8 Ciri-ciri Ragam Bahasa Ilmiah dan Penjelasannya

Apa yang kamu ketahui tentang ragam bahasa ilmiah? Saya menjadi tertarik untuk menuliskan ini karena sebelumnya sudah ada banyak artikel saya baik mengenai jurnal internasional sampai ke penulisan karya ilmiah. Namun sayangnya saya belum membahas sedikit tentang pengertian serta ciri-ciri ragam bahasa ilmiah yang digunakan untuk menulis artikel jurnal ilmiah maupun karya ilmiah itu.

Oleh karena itu, kali ini saya ingin menuliskannya di blog ini dan mudah-mudahan bisa menjadi penambah wawasan teman-teman pembaca sekalian, terutama bagi kamu yang masih berstatus sebagai pelajar. Hanya saja, sebelum kita membahas mengenai ciri bahasa Indonesia ragam ilmiah tadi, mari kita bahas dari pengertiannya dulu.

Pengertian Ragam Bahasa Ilmiah

Sederhananya, ragam bahasa ilmiah atau bahasa ragam ilmiah adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang digunakan pada keperluan pertemuan dan penulisan karya ilmiah. Ragam bahasa ilmiah ini didapatkan dari sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan hingga penelitian dalam bidang tertentu yang disusun menurut metode dengan sistematika yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Kamu bisa dengan mudah menemukan bahasa ilmiah pada karya tulis ilmiah berupa makalah, skripsi, tesis hingga disertasi. Ragam bahasa ilmiah biasanya digunakan untuk keperluan formal, artinya tidak digunakan dalam bahasa sehari-hari. Selain pada penulisan ilmiah, ragam bahasa ilmiah sebagian besarnya masih dipakai di dunia jurnalistik, meskipun sebagian pekerja jurnalistik lainnya sudah mulai longgar dalam menggunakan bahasa.

Agar konsep ragam bahasa ilmiah ini lebih mudah untuk dipahami, setelah ini saya akan jelaskan beberapa ciri bahasa ilmiah yang dilengkapi dengan penjelasannya.

Ciri-ciri Ragam Bahasa Ilmiah

Dalam sekali dua kali lihat sebenarnya kamu bisa saja mengidentifikasi bahasa ilmiah dengan mudah, hanya saja kamu perlu mengenali ciri-cirinya agar tidak ada lagi keraguan dalam mengidentifikasinya. Berikut beberapa ciri-ciri bahasa ragam ilmiah tersebut.

Struktur kalimat jelas dan lugas

Ciri pertama dari ragam bahasa ilmiah adalah struktur kalimatnya yang jelas dan lugas. Kalimatnya harus mengikuti pola kalimat yang berlaku, seperti harus memiliki subyek, prediket dan objek. Kalimat dalam ragam bahasa ilmiah juga harus mudah dipahami dan efektif. Kalimat yang tidak bertele-tele alias lugas. Kejelasan dan kelugasan tidak hanya berlaku pada struktur kalimatnya tetapi juga pada maknanya.

Struktur wacana bersifat formal

Wacana atau teks dalam ragam bahasa ilmiah harus bersifat formal.  Artinya wacana harus mengacu pada standar konvensi naskah, tidak boleh keluar dari standar tersebut. Baik dari segi format penulisan dan sebagainya.

Singkat namun lengkap, berisi analisis dan pembuktian

Ciri ragam bahasa ilmiah selanjutnya adalah bersifat singkat namun lengkap. Wacana atau teksnya tidak bertele-tele dan memuat analisis dan pembuktian dengan jelas alias terang benderang sehingga infomasi yang dikandung sampai kepada pendengar atau pembaca.

Cermat dalam menggunakan unsur baku, ejaan, kalimat, paragraf, wacana

Kecermatan pada penggunaan unsur baku (berupa kata atau istilah) merupakan ciri dari bahasa ragam ilmiah lainnya. Tidak hanya kata/istilah, ejaan yang digunakan juga harus mengacu kepada ejaan standar yaitu PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Berikut juga dengan kalimat, paragraf dan wacananya.

Cermat dan konsiten dalam menggunakan penalaran dari awal hingga akhir

Wacana dengan ragam bahasa ilmiah harus dapat dinalar dengan baik dari awal hingga akhir. Ragam bahasa ilmiah juga mesti cermat dalam mengendalikan variabel. Hal ini harus konsiten dari penentuan topik, pendahuluan, tinjauan pustaka dan seterusnya hingga mendapatkan hasil dan kesimpulan.

Terdapat istilah teknis dalam bidang yang berkaitan

Satu ciri lainnya adalah adanya beberapa istilah teknis atau istilah khusus yang berkaitan dengan bidang ilmu tertentu. Jika bahasa ilmiah itu digunakan dalam ilmu medis, maka akan ada istilah-istilah khusus ilmu medis di dalamnya, begitu juga di bidang ilmu lainnya.

Objektif atau dapat diukur kebenarannya

Satu hal yang membedakan ragam bahasa ilmiah dengan bahasa lainnya adalah objektivitasnya. Sebuah wacana ilmiah mesti bisa dibuktikan kebenarannya, sehingga tidak bisa berdasarkan pada hal-hal yang subjektif semata. Setiap kalimat dan analisis mesti didukung dengan data dan bukti.

Konsisten dalam pembahasan topik hingga seterusnya sampai ke kesimpulan

Ciri yang terakhir adalah konsisten dalam pembahasan topik hingga seterusnya. Artinya dari awal sampai akhir, wacana ilmiah harus fokus membahas satu permasalahan atau satu topik tertentu. Dimulai dari pemilihan topik, pendahuluan dan seterusnya.

Baca juga : Latar Belakang Karya Ilmiah, Contoh dan Cara Membuatnya

Ragam bahasa ilmiah adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang biasanya dipakai pada kegiatan ilmiah, penulisan ilmiah seperti jurnal internasional dan lainnya, ceramah hingga pidato ilmiah. Ragam bahasa ilmiah hadir di acara-acara yang bersifat formal sehingga strukturnya juga harus formal atau sesuai dengan standar yang ada. Cara paling mudah untuk menemukan contoh wacana dengan ragam bahasa ilmiah adalah melihat buku teks pelajaran yang kamu punya.

Nah, itulah pembahasan kita mengenai ciri-ciri ragam bahasa ilmiah. Semoga artikel sederhana ini bisa menambah wawasan teman-teman pembaca sekalian. Dan, jika ada hal yang kurang dari yang saya bahas di atas, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar ya. Terima kasih sudah membaca.[]

6 pemikiran pada “8 Ciri-ciri Ragam Bahasa Ilmiah dan Penjelasannya”

  1. Yes, konsisten penting banget buat Penulis biar fokus. Karena nggak mungkin nulis a, b, c trus kesimpulannya k.. Heheh

    Balas
  2. Hmm, penalaran yang kuat dari awal hingga akhir ini memang khas ragam bahasa ilmiah ya. Ada celah sedikit saja, bolong dah tuh struktur logikanya. Nice post Mas, sangat bermanfaat.

    Balas
  3. Sedang berlatih menulis karya ilmiah juga nih saya,Uda..jarang nulis ini jadi kesulitan ketika anak ikut lomba karya nulis ilmiah, bingung bimbingnya hehe

    Balas
  4. aku kok ya tertekan dengar “karya ilmiah”. hehe, tapi di sini ditulis agak ringan jd bisa masuk ke hati. apaan sih!

    Balas
  5. sangat bermanfaat. Jadi refreshment lagi masa masa saat jadi pelajar dulu. Semoga saya bisa segera lanjut sekolah lagi. Amiin

    Balas
  6. Namanya juga tulisan ilmiah, ya. Jadi harus mengikuti aturan jika ingin tulisannya dipercaya atau masuk ke web ilmiah tertentu. Kalau mau bikin aturan sendiri, baiknya nulis fiksi ilmiah ^_^

    Balas

Tinggalkan komentar

error: