Latar Belakang Karya Ilmiah, Contoh dan Cara Membuatnya

Di bagian pendahuluan sebuah karya ilmiah, ada satu hal penting yang mesti kamu tulis pertama kali. Bagian itu adalah latar belakang karya ilmiah. Latar belakang adalah paragraf atau uraian yang menjelaskan mengapa kamu mengambil topik tersebut di dalam karya ilmiahmu. Latar belakang terletak pada bagian pendahuluan, dan kali ini kita akan mencoba membahas ini berikut dengan contoh dan cara membuatnya.

Tapi tunggu dulu, apakah kamu pernah menulis karya ilmiah?

Karya ilmiah sendiri adalah karya tulis yang ditulis dengan menggunakan metode ilmiah. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya di sini: Penulisan Karya Ilmiah, Seputar Kaidah dan Sistematikanya, penulisan karya ilmiah harusnya runut dan isinya mesti dapat dipertanggung jawabkan. Itu berarti bahkan dari latar belakang pun mesti diperhatikan dan ditulis dengan baik dan benar.

Nah, sebelum membahas bagaimana cara membuat latar belakang karya ilmiah, saya ingin kasih contoh beberapa latar belakang dulu ya. Ini adalah latar belakang dari karya ilmiah saya sendiri berupa artikel prosiding seminar ilmiah dan artikel di jurnal internasional.

Contoh Latar Belakang Karya Ilmiah Bahasa Indonesia

Sebuah karya ilmiah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kebetulan saya ada contoh latar belakang karya tulis ilmiah dalam bahasa Indonesia nih, jika kamu memang butuh nanti saya sertakan link download contoh latar belakang karya ilmiah pdf nya di bawah.

Berikut contohnya:

Permasalahan lingkungan akibat limbah plastik menjadi permasalahan serius yang harus diperhatikan dan dicarikan solusinya. Pada tahun 2015, Indonesia bahkan tercatat sebagai produsen limbah plastik terbesar kedua di dunia [1]. Diperkirakan jumlah limbah plastik Indonesia pada tahun 2019 akan mencapai 9.52 ton [2]. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengurangi penggunaan plastik sintetis dengan plastik organik yang mudah terdegradasi di alam.

Plastik organik atau dapat juga disebut bioplastik dapat dibuat dari bahan alam seperti pati. Pati merupakan polisakarida yang ketersediaanya sangat melimpah di alam sehingga mudah untuk didapat dan harganya murah [3]. Selain itu pati memiliki sifat termoplastik dan mudah dibentuk [4]. Berbagai jenis pati telah diteliti seperti pati ubi kayu, talas, ubi rambat, jahe [5,6], jagung [7,8] dan lainnya.

Di samping berbagai kelebihan pati sebagai bahan pembuat bioplastik, pati memiliki kelemahan seperti sifat mekanik dan ketahanan termal yang rendah [9]. Untuk memperbaiki sifat bawaan pati tersebut diperlukan perlakuan tambahan, salah satu perlakuan yang dapat diberikan adalah ultrasonikasi. Penelitian sebelumnya melaporkan ultrasonikasi meningkatkan sifat mekanik dari bioplastik berbasis pati [10,11]. Peningkatan sifat mekanik tersebut diakibatkan adanya pengurangan partikel pati yang tidak larut (ghosts) di dalam film.

Ultrasonikasi adalah metode yang telah terbukti dapat meningkatkan sifat dari bioplastik. Ultrasonikasi memproduksi gelembung yang akan menghasilkan energi kavitasi ketika pecah. Energi tersebut berupa mikrojet dan gelombang kejut pada rantai panjang polimer dan membuatnya terputus-putus atau terdepolimerisasi. Ultrasonikasi dapat mengubah sifat dari bioplastik. Studi sebelumnya menunjukkan ultrasonikasi meningkatan sifat mekanik pada film [10] namun penelitian lain mendapatkan hasil yang bertolak belakang yaitu penurunan sifat mekanik [8]. Perbedaan hasil dapat diakibatkan karena perbedaan karakter pati yang digunakan.

Pada penelitian ini bioplastik dari pati akan dibuat sebagai alternatif penanganan limbah plastik sintetis yang melimpah. Pati yang digunakan adalah pati bengkoang yang diekstrak sendiri dari bengkoang hasil pertanian di kota Padang. Ultrasonikasi akan diberikan pada pati yang telah menggelatin setelah pemanasan hingga temperatur gelatinnya. Untuk mengevaluasi efek dari ultrasonikasi maka dilakukan pengujian sifat mekanik dan daya larut dari bioplastik.

Teks di atas sebenarnya adalah bagian pendahuluan. Paragraf pertama merupakan latar belakang mengapa saya memilih topik tersebut, karena dilatar belakangi oleh banyaknya sampah plastik yang merusak lingkungan karena sulit didaur ulang. Solusinya adalah dengan mengembangkan plastik organik yang saya teliti. Paragraf 2 dan 3 menjelaskan tentang mengapa saya mengambil bahan pati dan mengapa ultrasonikasi saya pilih sebagai salah satu metode pembuatan plastik organik. Sedangkan paragraf terakhir adalah tempat di mana saya menjelaskan tujuan penelitian saya.

Kamu bisa men-download berkas PDF nya di sini: contoh latar belakang karya ilmiah pdf

Contoh Latar Belakang Bahasa Inggris

Jika di atas saya sudah lampirkan contoh latar belakang dalam bahasa Indonesia, selanjutnya saya ingin lampirkan yang dalam bahasa Inggris. Latar belakang ini saya ambil dari karya tulis ilmiah saya sendiri juga. Ini dari sebuah artikel yang diterbitkan di sebuah jurnal internasional.

Berikut latar belakang tersebut:

In recent years, the demand for the development of starch-based films has been high because of their biodegradability. Films produced from starch have applications in food packaging and agricultural and medical technologies. Starch is abundant and cheap, and provides good film formability [1]. However starch-based films have high water sensitivity, are brittle, and exhibit
poor mechanical properties [2,3].

Natural fiber can be used to improve the properties of starch film. Research has shown that fibers from natural sources can potentially provide promising reinforcing materials. Natural fibers are easy to obtain, low cost, non-toxic, and have a high specific strength due to their low density [4,5]. In addition, natural fibers are environmentally friendly and require little energy in the composite fabrication process [6]. Many researchers have reported the improvement of starch-based biocomposites reinforced with natural fiber. They increase their oxygen barrier properties [7,8], water and moisture resistance [2,9,10], and mechanical properties [11–13].

Starch and biocomposite film properties also can be improved with ultrasonication. During the gelatinization process, ultrasonication helps to dissolve ghost particles and clumps of insoluble starch that weaken the resulting film’s mechanical properties [14,15]. Ultrasonication aids with dispersion and break-up of agglomerations of fibers in the matrix [16]. Also, ultrasonication is used in the production of nano-sized cellulose molecules because it produces high shear energy that breaks up long cellulose into shorter segments [17–19]. A reduction of cellulose size increases the area of contact surface between reinforcement and matrix, which improves the mechanical and barrier properties of the composite [20].

In last decade, the biocomposite potential of fibers and starches from various sources have been explored. Cassava, corn, sago, and potato starch have been used in the matrix. Fibers from potato tuber cells [10], banana peels [21,22], mandarin [16], grapefruit [23], and pomelo [24] have been used as reinforcement. Many of these starch and fiber sources can be obtained from agricultural products and waste. Another agricultural crop that produces both starch and cellulose fiber is bengkoang (Pachyrhizus erosus). This plant grows abundantly in tropical and subtropical regions, including in Indonesia, Mexico, Philippines, China, Malaysia, and Singapore.

Information about starch extracted from the bengkoang tuber is still limited, and there has been no work reported on the use of the cellulose from bengkoang tuber peel as a reinforcement material. In this present study, we investigated the effect of various cellulose fiber loadings from bengkoang tuber peel on the properties of a starch-based biocomposite. Particle size distribution, opacity, SEM, X-ray diffraction (XRD), FTIR, and moisture absorption of the starch and biocomposite film were characterized.

Kamu bisa download file PDF latar belakang bahasa Inggris ini di sini: latar belakang karya ilmiah bahasa inggris pdf

Cara Membuat Latar Belakang Karya Ilmiah

Di atas saya sudah melampirkan dua contoh latar belakang karya ilmiah, selanjutnya saya ingin berbagi mengenai bagaimana cara menulis latar belakang karya ilmiah tersebut. Menulis latar belakang karya ilmiah sebenarnya tidaklah sulit, beberapa langkah di bawah ini bisa kamu lakukan agar bisa menulis latar belakang yang baik.

Pahami masalah yang ingin kamu angkat dalam karya ilmiah

Seperti contoh latar belakang yang saya tulis di atas, saya menjelaskan masalah lingkungan akibat limbah plastik. Dari masalah tersebut saya menawarkan solusi seperti plastik organik yang merupakan topik dalam karya ilmiah saya. Artinya, penulis perlu menjelaskan kenapa ia memilih suatu topik tertentu, tentu saja karena ada sebuah masalah yang melatar belakanginya.

Kamu perlu memahami suatu masalah tertentu terlebih dahulu, kaji lah masalah itu dari umum ke khusus, setelah itu tawarkan solusi yang menjadi fokus penelitian atau pembahasan dalam karya ilmiahmu.

Cari tahu penelitian atau karya ilmiah yang berkaitan dengan topik kamu

Agar lebih mudah dalam menulis latar belakang karya ilmiah, kamu juga bisa mencari tahu tulisan-tulisan yang berkaitan dengan hal tersebut. Kamu bisa melakukan studi pustaka agar alasanmu mengangkat topik tersebut dapat menjadi lebih kuat. Cara ini juga akan meyakinkan orang lain bahwa topik tersebut memang pantas untuk dibahas. Jangan lupa juga memperhatikan format jurnal ilmiah tersebut karena bisa jadi rujukan dalam menulis artikel ilmiah.

Lampirkan data-data yang terkait dengan masalah atau pun solusi

Agar latar belakangmu menjadi kuat, jangan lupa untuk melampirkan data-data yang berkaitan dengan masalah yang diangkat juga ya. Misalnya kalau karya ilmiahmu tentang pengaruh internet terhadap remaja, kamu bisa menampilkan data berapa banyak pengguna internet di Indonesia yang berasal dari golongan remaja. Kamu juga bisa mengutip pendapat orang lain, sebaiknya tokoh, mengenai permasalahan tersebut. Dan akan lebih baik jika kamu mengutipnya dari karya ilmiah juga.

Jawab pertanyaan-pertanyaan lainnya yang mungkin bermunculan soal pemilihan topik

Cara membuat latar belakang karya ilmiah yang terakhir adalah dengan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul. Posisikan dirimu sebagai pembaca atau penguji, cari tahu apa saja yang belum terjelaskan dengan baik dalam latar belakang tersebut.

Mengenai pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul terkait karya ilmiah sudah pernah saya tulis lho. Kamu bisa membacanya di sini: 15+ Pertanyaan Tentang Karya Ilmiah yang Tepat

Bagaimana? Menulis latar belakang karya ilmiah itu tidak sulit, bukan?

Nah, itulah pembahasan kita kali ini tentang latar belakang karya ilmiah, dari mulai contoh hingga cara membuat atau menulisnya. Jika ada yang kurang jelas dari penjelasan saya di atas, jangan sungkan untuk menuliskan pertanyaanmu di kolom komentar di bawah ya. Terima kasih telah membaca.[]

Tinggalkan komentar

error: