustaka, definisi operasional, dan beberapa poin yg menurut saya tidak ada pada sebuah artikel. Bagaimana pendapat kakak mengenai hal ini? Apakah ada saran atau sekiranya solusi. Terima kasih

  16. Fadli Hafizulhaq

    Setiap kampus (atau mungkin dosen) punya format penulisan reviewnya. Yang saya tuliskan di blog adalah yang paling umum dan mudah dalam melakukan review jurnal ilmiah. Kalau dilihat di dalam artikel ilmiah (baik jurnal nasional maupun internasional) memang gak ada ya bagian yang memuat tinjauan pustaka. Tapi di bagian introduction atau pendahuluan biasanya ada teori terkait penelitian sekitar 1-3 paragraf, coba lihat di sana, Kak

    Selengkapnya, cek pesan saya di inbox email kakak ya

  17. ka,,, boleh tips nya untuk mencari landasan teori dalam artikel ilmiah internasional gimana ya ? ciri dari landasan teori atau dasar teori itu gimana ?

  18. Halo kak, landasan teori di dalam artikel ilmiah internasional itu terletak di bagian Introduction. Cara mencarinya mudah, kakak tinggal cek judulnya, setelah itu lihat bagian introduction yang menjelaskan teori tentang apa yang ingin diteliti penulisnya. Biar lebih mudah, coba download contoh jurnal internasional.pdf yang saya lampirkan di atas. Judul artikelnya adalah “Enhanced mechanical and thermal properties
    of electrically conductive TPNR/GNP nanocomposites assisted with ultrasonication”. Lihat di bagian introduction, paragraf 1-3 adalah landasan teorinya. Hampir di semua artikel ilmiah internasional, landasan teori terletak di paragraf-paragraf awal, sedangkan paragraf terakhir adalah tujuan penelitiannya

    Semoga jawaban ini bisa membantu ya, silakan reply jika masih kurang mengerti

  19. Sedangkan untuk mengetahui hipotesis penelitian yang tidak di jelaskan secara eksplisit dalam artikel nya gimana kak ?

  20. Hmm, hipotesis memang tidak dituliskan secara eksplisit. Kalau memang tidak ada di dalam artikel ilmiah tidak usah ditulis kak.

    Kan gak bisa juga kita menerka-nerka, apalagi kalau artikel jurnal internasional memang sangat jarang ditulis hipotesisnya

    Tapi kalau memang harus dicari, coba lihat dari literatur atau landasan teorinya. Kalau ada penelitian yang sama yang disebutkan oleh penulis, menurut saya, hasil yang didapatkan oleh penelitian yang berkaitan itu bisa dijadikan hipotesis penelitian

  21. Kak…. apa bedanya review jurnal, artikel ilmiah, essai, dan makalah ??? Semua mengambil referensi dari jurnal internasional. Terimakasih.

  22. Review jurnal berarti yang di review jurnal atau artikel jurnalnya. Sedangkan review artikel ilmiah, berarti yang kita review artikel ilmiahnya. Artikel ilmiah ini bisa ditemukan di banyak sumber, contohnya jurnal nasional dan jurnal internasional.

    Review esai dan makalah berarti yang direview naskah esai atau makalah tertentu.

    Artikel ilmiah, esai dan makalah bisa mengambil referensi dari jurnal internasional kak, cuma mereka itu karya tulis ilmiah yang berbeda jenis

  23. Maaf saya mau tanya
    Jika dosen memberi clue tugas riview jurnal. Dan ada “beberapa pustaka paling mendukung” maksudnya gmna ?
    Trimakasih

  24. Wah maaf Kak, saya gak bisa nebak gimana karena kalimatnya gak lengkap. Yang didukung apa ya?

    Kalau mendukung artikel jurnalnya, kakak bisa lihat daftar pustaka atau refence nya dan membaca artikel jurnal yang disitasi atau dirujuk penulis.

    Cuma saran saya, coba perhatikan kembali apa perintah dosennya dan tanya teman yang sekelas

  25. Sangat detail sekali dalam menyampaikan informasi.. saya izin bertanya, apakah dalam me-review jurnal menuliskan Gap atau previous study juga penting
    ?

  26. Saya rasa, tidak terlalu penting kalau untuk sebatas tugas kuliah. Kecuali kalau memang tugas itu menyaratkan harus dikaji juga kelebihan dan kekurangan artikel jurnal terkait.

    Tapi menjadi penting jika kita melakukan review jurnal untuk mencari topik penelitian

  27. Kak mau nanya kalau misalnya saat mereview jurnal pada bagian kelebihan dan kekurangan dari jurnal kita boleh nggak pake kata-kata sendiri gitu

  28. Boleh, kalau menurut saya, asalkan memang sesuai dengan adanya jurnal itu. Terus kalimatnya ditulis dalam bahasa baku ya

  29. Dah lah malu,jurnal biasa aja masih sering joki :(( sekalinya mau ngerjain sendiri eh dpt yg susah ngereview jurnal internasional 😭 kepengen joki tapi entar kapan bisa ngerjain sendiri nyaaaa 😭😭😭

  30. Semangat Kak, kalau dipelajari insyaa Allah bisa kok. Yang paling penting pahami isi jurnal internasionalnya dulu 🙂

  31. Terima kasih banyak infonya kak, saya mahasiswa baru smester 1 tapi ada tugas review jurnal inter sebagai syarat uas. Untuk limitation pada jurnal apakah bisa dimasukkan jadi kekurangan jurnal ya atau hanya masuk jadi keurangan orang yang melakukan penelitian ? Atau untuk kekruangan jurnal itu harus dari sudut pandang kita sebagai ornag yang mereview? mohon jawabnnya kak terima kasih

  32. Jika limitation yang dimaksud adalah batasan masalah, itu tidak bisa dijadikan kekurangan dari artikel jurnal tersebut. Mungkin lebih baik dicari apa yang kurang dari pembahasan. Misalkan kalau dia eksperimen yang melibatkan data, tapi tidak ada analisis statistik dari data tersebut, itu bisa jadi dikatakan kekurangan. Lebih ke materi sebenarnya. Namun karena mahasiswa semester 1, mungkin agak sulit mencarinya. Coba tuliskan yang jelas-jelas saja menurut mbak.

  33. Kak, saya Yusri Yusman mahasiswa Undana Kupang semester 7, saya mengambil pendidikan fisika kak, sekarang saya mengambil judul berkaitan dengan riview jurnal yang di dalamnya memuat kajian teoritis kak, saya bingung untuk memulaix dari mana kak, bagiaman saran kakak mengenai riview jurnal teoritis kak

  34. Kajian teoritis maksudnya mengkaji teori yang bisa mendukung penelitian atau makalah yang akan atau sedang dibuat. Pertama, coba cari dulu artikel-artikel jurnal yang berkaitan dengan topik penelitian kamu. Setelah itu baca dan pahami isi dari artikel jurnal tersebut dan ambil bagian yang mendukung penelitian yang akan/sedang dilakukan. Jadikan referensi dari narasi ilmiah di penelitian kamu. Lebih jelasnya, coba diskusikan dengan pembimbing skripsi atau tugas akhirnya ya

  35. Jadi batasan malsah dalam merivew jurnal penelitian teoritis hanya bagian solusi analitik ataukah harus analisis kelebiahan dan kekurangan jurnal juga kak?
    Karena yang saya baca di artikelx Kaka struktur penulisan review jurnal ada kelebihan dan kekurangan jurnal juga kak🙏🙏🙏🙏

  36. Saya menulis kelebihan dan kekurangan karena melakukan review untuk mencari topik penelitian disertasi, mau tidak mau harus mencari bagian itu karena penelitian S3 tidak boleh sama dengan yang pernah dilakukan orang lain. Kalau misalkan kamu bisa menuliskan itu, tidak ada salahnya dibuat. Cuma kalau terlalu sulit, coba sederhanakan saja jadi hal yang menarik di dalam artikel jurnal tersebut

  37. Saya masi S1, dan diberi tugas review jurnal. Jujur sudah banget, dan tdk adahubungannya dengan penelitianku yang notabene bukan ppengembangan. sudah sebulan aku masih bingung dengan alur penelitian di dalam jurnal jurnal ini. Yang aku dapatkan ini penelitian lingkup kampus namun bahasanya berubah-ubah, kadang subjelya kata siswa, dan beberapa kali mahasiswa. Masih belum bisa menerima jurnal yang membingungkan. Solusinya gimana nih Kak.

  38. Coba cari artikel jurnal yang lain. Sepertinya memang artikel yang Kak Sri ambil itu kurang berkualitas, makanya dia kurang konsisten. Artikelnya dikasih oleh dosen, atau bebas cari sendiri? Kalau bebas cari sendiri, coba cari yang bisa dipahami dan diikuti pembahasannya

  39. terima kasih banyaaakk, isi artikelnya sangat membantu pun bahasa yang digunakan dalam menjelaskannya juga sangat baik, terima kasih sekali lagii

  40. Hai kak, terimakasih ilmunya.. semoga menjadi berkahnya kaka 🙂
    Semoga aku juga bisa pinter buat review international jurnal :”

  41. kalau di format review jurnalnya ada research questions dan review of previous research itu maksudnya gimana ya kak?

  42. Research question dan review of previous studies/researchs bisa ditemukan di bagian introduction

    Research question adalah pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian. Contoh misalnya penelitian kecil tentang “pengaruh intensitas cahaya terhadap perkembangan kecambah”. Maka research question nya : Apa pengaruh dari intensitas cahaya terhadap perkembangan kecambah?

    Nah, kalau reviews of previous research itu berarti ulasan tentang penelitian sebelumnya di topik sama sama atau berkaitan dengan topik yang dibahas dalam artikel jurnal itu. Lihat bagian introduction, nanti kamu bisa ketemu beberapa referensi yang diambil oleh penulis sebagai rujukan

  43. Wah, untuk ini saya tidak bisa memberikan komentar. Coba cek lagi perintah tugas dari dosennya, kalau perlu lihat tugas yang sudah dikerjakan oleh temannya, kak

  44. Terimakasih ilmunya kak…, Membantu sekali👍🏻. Mau nanya kalau daftar pustaka jurnal dicantumkan juga apa nggak ya, kadang lihat review artikel ada yang pakai ada yg nggak

  45. Sama-sama.
    Tergantung kebutuhannya. Jika itu tugas dan diminta untuk menyertakan, silakan disertakan. Cuma umumnya daftar pustaka dari artikel jurnal itu banyak, bisa puluhan. Jumlah halaman daftar pustaka nya malah bisa lebih banyak dari review nya sendiri

  46. Siang pak fadli …
    Untuk contoh jurnal 1 dan 2 yang kita bagikan di atas apakah sdah sperti itu yg di sajikan untuk dosen yaa ..?
    misalkan klo dsuruh buat tgas jurnal internasional …

  47. Kalau untuk tugas, silakan disesuaikan dengan format yang diminta oleh dosennya mas. Format yang saya tulis di atas hanya format saya sendiri, untuk memudahkan mengulas artikel jurnal dalam rangka mencari ide penelitian

  48. Akhirnya saya temukan juga tulisan seperti ini. Terima kasih atas sharing ilmu. Saya mau bertanya bagaimana cara mereview jurnal international dimana jurnal itu merupakan review article. Contohnya; Activity of solid catalysts for biodiesel production: A review. Poin-poin apa saja yang dituliskan, terima kasih.

  49. Karena itu adalah jurnal review, saya kira tidak perlu membahas mengenai metodologi, karena umumnya memang tidak ada. Coba saya highlight atau ringkas materinya per section. Pada review article umumnya pembahasan mulai dari yang umum ke khusus, saran saya buat ringkasan materi yang memuat teori per sesinya. Contoh, kalau misal ada, di bagian Introduction ada sejarah penggunaan solid catalysts untuk produksi biodisel (dengan merujuk berbagai penelitian), ringkas itu. Setelah itu mungkin (kalau ada juga) jenis-jenis katalis yang digunakan dan seterusnya

    Semoga membantu

  50. jika jurnal yang ingin di review ada 10 jurnal bagaimana pak?
    apakah struktur nya seperti diatas atau lebih seperti resume?

  51. Fadli Hafizulhaq

    Bisa dengan membuatnya dalam bentuk table kak, tapi itu biasanya untuk review dalam mencari ide penelitian. Kalau untuk tugas kuliah, baiknya tanyakan format pada dosennya

  52. Terimakasih atas share ilmunya bang. Izin bertanya, seringkali kita terkendala bahasa, menurut abang, apa translator terbaik bg? atau adakah metode tersendiri dalam translatenya?

  53. Terima kasih kembali, untuk kendala bahasa, saya pribadi menggunakan Google Translate saja, tapi memang kita mesti paham istilah-istilah teknis yang mungkin tidak bisa diterjemahkan secara tepat oleh mesin penerjemah Google

  54. Tidak harus, cuma kalau misalkan review yang mau dibuat adalah tugas dan ada keterangan khusus harus dalam bahasa Inggris, sesuaikan dengan instruksi tugas kampusnya. Kalau untuk review pribadi, dalam pencarian topik penelitian misalnya, mau bahasa Indonesia atau Inggris tidak ada masalah

  55. Sebenarnya hampir sama, soal format, sesuaikan saja dengan format tugas yang diberikan dosen, atau coba tanya format yang dipakai oleh teman-teman yang lain

  56. saya seorang mahasiswi di salah satu perguruan swasta, dan universitas kami berbasis internasional, di awal semester 2 ini dosen memeberikan banyak assigment, termasuk mereview sebuah artikel dari Samuel P Huntinton, dan saya yang kurang paham dengan cara mereview dengan baik, jadi mencari banyak cara mereview di google dan saya sangat beruntung menemukan website ini, saya banyak belajar dari sini, terimakasih banyak untuk informasinya.

  57. Perkenalkan Pak Fadli, saya faishal, mahasiswa s1 teknik kimia, yang sedang menempuh skripsi dan tugas akhir. Saya akan menempuh sidang proposal dalam beberapa hari kedepan, dan ibu dosen mengutus kami untuk mereview banyak jurnal internasional dan nasional. Saya mencari ke beberapa website untuk mencari “cara review jurnal yang benar” namun tidak kunjung lega dengan apa yang dibagikan, dan akhirnya saya menemukan blog bapak ini, dari pertama saya membaca kalimat pertama, saya langsung merasa lega dan yakin akan konten ini, dan akhirnya saya baca sampai habis.

    Terimakasih banyak bapak, atas ilmu yang sangat saya butuhkan saat ini, saya segera langsung memulai mereview jurnal internasional sesuai dengan format dan informasi yang dibagikan oleh bapak. Sepertinya saya bakal betah di blog ini pak, untuk mencari ilmu lebih dari yang bapak share ke kami, semoga kebaikan bapak dibalas Alloh SWT, aamiin.

    Semoga suatu saat saya bisa bertemu bapak, bissmillah, saya sedang berproses membuat konten terkait mempelajari ciptaan-Nya ataupun ciptaan manusia untuk memahami kehidupan ini, dan berusaha untuk menggunakan literatur ilmiah dalam menyampaikan informasi. Barangkali bapak berkenan, silahkan pak fadli, berkunjung dan melihat konten saya, saya amat sangat senang jika bapak mengunjunginya. Mohon ijin melampirkan channel youtube saya ya pak, terimakasih pak fadli.
    (https://www.youtube.com/channel/UCY7wJ1S1RxT3KkR9U-ttfLw)

  58. Terima kasih sudah mampir dan berkomentar Mas Faishal
    Senang rasanya bisa membantu, sukses untuk perkuliahan dan kanal YouTube-nya. Mudah-mudahan yang mampir di artikel ini bisa mampir juga ke kanal YouTube Mas Faishal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *